Kategori: Cerpen

  • Cerpen : Tuhan yang Kasat Mata Itu Beserta Agama Barunya

    Oleh : Ferry Fansuri Hibernasi ini telah lama mengukungku dalam kepompong digital dibalut kode-kode enkripsi, entah berapa lama aku berada sekarang. Kejadian-kejadian dejavu membangkitkan skenario baru, konfirmasi pusat data dilakukan. Ada atau tidak, sesuatu itu membuka pintu terlarang. Saat aku terbangun, dunia yang diami terasa berbeda sebelumnya. Kuraba dan kusentuh semua gamang, aku tak bisa

    selengkapnya…

  • Cerpen – Joe dan Dua Orang Gila

    Oleh: Gusti Trisno “Halo, ya, ya, ya. Saya setuju dengan pendapat Anda. Besok saya usahakan ke Malang.” Joe menghentikan laju sepeda motornya, ditatapnya lelaki yang barusan bergaya seperti menelpon seseorang itu. Lelaki itu tersenyum membuat buluk kuduk Joe meremang. “Amit-amit.” Rapal Joe dalam hati. “Mas!!” sapa orang lain melambaikan tangan pada Joe. Joe segera meninggalkan

    selengkapnya…

  • Cerpen – Bashe

    Bashe berlari tergesa, kepalanya menubruk pintu dengan keras. Pintu yang hanya terbuka sedikit kini menganga karena tubrukan itu. Bashe kibaskan ekornya dengan kencang, tubuhnya bergoyang lembut membuat air yang menempel di tubuhnya melompat sedikit demi sedikit. Cukup lama dia melakukan itu lalu mulai melangkahkan empat kakinya dengan berjinjit seperti maling yang mau masuk rumah korbannya.

    selengkapnya…

  • Cerpen Maha Dewi

    MAHA DEWI I Pagi buta, paduka Raja Santanu diiringi beberapa pengawal pribadinya memacu kuda, dari Hastinapura menuju Sungai Gangga, sungai yang elok dan cantik rupa, sungai tempat para resi melakukan olah tapabarata demi mensucikan diri dan mendekatkan rohani pada Sang Dewata pencipta jagat semesta, mayapada. Ketika matahari telah naik dua tombak ke langit timur, Raja

    selengkapnya…

  • Cerpen – Batas yang Direbutkan

    Seorang bocah laki-laki ternganga mulutnya ketika melihat manusia terbang, dengan kepak sayap berwarna putih berjumlah empat, dan kulitnya cemerlang berkilauan di atas telaga. Ia mengamati dengan bersembunyi di balik pepohonan. Seumur hidupnya, baru kali ini melihat manusia bisa terbang dan memiliki sayap. Parasnya seorang laki-laki, berbaju putih, dan dadanya tidak ditutupi oleh apapun. Ketika matahari

    selengkapnya…

  • Cerpen Gulistan

    Cerpen Gulistan

    Jikalau air matamu lebih berharga dari sebuah kehidupan, maka sungguh cinta bertakhta di atas segala. “Menghitung mundur usiamu bersamaku, yang ringkas dan lekas. Sepagi ini kau pergi, sehijau ini kau layu. Sudah tiga bulan April aku mengunjungimu, menengok ke belekang hari-hari lalu, sepi kupetik sunyi untuk diri sendiri,” kata pemuda itu dalam hati setelah menaburkan

    selengkapnya…

  • Cerpen – Ada Sesuatu yang Telah Dicuri dari Tubuhku, Entah yang Mana

    Jika kau merasakan apa yang telah dirasakan Sumi, maka kuanggap kalian memang telah merasakan kehilangan suatu hal yang begitu hebat. Begitulah pikirku. Atau mungkin juga ada dipikiran kalian. Tentang isi kepala yang semakin penuh, tetapi tak ada yang bisa kau hasilkan. Rasa berkabung dan kehilangan dalam tubuh Sumi telah muncul ketika ia masih jabang bayi.

    selengkapnya…

  • Cerpen – Dunia Silver

    Sarimin merasa dirinya berada di cermin. Anehnya, dia melihat tubuhnya sendiri berbaring di tempat tidur yang letaknya persis di depan cermin. Bagaimana dia ada di dalam cermin kamarnya, serta bagaimana bisa melihat tubuhnya sendiri padahal merasa tidak tidur, ia tidak tahu. Sarimin mengira ini pasti mimpi. “Aku harus keluar. Kalau tidak, nanti telat,” pikirnya mengingat-ingat

    selengkapnya…

  • Cerpen – Dendam Amba

    Raja siang tepat di atas ubun-ubun. Namun, bagi Amba yang sedang menanggung malu dan kecewa, karena cintanya ditampik Bisma secara terang-terangan—Bisma menolak diajak nikah oleh Amba. Hingga sengatan matahari pun tak dirasakannya panas, sebab barangkali panasnya matahahari terkalahkan oleh gelegak jiwanya yang lagi terbakar, terbakar karena dendam dan kebencian terhadap Bisma. Oleh : Agus Hiplunudin Amba

    selengkapnya…

  • Cerpen – Ketika Tertidur Wajahmu Terlihat Menawan

    Kulit keriput di wajahku sudah menggelayut manja. Terlalu banyak kenangan yang terkubur di sela-sela rambutku yang menjadi putih kelabu. Lelaki yang duduk di sampingku lebih banyak diam, sesekali menatap aku. Far namanya, sudah hampir delapan puluh tahun melalang buana di bumi. Pertemuan kami pun selama 60 tahun lalu. Bingkai hati yang menutup jendela hatinya tak

    selengkapnya…