Tahun: 2023

  • Dilema Perpanjangan Masa Jabatan Kepala Desa

      Oleh: Mustain Romli Setelah wacana perpanjangan masa jabatan presiden menyerbu khalayak publik, terutama masyarakat Indonesia. Kehidupan demokrasi seakan berada di ujung tanduk. Kekhawatiran meramu di mana-mana. Apalagi, media tanpa ampun terus gencar memberitakannya. Tak ayal, sebab sampai hari ini pun Indonesia masih memiliki trauma sejarah−kisah orde baru−yang menyebabkan luka teramat mendalam. Namun, sesudah wacana perpanjangan

    selengkapnya…

  • Cerpen: Perempuan yang Mengawini Senja

    Oleh: Ramli Q.Z.* Setiap kali ia berada di pantai ditatapnya senja itu, seakan-akan tiada panorama yang lebih indah. Ingin sekali ia menari di tubuh senja, atau sesekali mungkin memetik bebunga yang ada, dan bahkan ia sangat berharap hidup bahagia di sana. Apalah daya doa-doanya cuma menggantung mesra pada warna senja yang semakin kuning tua, semerah

    selengkapnya…

  • Puisi-puisi Thomas Elisa

    TIDUR SIANG   Ibu meriwayatkan penuh sabar tentang tidur siang sebagai obat mujarab memelihara daya tahan masa kanak kita menyembuhkan lelah yang memagut karena ibu paham betul usia kanak memerlukan  injeksi pengganti asupan gizi   “Ayo segera tidur siang” kata ibu seperti perawat kita dilayaninya segala macam dekil dibersihkannya dipijatnya kaki dan punggung kita yang

    selengkapnya…

  • Resensi: Sunyi di Dada Sumirah

    Oleh: Febrie G. Setiaputra* SEANDAINYA Sunyi, Sumirah, dan Suntini—3 tokoh beda generasi di novel—telah mendapatkan Pendidikan Kesehatan Reproduksi dan Seksualitas (PKRS/CSE), mungkin kekerasan-kekerasan berbasis gender dapat mereka hadapi dengan lebih baik. Mungkin, mereka dapat lebih mewawas diri dan tak jatuh dalam jebakan patriarki. Sunyi, Sumirah, dan Suntini bertalian darah. Sunyi adalah mahasiswi fakultas hukum berusia

    selengkapnya…

  • Puisi-puisi Citta Mandala

      Gerimis Itu Masuk ke Mataku   Lihat apa yang ada di depanku sekarang:             gerombolan awan serupa domba yang digiring menuju selatan             angin dingin yang mulai membelai belulang             gerimis kecil membentuk jejak air di kelopak anggrek ungu             burung-burung dalam perjalanan pulang             dan percakapan singkat sederhana Tapi kenapa gerimis itu masuk

    selengkapnya…

  • Cerpen: Lelaki Berpayung Putih

      Oleh: Putri Oktaviani Ketika lututku terjatuh di tanah yang basah, aku kembali menangis. Menatap batu nisan yang bertuliskan nama istriku. Wajahnya terekam begitu baik di memori ingatanku. Bersamaan dengan suara tangis seorang bayi yang sebenarnya tidak aku harapkan kehadirannya. Saat kami masih hidup berdua dalam usia pernikahan keempat, rumah tangga kami masih tenteram dan penuh

    selengkapnya…

  • Mengenang Sumur, Menatap Luka yang Curam

    Mengenang Sumur, Menatap Luka yang Curam

    Sumur merupakan fasilitas semesta buatan manusia terdahulu, darinyalah manusia di zaman itu mengharap anugerah Tuhan berupa sumber mata air untuk kelangsungan hidup. Namun, seiring kemajuan teknologi yang serba praktis, buatan manusia lain di era modern menyebabkan sumur telah memasuki kategori “pernah jaya pada masanya.” Pemasangan mesin air, pembangunan tandon air serta berdirinya perusahaan air, telah mengambil alih kedudukan

    selengkapnya…

  • Puisi-puisi Faris Al Faisal

      NEXT 45 km   – dari rapsodi perjalanan   Kegembiraan akan menemani perjalanan, sejak awal waktu yang pelan.  –next 45 km– Kukira akan banyak hal yang kaulihat. Sapi dan domba yang jinak, meski kadang menguasai markah jalan. Hikayat dunia fabel, dan cerita pendek lainnya. Di sisi jalan, padang rumput  — senyum sapa penggembala. Di

    selengkapnya…

  • Cerpen: Penghiburan Kosong

    Oleh: Robbyan Abel Ramdhon Jargen tiba di kantor polisi sebelum pukul sepuluh pagi. Dia menyebut nama istrinya kepada polisi yang sedang bertugas. “Tidak ada tahanan atau orang yang ditemukan dengan nama seperti itu,” kata polisi. Dia masuk ke cafe seberang kantor polisi, lalu duduk di kursi samping jendela yang menghadap ke jalan. Jargen belum tidur

    selengkapnya…

  • Wahana Trampolin, Catatan Pameran Exposition

    Lewat sebuah pesan WhatsApp, seorang teman mengirim katalog elektronik sebuah pameran seni rupa. “Plis!!!” katanya dengan tiga tanda seru. Saya mendesis seperti ular, bukan karena kesal. Melainkan karena senang, merasa lebih berguna sebagai mahasiswa tingkat akhir Seni Rupa yang berminat lulus tapi enggan mengerjakan skripsi. Dan untuk itu saya menulis ini. *** Jika Anda sedang

    selengkapnya…