Tahun: 2017

  • Para Bajingan Yang Menyenangkan: Benar-benar Bajingan!

    Oleh : Yudik Wergianto Pertama kali saya membaca tulisan Puthut EA yaitu di buku kumpulan cerpen pilihan Kompas. Judul cerpennya “Ibu Pergi ke Laut”. Saya menyukai cerpen itu. Sejak saat itu pula saya tertarik untuk membaca tulisan-tulisan Puthut yang lain. Lalu, saya pun berkesempatan membaca buku-bukunya yakni Kupu-kupu Bersayap Gelap, Sebuah Usaha Menulis Surat Cinta,

    selengkapnya…

  • Sebuah Usaha Menulis Surat Lamaran

    Oleh : Ahmad Zaidi Kepada Dik Raras yang kecantikanmu membuat lelaki jadi tidak waras. Apa kabar kamu, dik? Semuanya berawal dari status di fesbuk yang kamu unggah belum lama ini. Status yang menyebut-nyebut kata lamaran. La-ma-ran. L-a-m-a-r-a-n. Lamaran. Aku belum tahu bagaimana status itu. Aku hanya tahu, setelah membaca statusmu salah seorang temanku tampak sumringah.

    selengkapnya…

  • Wahyu Agus Barata dan Ipul Lestari ; Senior Kesepian

    Oleh : Moh. Imron Saya mempunyai dua sahabat.  Di tahun 2017 ini, keduanya mendapat anugrah  atau semacam titel dari saya pribadi: Senior Kesepian. Indikator penialaian utama dari saya tentunya soal asmara. Yang pertama sering dipanggil Wahyu Agus Barata, sedang berikutnya sering dipanggil Ipul Lestari. Persamaan kedua sahabat saya; merupakan pengurus Backpacker Situbondo yang berdiri pada

    selengkapnya…

  • Damar Aksara; Puing-Puing Asmara

    Hari itu dua tahun yang lalu. Keluarga keduaku. Rumah ketigaku. Saudara-saudara terbaikku. Kampung Langai, Rumah Baca Damar Aksara beserta isi dan kenangannya. Aku benar-benar merindukannya. Dapur favorit untukku memasak. Dapur sederhana beralaskan tanah. Di sebelahnya adalah sebuah gudang. Sebenarnya ia masih satu ruangan. Hanya di sisi lain dari barangan dapur itu adalah perkakas yang sudah

    selengkapnya…

  • Kepada Yth. Bapak Bupati

    Oleh : Ahmad Zaidi Tubuh dekil itu terburu-buru menyusuri trotoar. Songkok nasional di kepalanya terbang dihempas angin. Tangannya menggapai-gapai, mencoba meraih, agar penutup kepalanya tak jatuh ke aspal kemudian dilindas ban kendaraan yang lalu-lalang. Tubuh kumal itu kembali berjalan, kali ini lebih cepat, lalu hilang ditelan gedung besar di tengah kota. Siapa pun bisa membaca tulisan besar di halamannya yang

    selengkapnya…

  • Eeufemisme: Antara Maling dan yang Kurang Maling

    Oleh Marlutfi Yoandinas Eufemisme atau penghalusan kata menjadi hal lazim ketika kata telah dikategorikan dalam strata maksud. Seperti halnya ketaklaziman kita untuk menyebut koruptor sebagai maling atau perampok atau begal. Padahal kalau dicermati kata tersebut sama-sama berarti perilaku mengambil yang bukan haknya. Namun, apa daya, kita telah dijebak untuk selalu menggunakan kata-kata manis dibanding kata-kata

    selengkapnya…

  • Identitas Dangdut, Identitas Situbondo

    Oleh Marlutfi Yoandinas Membaca tesis Panakajaya berjudul “Musik dan Identitas: Kajian tentang Musik Dangdut Madura di Situbondo”, setali tiga uang, kita akan menemu identitas dangdut, sekaligus identitas Situbondo. Melalui kacamata musik dangdut, kita digiring untuk menelusur sejarah, bahasa, bunyi, dan sikap kebudayaan “manusia Situbondo”. Sesuai suatu adagium, tidak ada sesuatu yang lahir dari ruang kosong,

    selengkapnya…

  • TUHAN Tidak Makan Ikan dan Cerita Lainnya: Tertawa Sembari

    Oleh : Yudik Wergiyanto Jika berbicara soal tulisan Gunawan Tri Atmodjo – saya lebih senang menyebutnya GTA – hal pertama yang saya bayangkan adalah humor. Tulisan GTA, khususnya cerpen, memang tak bisa dipisahkan dari humor. Di buku kumpulan cerpennya yang berjudul “Sundari Keranjingan Puisi”, GTA selalu menyisipkan humor di dalamnya. Begitu pula dengan kumpulan cerpennya

    selengkapnya…

  • Rumah Dalam Mata

    Oleh : Yudik Wergianto Ada rumah dalam mata Maliya, gadis yang kutemui dalam bus saat perjalanan menuju Surabaya. Aku melihatnya ketika kami berdua tanpa sengaja saling bersitatap. Mataku pun langsung bertemu pada kedua matanya yang agak besar dan tajam. Saat itulah aku bisa melihat sebuah rumah dalam pupil matanya yang agak kecoklatan. Tentu saja diriku

    selengkapnya…

  • Rindi Rindu

    Oleh : Irwant Aku selipkan surat rinduku dalam saku kiri jaket favoritmu. Sengaja aku tak beri tahu kamu karena aku memang tak ingin surat ini langsung kamu baca di hadapanku. Karena aku tak ingin melihat mata indahmu itu berlinang air mata. Sebab aku ingin menikmati malam ini bersamamu. Lampu taman begitu indah setelah direnovasi beberapa

    selengkapnya…