Avatar Ahmad Nurul Ihsan

Tentang Penulis

  • Kubangan dan Jalan Pulang

    Kubangan dan Jalan Pulang

    Dulu, saya sering mendengar orang-orang berkata bahwa menjadi anak bungsu itu enak. Mulanya saya mempercayainya—itu terjadi saat saya masih berusia 17 tahun ke bawah, saya merasakan betul letak enaknya hingga menganggap omongan mereka adalah sebuah kemujuran. Tapi, setelah beranjak dewasa, hal itu beralih menjadi omong kosong belaka. Bukan lagi soal mujur, justru berubah menjadi pernyataan…

  • Gen Z Situbondo, Jangan Dulu Pergi

    Gen Z Situbondo, Jangan Dulu Pergi

    ”Ada bagian kulit telur yang kadangkala menolak pasrah untuk dikupas. Perlu upaya lebih untuk bisa memisahkannya.” Kemarin, saat mengikuti diskusi yang bertemakan “Posisi Gen-Z tantangan dan peluang”, saya kurang begitu sepakat dengan apa yang disampaikan oleh si AZ, selaku Narasumber pada acara yang bertepatan pada tanggal 27 September 2025. Di depan kaula muda, ia seolah…

  • Merayakan Literasi

    Merayakan Literasi

    Delapan hari sebelum acara Festival Literasi Situbondo digelar, sebenarnya sudah ada pameran buku di halaman Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Situbondo. Kehadiran Gramedia di kota yang sedang giat merakit masa depan ini bisa dikatakan membawa hikmah tersendiri. Mereka hadir bukan sekadar menjual buku, tetapi juga menjadi resep tambahan untuk menarik banyak orang datang ke acara FLS…

  • Festival Literasi Situbondo: Wajah Baru Kotaku

    Festival Literasi Situbondo: Wajah Baru Kotaku

    Penantian panjang para pegiat literasi di kotaku, akhirnya terbayarkan dengan diadakannya kegiatan Festival Literasi yang berlangsung pada tanggal 11 – 15 Oktober 2025 di Alun-alun Situbondo. Sinergitas antara Dinas Perpustakaan dan Kearsipan bersama teman-teman komunitas literasi serta dukungan Perpustakaan Nasional RI, berhasil menjadikan acara tersebut sukses dan meriah. Berkat kerja sama itulah, Situbondo saat ini,…

  • Selimut Air Mata

    Selimut Air Mata

    Sejak 10 tahun terakhir, Ibu belum lagi menyentuh tanah Bali, tanah yang melahirkannya ke dunia. Namun waktu panjang itu akan segera tiada, dan seminggu lagi Ibu akan kembali berada di sana. Begitu mendengar kabar ada keluarga Bali yang mau melangsungkan pernikahan, Ibu bertekad untuk datang dan meminta salah seorang saudaranya untuk bisa menjemputnya ke Situbondo.…

  • Cerpen: Bayangan Perpisahan

    Cerpen: Bayangan Perpisahan

    “Perpisahan memang tidak butuh perayaan. Tapi perpisahan selalu punya cara untuk melahirkan sebuah kenangan.” Awal bulan Agustus, saat Dirot baru pulang ngopi bersama teman-temannya, tiba-tiba ia tersekat di depan pintu rumah. Ketika hendak meremas gagang pintu, spontan ia terbayang sosok Dalot, kekasihnya. Sebab sebulan yang lalu adalah pertemuan terakhir mereka di rumah itu—rumah pribadi milik…