Bulan: Maret 2020

  • Puisi : Di Sepanjang Jalan Ini

    PUISI Nahiar Mohammad CANDU ; Viona Safitri Ingiku dekap tubuhmu dalam dekap hangat tubuhku Ketika api belum tuntas memanaskan air ditungku dan air matamu belum sempat jatuh ke dalam kubangan luka “senyummu adalah kerinduan  tempat segala kesakitan  dan akhir dari kebahagiaan” Inginku dekap tubuhmu dalam dekap tubuhku bila senyummu hanya menjadi luka di pertemuan akhir

    selengkapnya…

  • Cerpen: Dinding-Dinding Rumah Seorang Pembunuh

    Oleh: Surya Gemilang Saat tengah malam, gempa membangunkan si Pembunuh dan istrinya yang tengah hamil besar. Gempa tersebut berlangsung selama kira-kira lima detik, membuat seluruh dinding rumah si Pembunuh dipenuhi retakan, hingga tampak seperti cangkang telur yang hampir dipecahkan oleh seekor anak ayam dari dalam. Lucunya, langit-langit pun lantai tak terluka sama sekali. “Biaya renovasinya

    selengkapnya…

  • Puisi: Setelah Kau Pergi dari Kamarku

    Membaca Lovecraft monster-monster memasuki mataku sebab matahari pecah rumahku segelap gua asing dalam kata-katamu terlihat taring memotong lenganku tentakel menjerat batang leherku cakar menyisir perih ususku sebelum mata terpecah tak mampu menampung horor yang tiba sebelum matahari lahir kembali dari akhir ceritamu dan aku, dalam butaku, merindukan ketakutan yang menggoda itu (Jakarta, Juni 2019) Setelah

    selengkapnya…

  • Cerpen: Aku Pulang, Bu!

    Oleh: HarishulMu’minin Malam mulai merangkak menuju wujud sempurnanya. Gerimis turun dari rahim cakrawala. Bulan yang semula bersinar pucat, kini sinarnya sudah tertutup awan dan tak lagi kelihatan, pun juga kerlip gemintang. Angin berembus pelan, menyelusup lewat celah jendela indekos Ardillah. Ia duduk di atas kasur. Pandangannya diarahkan keluar, melihat tetes demi tetes air yang mulai

    selengkapnya…

  • Puisi Mored: Ayah, Cinta, dan Nasihat

    Oleh: Hardiana* AYAH Air mata Jembatan rindu yang membara Rintihan hati yang tlah sirna Ungkapan perasaan yang takkan terlupa Cinta Gambaran kasih yang tak kunjung henti Untaian rasa yang tak pernah letih Semangat membangun yang selalu di hati Keluarga kecil yang kau jaga Membuat mereka tak akan lupa Atas segala kekuatan yang kau bina Akan

    selengkapnya…

  • Puisi: Negeri Atalan

    Gua Kehidupan Bernapas di udara yang penuh bangkai Dihiasi fana kebahagiaan Di tempat itu Banyak badut keji Mawar tumbuh di celah aliran air hujan Yang terserap tanah Namun, hidupnya seperti kurcaci tak elok berada di negeri ini dunia ini tempat kelucuan badut badut semrawut dan kita dinahkodai olehnya termometer kebenaran sirna didekapnya Negeri Atalan Seolah

    selengkapnya…

  • Cerpen: Senja yang Menyakitkan

    Oleh: Muhtadi ZL Di akhir bulan Januari, Mirna akan kedatangan tamu. Seorang lelaki jangkung, dengan hidung sedikit mancung dan gaya rambut yang dikepang. Lelaki itu kerap terbesit dalam benaknya ketika tidur dan melamun. Wajar jika Mirna benar-benar rindu pada Tarno, lelaki jangkung itu. Sebab mereka berpisah sudah dua tahun. Dengan rentan waktu yang cukup panjang

    selengkapnya…

  • Puisi Mored: Labirin Rasa dan Puisi Lainnya

    Oleh: Muhammad Iqbal Mukhlis*  LABIRIN RASA Sekat-sekat kasa hampa Menyibak rasa-rasa Membagi simpang-simpang Menjadi labirin tuah Pada simpang-simpang rasa Nubuatkan padaku tentang perjalanan mengakhiri rindu Mengikuti kiri belum tentu sesat Turuti kanan tak pasti selamat 2 hati untuk jejak pertama Secuil doa setiap sedegap langkah Pada jalan-jalan simpang Yang menyimpan banyak tantangan Simpang-simpang 1 tujuan

    selengkapnya…

  • Cerpen Mored: Prahara Ojung

    Oleh: Dinda Ayu Lestari* Tradisi Ojhung (Bahasa Madura) atau Ojung, yaitu tradisi yang dipercaya masyarakat Desa Bugeman, Kecamatan  Kendit, Kabupaten Situbondo untuk meminta hujan. Tradisi ini hanya boleh diikuti oleh laki-laki dan tidak diperbolehkan untuk wanita. Alasannya karena tradisi ini cara bermainnya saling memukul satu sama lain. Selain itu, peserta harus membuka baju. Alat yang

    selengkapnya…

  • Puisi: Pakaian Dari Bayang-Bayang Maut

    Merogoh Kardus Dalam sebuah kotak gelap di bagian bumi yang lain aku mencari jejak yang tertulis di seutas tali penjerat orang sinting Tak ada yang mampu bersembunyi di sehelai baju pembuat boneka yang jarang mengucapkan selamat malam Undurlah usaha bunuh diri sebab napas masih terlalu dini untuk meniupkan sunyi Pada ruang ini sebelum sayap kata-kata

    selengkapnya…