Kategori: Cerpen

  • Cerpen : Permainan Pelukan Karya Haryo Pamungkas

    pixabay Oleh: Haryo Pamungkas “Ayah, mengapa semua mendadak gelap?” Ia bertanya. Tangannya menggenggam erat tanganku. Sangat erat. Seperti mengenggam harap kuat-kuat. “Tidak apa, Sayang, kita sedang bermain menutup mata.” Aku membelai rambutnya. Pelan; mencoba memberinya ketenangan. Meski diam-diam aku mulai menyerah, air mataku mengucur perlahan. “Tapi mengapa semua menjadi lebih dingin, Ayah?” Semakin erat genggamannya,

    selengkapnya…

  • Cerpen : Karet Gelang Pemberian Ibu

    pixabay Oleh: Dani Alifian Bagaimanapun ia adalah ibuku, surga ada ditelapak kakinya. Sebelum aku pergi merantau, ibu berpesan agar menjaga karet gelang ini dengan baik. Aku masih ingat ibu memberikan karet gelang berwarna merah polos ini ketika aku berpamitan untuk menggapai cita-cita di kota. Dengan berhati-hati ibu mengenakannya pada tangan kiriku sembari berpesan “Karet gelang

    selengkapnya…

  • Cerpen : Nanti Kutukar Cincin Pemberian Ibumu itu

    Oleh : Nurul Fata “Harga tiket sudah meroket. Sudahlah Bos, ayo dong, gagalin saja lewat tol langitnya. Kamu lewat darat saja ya, meet-up ya, Bos.” Suara itu, sangat feminism. Kata Bos, adalah cara dia memanggilku, Eny. Mendengar harga tiket semakin meroket, aku kaget. Padahal tadi pagi masih satu juta seratus sebelas ribu seratus sebelas rupiah.

    selengkapnya…

  • Cerpen : Suara Nurani

    pixabay Oleh: Imam Khoironi Malam telah benar-benar merasuk di kepala melalui rambut awut-awutannya, kini lelaki muda berwajah suram itu menggontaikan langkah menuju panggung tempat mimpinya akan menggelar pertunjukan. Harinya tadi hampir saja membuat kening dunia berkerut mempertanyakan apa yang ia lakukan. Betapa besar semesta hingga mau menampung kebodohannya dalam memaknai kata dosa. Pejamnya menelan seluruh

    selengkapnya…

  • Cerpen : Tarian Hujan

    unsplash Oleh: Agus Yulians Aku ingin melihat hujan. Aku ingin menari ketika hujan turun. Sudihkah Tuhan menurunkan hujan hari ini untukku! Batinku menggerutu berharap  hujan akan turun dan aku bisa menari di bawah guyuran air hujan. Kalau kalian tanya, kenapa aku suka hujan? Entahlah, aku juga bingung untuk menjawabnya. Namun, ketika hujan itu turun ada

    selengkapnya…

  • Cerpen : 7 Tanda Kematian Waliyem

    Oleh : Yolanda Agnes Aldema Segala kejadian yang ada di dunia selalu diawali dengan pertanda. Jika kalian belajar agama, peristiwa seperti kiamat besar, memiliki tanda-tanda yang membuntutinya. Pertanda serupa tanda seru. Sebuah peringatan yang lebih sering diabaikan daripada diperhatikan. Kepekaan manusia akan menjadi busur utama untuk menangkapnya. Peristiwa tercabutnya nyawa memiliki tanda-tanda yang membuntutinya. Tanda-tanda

    selengkapnya…

  • Cerpen : Maha Tipu Maha Guru Durna

    Oleh: Agus Hiplunudin (1) Pada sebuah sore yang keperakan. Bambang Ekalaya benar-benar takzim melihat kepiawaian Resi Durna dalam hal melatih olah senjata bermain panah pada murid terkasihnya, Arjuna. Akhirnya, Bambang Ekalaya yang sedari tadi mengintip di atas pohon beringin yang rindang, ia keluar dari persembunyiannya itu. Bambang Ekalaya langsung sembah sujud di kaki Resi Durna,

    selengkapnya…

  • Cerpen : Siapa yang Bernyanyi di Kamar Mandi?

    Oleh: Hendy Pratama JAM sebelas malam, aku terbangun. Telingaku kemalingan. Surai-surai gorden tersibak, kaca jendela bergetar, jam dinding miring, dan kasurku berkerinjang. Ada suara yang menggelegar—yang entah dari mana asalnya. Dan, suara itu bukan suara warga dusun sebelah—yang kerap kali berjudi di pos kamling dekat pasar dan berteriak kencang ketika salah satu dari mereka menang

    selengkapnya…

  • Cerpen : Pertemuan Kembali

    Seperti naga biru yang meliuk-liuk melintas karpet rerumputan hijau … hingga akhirnya berakhir di laut timur. —Michael Wicaksono  Oleh : Violeta Heraldy Setelah beberapa bulan menetap di pulau seberang, akhirnya dia bisa kembali menuju tempat kelahirannya. Setelah menghabiskan beberapa hari bersama keluarga, dia menghubungi sahabat dekatnya, yang ingin dia temui kembali setelah pengasingan yang cukup lama itu.

    selengkapnya…

  • Cerpen : Mimpi Setelah Membaca

      Oleh: Yolanda Agnes Aldema Akulah perempuan paling beruntung sejagad. Memperoleh seorang laki-laki yang sepanjang hidupnya mengkonsumsi buku, menggubah puisi dan menulis cerita pendek sebagai perekam segala yang ia lakukan dan pikirkan. Katanya, ketika membaca dengan sungguh-sungguh, ia selalu terangsang untuk menulis. Menjadi seorang kekasihnya adalah mencipta kehidupan yang damai, apalagi untukku yang tak tahu

    selengkapnya…