Bulan: September 2024

  • Mas Rio-Mbak Ulfi; Calon Pemimpin Situbondo yang Anti Mainstream

      Oleh: Rully Efendi*   Semalam, di salah satu rumah makan wilayah Kecamatan Besuki, Situbondo, Pasangan Calon Bupati Mas Rio-Mbak Ulfi datang dalam diskusi bertajuk Ngopi Politik. Paslon no urut 1 itu berdiskusi bersama warga dan jaringan Pilar 08, sebuah organ gerakan pemenangan Prabowo-Gibran di Pilpres kemarin.   Sewajarnya Mas Rio dan Mbak Ulfi berkampanye.

    selengkapnya…

  • Refleksi September Hitam

    Sumber foto: Panitia Aliansi Situbondo Memanggil Oleh: Marlutfi Yoandinas KESADARAN Saya membayangkan, jika kita memilih cuek atau diam pada suatu kondisi atau keadaan sekarang, akankah masa depan tetap begini-begini saja atau berubah sesuai yang kita pikirkan. Bayangan itu sungguh menghantui. Sampai muncul dalam benak, apakah yang saya lakukan ini bisa berdampak atau tidak. Ingin rasanya

    selengkapnya…

  • Puisi: Mari Menikah

      Puisi-puisi Devi Ambar Wati   Menikah Hari Ini   Langkah kaki itu, tak lagi berjalan sendiri. Mereka, bergerak saling beriringan. Menyelaraskan, yang tinggi pun rendahnya. Maka, mari saling melaju bersama. Setara. Setujuan. ‘tuk singgah, di tempat-tempat indah bersama. Tanpa ada cerita penuh derita. Tanpa ada hati yang terluka.   Mari, menikah dengan penuh suka

    selengkapnya…

  • Melihat Masa Depan Situbondo dari Lomba Flashmob Panarukan

    Oleh: ImamSofyan Tepat tanggal 11 September 2024, media sosial KPU Situbondo (facebook dan instagram) memposting satu-persatu video lomba flashmob jingle pilkada serentak tahun 2024. Musik dan gerakan 17 kecamatan se-Situbondo hampir sama. Yang membedakan hanya lokasi pengambilan video serta seragam yang dikenakan. Saya tidak memiliki kuasa untuk menilai mana yang terbaik. Dari 17 kecamatan yang

    selengkapnya…

  • Fashion dan Berbagai Dampaknya

    Oleh: Sururi Nurullah Membahas tentang fashion, mungkin saya tak begitu piawai layaknya santri lain yang selalu memikirkan outfit. Sebab mengikuti tren busana, bukan ranahnya para santri, tapi bagi selebriti. Mereka memang berupaya menjadi sorotan, bukanlah panutan. Beda halnya dengan santri, kesehariannya mengaji dan mengabdi. Ia hidup dalam kesederhanaan, bukan jadi buah perbincangan. Keseharian kita ngalap

    selengkapnya…

  • Arèsan Kompolan: Pergumulan yang Bukan Sekedar Rasan-Rasan

    Oleh: Panakajaya Hidayatullah* Badannya memang terlihat kurus, dengan kerutan-kerutan di seluruh sudut wajahnya. Saat duduk, jari-jari tangannya tak pernah lepas dari lintingan rokok tembakau. Dua-tiga linting dihisapnya dalam-dalam dan diembuskan ke langit sembari menyimak lantunan syair-syair merdu. Penampilannya memang mencolok dan selalu mencuri perhatian orang, di antara jamaah berkopyah, hanya dia yang memakai blangkon. Siapa

    selengkapnya…