Tahun: 2023
-
Cerpen: Malam Panjang Naq Kerinying
Oleh: Arianto Adipurwanto Begitu Naq Kerinying membuka mata tengah malam yang pertama terdengar olehnya adalah suara derit-derit lasah berugak. Suara itu bertahan cukup lama. Ia juga mendengar suara berat seperti napas orang yang sangat kelelahan. Baru ketika suara itu berhenti, ia bisa mendengar suara-suara lain: desau angin dan jerit burung hantu di kejauhan. Naq
-

Pelabuhan Jangkar dan Puisi Lainnya
Pelabuhan Jangkar kualihkan pandangan ke batas lautbagai ujung dunia di depan matameski harus kuhentikan memainkan jalasupaya nyawaku tak berjumpa maut di Jangkar. seorang nelayan baru muncul dari ufuk cakrawalamembawa lelah-letih yang tertundadan kemenangan tersirat di bibirnyabagai usai menggapai benang raja di seberang Jangkar. bahkan bila harus dilupakan zamankuharap tak kehilangan pegangan. Di Kampung Kerapu sebuah mata melompatdari kelopak yang rapatrona-rona
-
Resensi: Pengelolaan Lembaga Pendidikan Islam Secara Islami
Resensi buku oleh Dewi Faizatul Isma (21112348) Universitas Muhammadiyah Ponorogo Judul: Manajemen Lembaga Pendidikan Islam Penulis: Dr. Afiful Ikhwan, M.Pd.I Penerbit: NAJAHA Tahun terbit: 2022 ISBN: 978-623-99296-3-3 Jumlah halaman: 151 halaman Harga buku: Rp65.000,00 Lembaga pendidikan islam merupakan tempat berlangsungnya proses pendidikan Islam yang bersamaan dengan proses pembudayaan. Untuk menjadikan Lembaga Pendidikan Islam
-
Cerpen: Rajam
Oleh: Aliurridha Memasuki daerah ini pikiranku langsung dihinggapi perasaan cemas. Ada sesuatu yang tak terjelaskan, di luar kebingunganku tentang mengapa pertemuannya mendadak pindah lokasi ke tempat yang jauh dari pemukiman. Jalan masuknya saja berupa lorong kecil yang dipenuhi belukar dan pepohonan liar. Jalan ini kelihatannya sudah sangat lama sejak terakhir dilewati manusia. Apa yang
-
Puisi-Puisi Ramli Q.Z.
Mengapa Kau Tanyakan Laut? ; kepada tanya kala senja Aku ingat betul saat kau meraba ingatanku dengan tanyamu perihal laut. Itulah sebabnya aku seperti merasakan doa restu ibunda, yang mungkin bisa terlukis di pasir putih—jemari kaki seorang putri yang meramal usia karang. Apakah masih menakutkan laut itu, kekasih? ketika kau bercermin
-
Cerpen: Nyallai Siwok
Oleh: Dody Widianto Kemarin, utusan dari Pekon[1] Way Nipah datang demi melihat bocah pembawa kutukan. Sejujurnya Ron malah tak percaya. Entah ia percaya tentang ramalan itu atau tidak, tetapi Daff seolah dalam bahaya. Maka dini hari itu ia buru-buru datang ke rumahku. Mengajakku serta menuju pelabuhan. Mengejar waktu menuju pulau pelarian. Sumatra. Daff baru saja
-

Tragedi Perokok dan Puisi Lainnya
Puntung Telah berserakan puntung-puntung rokok di setiap sisi rumah yang dulu sepi tak ada isi,tapi sekarang ribut bertabur puisi.“Ada yang tahu siapa yang merokok semalamandan dibiarkan abu lelatu beterbangan?” Semua serentak menggelengkankepala dan takut untuk berkata iya.Seperti ada hidup yang dikhawatirkanatau mungkin dibimbangkan tersebabluka dada yang tak semua bisa terwakilkan kata. Di sekitar lingkungan asbakadalah