Kategori: Cerpen
-
Cerpen : Perselisihan untuk Sang Tuan Karya Lia Fega
Oleh: Lia Fega Semakin siang panas matahari membakar, semakin berkobar pula semangat Marwan untuk segera menyelesaikan pekerjaannya di sawah. Tentu saja agar lebih cepat selesai dan ia punya waktu untuk pulang mandi, sebelum kemudian ikut berkumpul di Kedai Kopi Kang Bahri. Ia tak ingin ketinggalan satupun bahasan terbaru setiap harinya. Tidak boleh. Namun, ia tak
-
Cerpen : Agama dan Prasangka Karya Muhammad Lutfi
Oleh : Muhammad Lutfi Sejak beberapa hari yang lalu warga Desa Karang Anyar dihebohkan dengan kabar kedekatan Faiz dan Mita, Faiz yang merupakan anak sulung dari Cak Sutris salah seorang tokoh agama di Desa Karang Anyar dikenal sebagai pemuda yang baik dan saleh, bahkan tidak sedikit warga desa yang ingin menjadikannya sebagai menantu, sedangkan Mita
-
Cerpen : Tentang Kota dalam Pikiran
Oleh : Alif Febriyantoro “Jadi, beginikah perasaan seseorang sebelum mengalami perpisahan?” tanya wanita itu kepada kekasihnya, di sebuah bangku taman yang melingkar, di bawah sinar bulan yang keperak-perakan, bersama angin, bersama dingin. Angin meminta mereka untuk saling menggenggam tangan. Dan dingin meminta mereka untuk jangan sampai saling melepaskan. “Tenang saja, pada setiap malam akan selalu
-
Cerpen : Geger Karang Gegger Karya Yudik Wergiyanto
Oleh : Yudik Wergiyanto Mayat laki-laki itu tergeletak mengenaskan di atas pematang dengan leher dan selangkangan yang bersimbah darah. Ia telah mati dengan cara digorok dan kemaluannya dipotong. Warga kampung Karang Gegger seketika menjadi geger. Hampir seluruh warga memenuhi sekitar tempat kejadian. Banyak warga yang ingin tahu, tetapi polisi sudah memasang garis di sekitar area
-
Cerpen: Peristiwa Menjelang Pemilu Karya Ahmad Zaidi
Oleh : Ahmad Zaidi Sehari menjelang pemilihan umum, laki-laki itu terkapar di atas ranjang yang menopang tubuhnya bersama seorang pelacur. Hasil otopsi rumah sakit menunjukkan bahwa beberapa menit sebelum meregang nyawa, ia menelan racun. Ditemukan kandungan arsenik sianida dalam tubuhnya. Sementara, pelacur yang menemani laki-laki tersebut pada malam itu, memberikan keterangan pada wartawan dan polisi
-
Cerpen : Ini Kawanku, Namanya Zar Karya Yulputra Noprizal
Oleh: Yulputra Noprizal Aku datangi Zar yang sedang duduk bermenung di kedai Miki—sebuah kedai kelontong dengan dua buah palanta yang mengapit sebuah meja. Zar nampak murung. Kapan pulang Zar, kataku. Setelah duduk di palanta, tak jauh dari sisinya. Zar tak jawab. Ia malah memandang jalan. Lalu, wajahnya tiba-tiba mengiba. Sebelumnya, aku sudah heran lihat Zar
-
Cerpen : Hujan di Paris Karya Andhy Kh
Dia bercerita tentang hujan. Hujan yang turun membasuh tubuhnya. Dulu dia sering bermain bola di tanah kelahiran saat matahari terik maupun hujan turun bersama kawan-kawan klubnya dan dia berhasil meraih pencapaian gemilang. Kini dia tersenyum kecut sembari di dadanya tersimpan isak-tangis kepedihan. Dia merasa terluka, sakit hati, dan kecewa karena federasi tim sepak bola yang
-
Cerpen : Mayat-Mayat Tercinta Karya Nanda Insadani
Nanda Insadani Pada suatu hari, terdapat seorang pria yang hidup dengan tujuh mayat manusia dalam satu kamar. Mayat-mayat itu berjejer rapi dan terbaring dengan tenang di atas kasur. Tapi tidak semuanya dibaringkan oleh si lelaki. Ada yang duduk bersandar di dinding, ada yang berdiri dengan bantuan semacam penyangga, bahkan ada yang digantung sehingga dapat sewaktu-waktu
-
Cerpen : Sebuah Hujan dan Guguran Kesedihan Karya Ahmad Zaidi
Oleh : Ahmad Zaidi Lagi-lagi hujan. Sebetulnya, aku telah bosan bercerita tentang hujan. Aku jengah tentang kesedihan. Tapi mau bagaimana lagi. Hujan tetap turun tanpa pernah tahu apakah ia membatalkan suatu rencana pertemuan. Lalu menyeruak lagu lama yang isinya selalu sama: kesedihan yang menyesakkan dalam sebuah kenangan. Ya, aku kembali mengingatmu justru disaat paling bahagia