Kategori: Apacapa
-

Pertunjukan Eksperimental: “BUTAH” Membaca Krisis Ekologi
Jember, 9 Agustus 2026 — Gerak teater di Jember terus bergeliat dengan menghadirkan kekhasan, baik dalam tataran tekstual maupun estetika pertunjukan. Salah satu isu yang semakin banyak mendapat perhatian adalah krisis ekologi. Kerusakan alam yang kian nyata dalam satu dekade terakhir telah membentur kesadaran publik dan mendorong sejumlah kelompok teater menjadikannya sebagai tema utama dalam…
-

Buku “Nase’ Sodu” Diluncurkan, Angkat Kuliner sebagai Warisan dan Identitas Budaya Situbondo
Buku Nase’ Sodu: Warisan Kuliner dan Identitas Budaya Situbondo resmi diluncurkan melalui kegiatan launching dan diskusi yang digelar di Pendopo Murtajaya, Juglangan, Kecamatan Kapongan, Kabupaten Situbondo, Sabtu (8/8/2026). Kegiatan tersebut merupakan rangkaian akhir dari Fasilitasi Pemajuan Kebudayaan tahun 2026, BP Kebudayaan Jawa Timur dan dihadiri sekitar 50 peserta yang berasal dari berbagai kalangan, mulai dari…
-

Realitas Kelam Rezim Orde Baru dalam Cerpen “Saksi Mata” Karya Seno Gumira Ajidarma: Pendekatan Mimetik
Cerpen “Saksi Mata” karya Seno Gumira Ajidarma bercerita tentang saksi mata di ruang pengadilan yang datang tanpa mata. Dari lubang pada bekas tempat kedua matanya perlahan-lahan dan terus-menerus mengucur darah yang berwarna sangat merah. Para pengunjung pengadilan menjadi gempar dan berteriak-teriak dengan emosi meluap-luap. Sementara para wartawan sibuk memotret saksi mata dari segala sudut, membuat…
-

Napas Segar Musik Kontemporer Indonesia
Kala AMI Award 2025 dihelat, ada satu kategori penghargaan yang menarik perhatian saya, yakni “Karya Produksi Kontemporer Terbaik”. Bayangkan, jenis musik yang sering diasosiasikan banyak orang sebagai musik yang aneh, njelimet, membingungkan, atau tak enak didengar itu mendapat kursi di AMI Award. Bayangkan! Tentu saja ini prestasi tersendiri. Mengapa? Alasannya sederhana: AMI Award adalah forum…
-

Santri Tanpa Templek
Di Pulau Santri, entah siapa orang pertama yang menjuluki pulau itu dengan panggilan sakral tersebut. Bukan karena mayoritas penduduk pernah menyantri. Urusan ini saya kira ada sekian pulau-pulau lain yang lebih berhak secara statistik. Faktanya adalah para kiai di pulau itu sangat bermasyarakat. Di banyak potret kehidupan setempat, acapkali—tak ada undangan, tak ada hajatan—ulama turun…
-

Kubangan dan Jalan Pulang
Dulu, saya sering mendengar orang-orang berkata bahwa menjadi anak bungsu itu enak. Mulanya saya mempercayainya—itu terjadi saat saya masih berusia 17 tahun ke bawah, saya merasakan betul letak enaknya hingga menganggap omongan mereka adalah sebuah kemujuran. Tapi, setelah beranjak dewasa, hal itu beralih menjadi omong kosong belaka. Bukan lagi soal mujur, justru berubah menjadi pernyataan…
-

Keselarasan Manusia dan Alam pada Masyarakat Jawa: Sebuah Tradisi dalam Pembangunan rumah
Tidak hanya masyarakat Minang saja yang berguru kepada alam, masyarakat Jawa pun demikian. Bila di tanah minang terdapat falsafah “alam takambang jadi guru” di jawa terdapat istilah “memayu hayuning buwana”—suatu konsep yang berusaha untuk memperindah dunia dengan menyadari hubungan “ketersalingan” antara alam dan manusia. Oleh karena itu antara alam dan manusia haruslah terdapat keselarasan. Hubungan…
-

Catatan Juri: Lomba Cerita Pendek FLS3N 2026 Tingkat Kabupaten Situbondo
Menilai Cerita Pendek di Zaman AI (Artificial Intelligence) “Berapa lama menulis cerpen ini?” tanya saya sebagai juri, ketika sesi presentasi dan tanya jawab. Peserta—yang ternyata adalah calon pemenang—menjawab, “Sekitar sebulan.” “Wah, pantas saja cerpenmu tertata rapi.” Berapa Lama Menulis Cerpen? Tiga minggu sebelum acara FLS3N 2026, saya ditelepon oleh Pak Jefri untuk menjadi juri pada…
-

Konflik Agraria di Sumenep dan Luka yang Terus Berulang
Tanah memiliki makna yang sangat fundamental bagi keberlangsungan hidup petani, karena tidak hanya dipahami sebagai aset ekonomi, tetapi juga sebagai basis eksistensi sosial dan kultural mereka. Dalam perspektif tertentu, tanah bahkan diposisikan sebagai “benda mati yang dapat bergerak” karena nilai dan fungsinya yang dinamis dalam menopang kehidupan manusia (Sri Murniati, 2024). Di atas tanah tersebut,…
-

Iran-Israel: Perebutan Kekuasaan dan Solidaritas dalam Perspektif Ashabiyah Ibn Khaldun
Meningkatnya ketegangan global antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat, bisa dianggap sebagai persoalan program nuklir atau perang militer. Padahal perang antar negara tersebut tidak terjadi baru-baru ini, melainkan ada akar permasalahan yang akhirnya menjadi konflik berkepanjangan. Pada dasarnya, akar dari konflik perang antara ketiga negara tersebut jauh lebih dalam dan kompleks, berakar dari sejarah panjang…