Kategori: Cerpen

  • Cerpen Pledoi Jagung

    Cerpen Eko Setyawan Apakah hatimu pernah terguncang seperti halnya sebuah kapal yang tersapu gelombang besar. Ombak yang bergulung-gulung menabrak kapal dengan terus menerus lalu kau ditimpa kecemasan yang begitu mendalam. Keyakinanmu goyah, kau dirundung gelisah. Merasakan ketakutan dan ketegangan entah kapan akan berakhir. Apakah kau pernah merasakannya? Mungkin saja kau pernah merasakannya. Sama sepertiku yang

    selengkapnya…

  • Cerpen : Percakapan Malam Hari

    Oleh: Alif Febriyantoro “Apa yang akan kau lakukan ketika suatu saat aku ketahuan selingkuh?” Tanya seorang suami kepada istrinya. Di sebuah malam yang dingin. Di hadapan meja bundar yang memamerkan secangkir kopi. “Kau sungguh menanyakan hal itu kepadaku?” “Tentu saja.” “Aku tidak tahu.” “Tapi kau harus menjawabnya.” “Apa yang membuatmu menanyakan hal itu? Apakah kau

    selengkapnya…

  • Cerpen Seratus Perak

    Uang seratus perak. Apa yang Anda pikirkan tentang itu? Tidak berharga? Sampah? Pengganjal dompet? Untuk pengemis dan pengamen? Sedekah di masjid? Atau juga untuk diberikan kepada anak-anak kecil yang masih termasuk dalam keluarga agar mereka gembira? Licik! Sangat licik! Sementara Anda menyimpan nominal yang lebih besar nilainya. Sebagai orang dewasa uang seratus perak sama saja

    selengkapnya…

  • Cerpen Kota Tanpa Telinga

    Ini nukilan dari perjalananku, perjalanan panjang yang bertumpu pada sebuah harap untuk menemukannya. Tapi sebelum aku sampai pada tempat yang kutuju-pada titik akhir dari perjalananku, aku terkejut ketika sampai pada satu kota. Kota yang sebelumnya belum pernah kulihat dalam peta, kota yang sama sekali belum pernah kudengar. Kota itu adalah kota yang penduduknya tidak punya

    selengkapnya…

  • Kota yang Bernama Kata

    wallpaperbetter.com Saya turun di stasiun kota ini tepat tiga hari setelah  memutuskan untuk pergi dari tempat saya berasal. Ada firasat aneh memang saat saya baru menginjakkan kaki di kota ini. Beberapa orang terlihat duduk di bangku tunggu stasiun dan termenung, sekilas seperti diam dan tak melakukan apa-apa. Namun beberapa orang nampak tetap melakukan aktivitas seperti

    selengkapnya…

  • Cerpen Manuk Puter

    Sapa è bhârâ’ ro Manu’ puter ca’-loncaan Ta’ ènga’ lambâ’ ro Ècapo’ niser kapèkkèran Maka pada siang yang cerah, Klarita mendapati manuk puter tergeletak lemah tak berdaya di halaman rumahnya. Klarita memeriksa manuk puter. Ada sebagian tubuhnya terluka, seperti terkena tembak, sebagian bulu sayapnya rontok, tapi masih hidup. Klarita membawa manuk puter itu. Ia menemui

    selengkapnya…

  • Cerpen – Runtuhnya Pertahanan Kunti dan Perang Pandawa Lima

    Perempuan berusia delapan puluh tahun itu tergeletak lemah tak berdaya. Semua itu bermula ketika ia menginap di rumah anak pertamanya yang bernama Arjuna. Dimana perempuan dengan 20 cucu dan 8 cicit itu jatuh dari kamar mandi. Anehnya, dia baru memberi tahu tiga hari setelahnya. “Mak, telat memberi tahu. Akibatnya ada beberapa masalah di persediannya.” Menantunya

    selengkapnya…

  • Ritual Kopi dan Mua’llaqat dan Microsoft Word dan Kiai Agus dan Menyendiri

    Barangkali ini  mungkin terasa aneh. Aku adalah seorang santri lama di pondok yang berada di belakang Pabrik Sarung pinggir jurang ini. Namun tak banyak ilmu yang aku tahu hingga kini. Dan masih banyak lagi pikiran-pikiran yang merusak tempurung otakku. Begitu banal dan membuatku semakin kesal. Aku tidak tahu dari mana pikiran macam ini datang: kesialan

    selengkapnya…

  • Cerpen – Rindu

    Cerpen: Arian Pangestu dan Fazar Maul Rindu, pagi ini kau mengunjungiku, seperti biasa kau akan langsung masuk tanpa mengetuk pintu. Padahal aku sudah berkali-kali mengingatkanmu, jika ingin bertamu beritahu aku terlebih dahulu, agar aku dapat bersiap-siap untuk menyambutmu. Setidaknya aku bisa merapihkan rambutku yang berantakan ini, setidaknya aku sudah sedikit menyemprotkan parfum ke badanku yang

    selengkapnya…

  • Cerpen Gelisah

    Ia adalah seorang pria biasa yang lahir di akhir abad milenial. Tumbuh dalam wacana kehidupan peralihan antara tradisionalisme desa dan sekularisme modern kota. Perjalanan hidup dari hari ke hari telah membawanya pada kejenuhan tentang kecenderungan hidup yang membosankan—terikat dan menjadi orang kalah terus-menerus. Dalam salah satu bagian cerita tatkala ia masih bersekolah hingga jenjang kuliah,

    selengkapnya…