Bulan: Januari 2023
-
Mengenang Sumur, Menatap Luka yang Curam
Sumur merupakan fasilitas semesta buatan manusia terdahulu, darinyalah manusia di zaman itu mengharap anugerah Tuhan berupa sumber mata air untuk kelangsungan hidup. Namun, seiring kemajuan teknologi yang serba praktis, buatan manusia lain di era modern menyebabkan sumur telah memasuki kategori “pernah jaya pada masanya.” Pemasangan mesin air, pembangunan tandon air serta berdirinya perusahaan air, telah mengambil alih kedudukan…
-
Puisi-puisi Faris Al Faisal
NEXT 45 km – dari rapsodi perjalanan Kegembiraan akan menemani perjalanan, sejak awal waktu yang pelan. –next 45 km– Kukira akan banyak hal yang kaulihat. Sapi dan domba yang jinak, meski kadang menguasai markah jalan. Hikayat dunia fabel, dan cerita pendek lainnya. Di sisi jalan, padang rumput — senyum sapa penggembala. Di…
-
Cerpen: Penghiburan Kosong
Oleh: Robbyan Abel Ramdhon Jargen tiba di kantor polisi sebelum pukul sepuluh pagi. Dia menyebut nama istrinya kepada polisi yang sedang bertugas. “Tidak ada tahanan atau orang yang ditemukan dengan nama seperti itu,” kata polisi. Dia masuk ke cafe seberang kantor polisi, lalu duduk di kursi samping jendela yang menghadap ke jalan. Jargen belum tidur…
-
Wahana Trampolin, Catatan Pameran Exposition
Lewat sebuah pesan WhatsApp, seorang teman mengirim katalog elektronik sebuah pameran seni rupa. “Plis!!!” katanya dengan tiga tanda seru. Saya mendesis seperti ular, bukan karena kesal. Melainkan karena senang, merasa lebih berguna sebagai mahasiswa tingkat akhir Seni Rupa yang berminat lulus tapi enggan mengerjakan skripsi. Dan untuk itu saya menulis ini. *** Jika Anda sedang…
-
Cerpen: Malam Panjang Naq Kerinying
Oleh: Arianto Adipurwanto Begitu Naq Kerinying membuka mata tengah malam yang pertama terdengar olehnya adalah suara derit-derit lasah berugak. Suara itu bertahan cukup lama. Ia juga mendengar suara berat seperti napas orang yang sangat kelelahan. Baru ketika suara itu berhenti, ia bisa mendengar suara-suara lain: desau angin dan jerit burung hantu di kejauhan. Naq…
-
Pelabuhan Jangkar dan Puisi Lainnya
Pelabuhan Jangkar kualihkan pandangan ke batas lautbagai ujung dunia di depan matameski harus kuhentikan memainkan jalasupaya nyawaku tak berjumpa maut di Jangkar. seorang nelayan baru muncul dari ufuk cakrawalamembawa lelah-letih yang tertundadan kemenangan tersirat di bibirnyabagai usai menggapai benang raja di seberang Jangkar. bahkan bila harus dilupakan zamankuharap tak kehilangan pegangan. Di Kampung Kerapu sebuah mata melompatdari kelopak yang rapatrona-rona…
-
Resensi: Pengelolaan Lembaga Pendidikan Islam Secara Islami
Resensi buku oleh Dewi Faizatul Isma (21112348) Universitas Muhammadiyah Ponorogo Judul: Manajemen Lembaga Pendidikan Islam Penulis: Dr. Afiful Ikhwan, M.Pd.I Penerbit: NAJAHA Tahun terbit: 2022 ISBN: 978-623-99296-3-3 Jumlah halaman: 151 halaman Harga buku: Rp65.000,00 Lembaga pendidikan islam merupakan tempat berlangsungnya proses pendidikan Islam yang bersamaan dengan proses pembudayaan. Untuk menjadikan Lembaga Pendidikan Islam…
-
Cerpen: Rajam
Oleh: Aliurridha Memasuki daerah ini pikiranku langsung dihinggapi perasaan cemas. Ada sesuatu yang tak terjelaskan, di luar kebingunganku tentang mengapa pertemuannya mendadak pindah lokasi ke tempat yang jauh dari pemukiman. Jalan masuknya saja berupa lorong kecil yang dipenuhi belukar dan pepohonan liar. Jalan ini kelihatannya sudah sangat lama sejak terakhir dilewati manusia. Apa yang…
-
Puisi-Puisi Ramli Q.Z.
Mengapa Kau Tanyakan Laut? ; kepada tanya kala senja Aku ingat betul saat kau meraba ingatanku dengan tanyamu perihal laut. Itulah sebabnya aku seperti merasakan doa restu ibunda, yang mungkin bisa terlukis di pasir putih—jemari kaki seorang putri yang meramal usia karang. Apakah masih menakutkan laut itu, kekasih? ketika kau bercermin…
-
Cerpen: Nyallai Siwok
Oleh: Dody Widianto Kemarin, utusan dari Pekon[1] Way Nipah datang demi melihat bocah pembawa kutukan. Sejujurnya Ron malah tak percaya. Entah ia percaya tentang ramalan itu atau tidak, tetapi Daff seolah dalam bahaya. Maka dini hari itu ia buru-buru datang ke rumahku. Mengajakku serta menuju pelabuhan. Mengejar waktu menuju pulau pelarian. Sumatra. Daff baru saja…