Tentang Penulis
-
Di Bangku Daun dan Puisi Lainnya Karya Muhammad Lutfi
Puisi-Pusi Muhammad Lutfi Emansipasi Waktu Dibalik tirai yang mengancam kemelut hari esok Fajar tetap berotasi menghiasi bumi Dengan sawah, hutan, dan samudra. Ikan-ikan menjadi tembok kokoh di pagar Nusantara Dengan bumbu masak yang menyemaikan bau bawang Ada sosok wanita yang menjadi ibu, menjadi istri, dan menjadi pekerja Buku menjadi sahabat karib di rongga waktu dapur…
-
Prosa Mini – Irama Kematian
“Hai pemuda, sedang apa kau disini?” Sebuah suara besar dan menggema entah dari mana asalnya membuat seorang pemuda yang sedang pulas tertidur terlonjak kaget. Ia mengamati sekeliling, tak ada apapun, hanya sebuah batu besar berjajar dengan pohon beringin yang ia sandari. Tak ada makhluk apapun, bahkan semut kecilnpun tidak nampak di Hutan Nasib yang jarang…
-
Menyuburkan Dakwah Islam di Amerika Melalui Novel
Oleh : M Ivan Aulia Rokhman Tanggal 11 September 2001 ada sejarah dunia baru. Di mana sebuah guncangan hebat yang mengakibatkan hubungan Amerika dan Islam renggang. Itulah hari yang dikerap disebut Black Tuesday atau selasa yang kelam. Karena pada saat itu terjadi sebuah pembajakan pada dua pesawat oleh orang yang mengaku beragama Islam guna menghancurkan…
-
Tanah Garam dan Puisi Lainnya Karya Faris Al Faisal
Puisi Faris Al Faisal Sang Penyair ~ Yohanto A Nugraha cimanuk yang mengalir di darahmu menggerakkan sampan sajakmu ke semenanjung indramayu menyatu dalam laut biru di ranah moyang arya wiralodra orasi sunyimu serupa cakra udaksana jati diri tanah pesisir jawa dwipa mengenalkan kota dengan kata pada cerobong pipa yang liat berminyak kau nyalakan api puisi…
-
Cerpen Seratus Perak
Uang seratus perak. Apa yang Anda pikirkan tentang itu? Tidak berharga? Sampah? Pengganjal dompet? Untuk pengemis dan pengamen? Sedekah di masjid? Atau juga untuk diberikan kepada anak-anak kecil yang masih termasuk dalam keluarga agar mereka gembira? Licik! Sangat licik! Sementara Anda menyimpan nominal yang lebih besar nilainya. Sebagai orang dewasa uang seratus perak sama saja…
-
Cerpen Kota Tanpa Telinga
Ini nukilan dari perjalananku, perjalanan panjang yang bertumpu pada sebuah harap untuk menemukannya. Tapi sebelum aku sampai pada tempat yang kutuju-pada titik akhir dari perjalananku, aku terkejut ketika sampai pada satu kota. Kota yang sebelumnya belum pernah kulihat dalam peta, kota yang sama sekali belum pernah kudengar. Kota itu adalah kota yang penduduknya tidak punya…
-
Puisi Sya’ban
Taman Kota Di sebuah taman kota berlampu pendar kita duduk menunggu pada sebuah bangku yang tersihir udara. Malam beku terkikis, memeram sepotong rembulan di rahimnya. Kota dengan musim dingin yang riang ini membingkai senyummu seabadi surga. Lalu, adakah keluh cemas yang tak terhapus oleh embunnya? Kota ini adalah kota penabur rindu pada pucuk-pucuk cemara, pada…
-
Resensi Buku Ramadan Undercover
Ramadhan Kemuliaan melalui Cerita Pendek Oleh : M Ivan Aulia Rokhman Bulan Ramadhan menjadi rangkaian sebulan dalam berpuasa untuk melawan lapar dan dahaga dari terbitlah fajar sampai terbenamnya matahari. Inilah sebuah cobaan yang dinilai amal jariyah terhadap Allah sebagai merebut kebaikan kita yang ditempuhi selama ini. Di situ banyak keceriaan yang amat dalam terhadap sebuah…
-
Kota yang Bernama Kata
wallpaperbetter.com Saya turun di stasiun kota ini tepat tiga hari setelah memutuskan untuk pergi dari tempat saya berasal. Ada firasat aneh memang saat saya baru menginjakkan kaki di kota ini. Beberapa orang terlihat duduk di bangku tunggu stasiun dan termenung, sekilas seperti diam dan tak melakukan apa-apa. Namun beberapa orang nampak tetap melakukan aktivitas seperti…
-
Pantai yang Menyerah dan Puisi Lainnya
PUISI PUISI NURIMAN N. BAYAN PANTAI YANG MENYERAH I/ Kau adalah pantai yang menyerah sesudah ombak, dan mimpi mimpi mengibarkan sayapnya. Aku adalah ombakmu yang letih sebelum pecah, dan mimpi mimpi melunasi hutangnya. II/ Kau adalah pantai yang menyerah sesudah ombak, dan mimpi melahirkan anak anak masa depan. Aku adalah ombakmu yang resah sebelum pecah,…