Kategori: Apacapa
-

Dari Jogja untuk Situbondo: Tim Literasi Serap Ilmu Penerbitan dari Shira Media demi Bangun Ekosistem Buku Lokal
Semangat memajukan dunia literasi membawa langkah Tim Literasi Situbondo beranjak hingga ke Daerah Istimewa Yogyakarta. Membawa mimpi besar untuk merintis penerbitan lokal di kota asal, perwakilan tim berkesempatan melakukan studi banding dan wawancara mendalam dengan Kak Dhias, seorang editor berpengalaman dari penerbit Shira Media. Pertemuan ini mengupas dunia industri perbukuan yang sangat dibutuhkan bagi ekosistem…
-

Di Balik Layar Bentang Pustaka: Menyelami Proses Kreatif, Tantangan Penulis, dan Realita Bisnis Buku
Pada 22 September 2026, langkah kami berlabuh di beranda Bentang Pustaka untuk menyelami samudra literasi yang penuh pesona. Kedatangan kami disambut binar bersahaja, diiringi kepulan seduhan kopi dan teh, serta ragam kudapan manis yang menggugah selera. Percakapan pun mengalir bermula, dibuka oleh Kak Sania Rasyid, sang penulis yang setia menautkan karyanya di sana. Sapaan ramah…
-

Bahasa Indonesia dalam Pengaruh Algoritma: Menggugat Identitas Tata Bahasa di Era Digital
Perkembangan media sosial dan algoritma digital telah membawa perubahan yang sangat fundamental terhadap cara masyarakat berbahasa, sekaligus membebankan tanggung jawab yang kian kompleks pada Bahasa Indonesia. Pada era serba cepat ini, setiap individu memiliki ruang dan kesempatan yang sama untuk memublikasikan gagasan secara bebas tanpa harus melewati prosedur penyuntingan yang ketat. Ketiadaan kurasi tata bahasa…
-

Ingatan dari Gunung Sari: Tentang Silsilah dan Jati Diri
Saya mulai menulis ini saat medsos ramai berita tentang kekalahan Manchester United atas Manchester City 0-1. Saya curi-curi waktu scroll instagram sebentar. Banyak netizen mengejek kekalahan MU dengan meme dan konten video pendek. Saya klik satu konten secara acak, lalu baca-baca komentar secara random. Beberapa komentar nakal memang berhasil membuat saya ketawa dan ikut merasakan…
-

Harjakasi ke-208 dan Filosofi Membagi Kerupuk Kaleng Ala Mas Rio
Jujur saja, setiap kali ada berita tentang peringatan hari ulang tahun kabupaten di Indonesia, ekspektasi saya biasanya langsung merosot ke titik terendah. Bayangan saya langsung tertuju pada deretan kursi plastik terbungkus kain putih, pidato pejabat yang panjangnya mengalahkan kemacetan jalan Pantura, dan pamer statistik ekonomi yang bikin kepala rakyat jelata seperti saya ini agak kram.…
-

UMKM Nagari Amping Parak: Menggerakkan Ekonomi Lokal Bersama KKN Reguler 2 Universitas Andalas Nagari Amping Parak
Nagari Amping Parak merupakan salah satu nagari yang memiliki potensi ekonomi masyarakat yang cukup beragam. Potensi tersebut terlihat dari berkembangnya berbagai Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang dijalankan oleh masyarakat setempat. UMKM tidak hanya menjadi sumber pendapatan bagi pelaku usaha, tetapi juga berperan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat dan membuka peluang ekonomi bagi lingkungan sekitar.…
-

Menata Ulang dan Merangkai Kata sebagai Langkah Kecil Penggerak Dunia Literasi di Nagari Amping Parak, Pesisir Selatan
Eksistensi perpustakaan memiliki peran penting sebagai penggerak budaya literasi. Di tengah perkembangan teknologi, perpustakaan tidak sekadar tempat menyimpan buku-buku, melainkan menjadi ruang bagi setiap orang untuk membuka pengetahuan dan wawasan. Setelah membaca buku, pembaca bisa mengembangkan ide, gagasan, imajinasi, serta kreativitas dalam berpikir. Bertolak dari latar belakang tersebut, mahasiswa KKN Reguler II Nagari Amping Parak…
-

Pertunjukan Eksperimental: “BUTAH” Membaca Krisis Ekologi
Jember, 9 Agustus 2026 — Gerak teater di Jember terus bergeliat dengan menghadirkan kekhasan, baik dalam tataran tekstual maupun estetika pertunjukan. Salah satu isu yang semakin banyak mendapat perhatian adalah krisis ekologi. Kerusakan alam yang kian nyata dalam satu dekade terakhir telah membentur kesadaran publik dan mendorong sejumlah kelompok teater menjadikannya sebagai tema utama dalam…
-

Buku “Nase’ Sodu” Diluncurkan, Angkat Kuliner sebagai Warisan dan Identitas Budaya Situbondo
Buku Nase’ Sodu: Warisan Kuliner dan Identitas Budaya Situbondo resmi diluncurkan melalui kegiatan launching dan diskusi yang digelar di Pendopo Murtajaya, Juglangan, Kecamatan Kapongan, Kabupaten Situbondo, Sabtu (8/8/2026). Kegiatan tersebut merupakan rangkaian akhir dari Fasilitasi Pemajuan Kebudayaan tahun 2026, BP Kebudayaan Jawa Timur dan dihadiri sekitar 50 peserta yang berasal dari berbagai kalangan, mulai dari…
-

Realitas Kelam Rezim Orde Baru dalam Cerpen “Saksi Mata” Karya Seno Gumira Ajidarma: Pendekatan Mimetik
Cerpen “Saksi Mata” karya Seno Gumira Ajidarma bercerita tentang saksi mata di ruang pengadilan yang datang tanpa mata. Dari lubang pada bekas tempat kedua matanya perlahan-lahan dan terus-menerus mengucur darah yang berwarna sangat merah. Para pengunjung pengadilan menjadi gempar dan berteriak-teriak dengan emosi meluap-luap. Sementara para wartawan sibuk memotret saksi mata dari segala sudut, membuat…