Tentang Penulis
-

Puisi: Ketika Bendera Berdetak
Ketika Bendera Berdetak (1) Ada bau mesiu menembus pagi,suara takbir bersahut dengan dentum meriam.Seorang ibu menutup telinga anaknyadan membuka dadanya pada kemerdekaan. Langit tak sempat menangis,terlalu sibuk mencatat nama-nama yang gugur.Sebuah kota terbakar,tapi yang menyala bukan rumahmelainkan iman. Di antara reruntuhan,ada sehelai bendera yang masih berdetak.Ia berkibar dari tangan gemetaryang belum tahu arti menang. Dan…
-

Kemerdekaan Sebatas Kalender dan Puisi Lainnya
KEMERDEKAAN SEBATAS KALENDER Delapan puluh tahun negeri ini merdeka.Di jalan-jalan, bendera merah putihberkibar seperti jemuran baru dicuci.Di dada, entah kenapawarna itu sering tak terlihat. Orang bertanyaapakah merdeka itu hanya upacara,menyanyikan lagu dengan suara parau,dan lomba makan kerupuk yang tak pernah kenyang? Kami merdeka, katanya,tapi berita sore selalu membawa kabartentang orang-orang yang pandai mencuridari piring bangsa…