Bulan: Oktober 2017

  • Yang Muda Berkarya

    Muda Berkarya, Muda Berprestasi Muda itu, berkarya bukan banyak gaya Muda itu, berprestasi bukan kebanyakan main ilusi Muda itu, banyak karya bukan banyak berbelanja Muda itu, banyak memberi bukan meminta Muda itu, selalu optimis dan berkreasi Menghasilkan karya agar bisa jadi inspirasi Muda itu selalu belajar bukan hura-hura Saat tua tidak lagi menyesal Karena masa…

    selengkapnya…

  • Cerpen : Dua Anak Kecil yang Menyeberang

    ytimg.com Oleh: Alif Febriyantoro Tujuh hari sebelum banjir melanda kota ini, saya bermimpi menemukan dua anak kecil sedang menyeberang ke arah utara, lalu menghilang. *** Tiga hari ini saya belum juga mengerti dengan cuaca yang begitu membingungkan. Langit masih mendung dengan air hujan yang terus berjatuhan setiap saat. Banjir sudah melanda kota Situbondo sejak sehari…

    selengkapnya…

  • Bolatik: Menyimak tim Preman Pensiun di Selowogo

    Kopi telah tandas, saya langsung masuk ke area lapangan bolatik. Kebetulan saat itu saya sedang berjumpa dengan Ipul Lestari yang rumahnya tidak jauh dari kompetisi bolatik. Para penonton memadati final lomba yang dihibur terlebih dahulu dengan dangdut elekton. Di sebelah pojok tampak sound system, di sebelahnya lagi tampak loudspeaker pada tiang bambu. Tampak pula aksesories…

    selengkapnya…

  • Menyimak Pengolahan Kopi Arabika di Kayumas

    Kopi seperti kenangan. Apapun yang disuguhkan. Nikmati saja. 19 September 2017 Maka pada suatu pagi yang cerah. Saya dan kawan-kawan, melaju ke perkebunan kopi Kayumas. Meski mata terasa berat, berusaha tetap terjaga. Sembari kami bercanda, dan menikmati pemandangan apa saja yang bisa saya lihat dari dalam mobil. Berbelok-belok. Terus menanjak. Sepanjang perjalanan, bolelah saya habiskan…

    selengkapnya…

  • Menanti Sebuah Tulisan

    Sampai sekarang aku masih tak bisa membedakan mana merindu dan mana tak bisa melupakannya. Oleh : Fathur Rahman Sore itu, aku tulis setiap apa yang muncul di dalam benak akan tetapi kata-kata itu rancu, tak ada yang kumengerti, bahkan untuk sejengkal katapun. Tak ada inspirasi dalam ruangan kecil nan bisu ini. Aku memutuskan untuk berdamai…

    selengkapnya…

  • Pesantren di Tengah Cengkeraman Kapitalisme Global

    Masyarakat yang sudah terhegemoni oleh zaman modern, akan semakin gandrung menikmati produk-produk global yang diklaim sebagai bagian dari modernitas. Mereka asyik menikmatinya tanpa berpikir dampak yang akan terjadi pada pencerabutan akar tradisi. Oleh : Achmad Nur Secara historis, pesantren merupakan sebuah lembaga pendidikan yang berbasis pengajaran tekstual yang eksistensinya mulai tampak pada akhir abad ke-18.…

    selengkapnya…

  • KH. A. Wahid Hasyim; Perjuangan dan Pemikiran tentang Pendidikan, Politik dan Agama

    Wahid Hasyim adalah salah satu tokoh yang berperan penting mengawal berdirinya Republik Indonesia. Ia telah ikut andil dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia hingga masa revolusi, bahkan sampai pada setelahnya. Sosok Wahid yang sejatinya tumbuh dan dibesarkan di pesantren, telah mampu menunjukkan eksistensinya dalam panggug politik Nasional. Ini menunjukkan bahwa, secara keilmuan beliau yang lahir dari rahim…

    selengkapnya…

  • Belajar dari Semesta; Kematian Bangsa Koloni

    Hari ini benar-benar sial, aku hampir mati, kemarin adikku mati. Lalu, sejam setelahnya kekasihku juga mati. Entah siapa lagi yang akan mati berikutnya? Oleh : Yudhianto Mazdean Sepertinya Tuhan sedang berpihak padaku, ini kedua kali selamat dari kematian. Beruntung sempat meraih sendok dalam gelas panas itu, segera mungkin aku membebaskan diri. Hupp! Lompat, dan selamat.…

    selengkapnya…

  • Pengaduan Orang-Orang Pinggiran

    Banyak orang di pinggiran yang masih belum diperhatikan oleh pemerintah. Oleh : Indra Nasution Mereka yang berada di pinggiran sangat sulit untuk mencukupi kebutuhannya, hingga mereka tidak mampu mencukupi urusan makan dan minum apalagi mau mengenyam pendikan untuk mereka yang di pinggiran. Banyak orang yang tidak bekerja atau pengangguran. Bukan cuma banyaknya pengangguran, melainkan juga…

    selengkapnya…

  • Cinta Bilik Hati

    Orang bilang cinta itu hadir karena tatapan mata turun ke hati. Tapi, bagiku cinta itu aneh. Cukup mendengar namanya desiran halus muncul sebilik hati. Tak pernah melihat sebelumnya. Hanya sekedar nama. Tak tahu rupa, tutur kata, cara menatapnya. Bagiku sudah cukup meski hadir sebuah nama. Semua nama yang hadir tak ada sedikit yang memahami. Apa…

    selengkapnya…