Tahun: 2017
-
Patung Letnan Nidin dan Letnan Soenardi, Hanya Pajangan Belaka (Bagian I)
Oleh: Ahmad Sufiatur Rahman PATUNG di depan Primkopad Kodim 0823 di Jalan PB. Sudirman, Situbondo, itu berdiri gagah melawan panas matahari, hujan dan angin. Dari saking lamanya kadang catnya yang luntur dipoles ulang agar lebih mengilap. Apalagi saat Agustusan. Letnan Nidin hanya menatap kosong ke arah langit, dan Letnan Soenardi yang memakai kaca mata hanya
-
Pengharapan
Oleh : Raisa Izzaty Tak ada yang selesai pada hidup Juga panjang jalan ini Burung burung pulang ke sarang Juga rindu tiba tiba punya ruang Seperti ciuman basah di pinggir pantai sore itu Aku mengingat matamu Jauh Seperti sebuah lorong panjang yang tak kutemui ujungnya Kubilang tak ada yang tak selesai pada hidup Tapi tidak
-
Guru Ngaji Langgar; Warisan Nusantara
Oleh: Moh. Imron Pendidikan di langgar mempunyai peranan penting dalam pengembangan dasar ilmu keagamaan. Seiring perkembangan zaman pendidikan non-fomal guru ngaji langgar ekstensinya mulai menurun. Banyak anak-anak yang sudah sibuk dengan tambahan les sekolah umum, kursus, bahkan ada yang sudah berganti dengan gadget, nongkrong dan sebagainya sehingga minat mengaji di langgar mulai turun bahkan ada
-
Situbondo Dik, Patennang!
Tak jelas kapan mulanya saya mendengar dan mengucapkan kata itu. Kalau tidak salah sejak saya masih kecil. Kesan awalnya biasa saja. Sampai baru-baru ini, saya mulai merasa ada sesuatu yang berarti pada kata itu. Oleh : MarlutfiYoandinas Patennang, jika diterjemahkan ke bahasa Indonesia kira-kira artinya tenanglah. Suatu kata yang diucapkan seseorang dengan maksud untuk memberi dukungan pada
-
Cangkaro’ Camilan Murah
Oleh : Uwan Urwan Dilema dalam berkeluarga saat tidak berselera makan biasanya menyisakan nasi di pemanas nasi. Meski nasi dalam pemanas nasi bisa awet, tapi bukan berarti enak dikonsumsi keesokan harinya. Pada zaman dulu, para perempuan kreatif memanfaatkan apa yang ada untuk dikonsumsi. Misalnya dengan memanen kangkung, genjer, dan beberapa gulma padi yang bisa dibuat
-
Di Balik Desain Logo Argopuro Fest 2
Oleh : Moh. Imron Argopuro Fest 2 atau Festival Argopuro 2 diselenggarakan pada 12-13 Mei 2017 di lereng Gunung Argopuro Desa Baderan Kecamatan Sumbermalang Kabupaten Situbondo. Desain Argopuro Fest 2 digunakan dalam gambar kaos depan yang telah dijual melalui preorder sekitar dua Minggu sebelum acara dilaksanakan dengan harga Rp.100.000, dan keuntungannya digunakan untuk kebutuhan Argopuro Fest
-
Senyum Karyamin: Perihal Kesederhanaan
Oleh : Yudik Wergiyanto Tulisan Ahmad Tohari yang sebelumnya pernah saya baca yaitu Di Kaki Bukti Cibalak. Buku yang menceritakan tentang seorang pemuda bernama Pambudi dan kehidupan orang-orang di desa Tanggir, sebuah desa yang berada di kaki bukit Cibalak. Satu hal yang berkesan dalam buku itu ialah Ahmad Tohari yang mampu memberikan gambaran tentang suasana desa,
-
Cerpen : Bicara Karya Uwan Urwan
Oleh : Uwan Urwan Sekarang sudah pukul 11:32 pm. Tahu apa artinya ini? Tengah malam? Iya benar—hampir. Ini sudah hampir tengah malam dan aku sedang muak mendengarkan radio yang pembawa acaranya terlalu banyak bicara. Laki-laki. Dia laki-laki dan aku pernah bertemu dengan orangnya dua kali. Aku mendengarkan siaran yang dinamakan ‘curhat galau’. Nama yang menjijikkan.
-
Bersama Pariopo
Oleh Uwan Urwan Hai, aku menyapa Assalamualaikum, aku bersalam Bersama cahaya gemerisik Lindu, dan rindu aku menyesap batang-batang rokok Menjadi candu, menanti panas rahmat Dan hujan-hujan datang dengan rezeki tanpa batas Aku, Imron, Zaidi, Sufi kembali, setelah setahun silam menerjang batu Menguliti resah Mencaci maki hati yang tersedak Hujan, aku memanggilmu Pagi, siang, sore, dan