Tahun: 2023

  • Resensi: Kambing dan Hujan

      Membangun Kesadaran Intelektual Dan Perdamaian Antar Ormas Islam Oleh: Kholil Rohman Novel “Kambing dan Hujan” karya Mahfud Ikhwan ini merupakan sebuah karya yang benar-benar berani menyentuh tataran lokalitas keagamaan. Hal ini terbukti dari struktur cerita yang secara menyeluruh membahas tentang bagaimana persinggungan antara Organisasi Masyarakat (Ormas) Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah. Beragam perbedaan dua

    selengkapnya…

  • Puisi-puisi Saiful Bahri: Tubuh Ramadan

       Tubuh Ramadan   kita hanya menumpaskan segala takwa pada rumput-rumput yang tak pernah usai menerjemahkan tumpukan sepi di ladang hati   sejak kau menjumpai jarak yang beranjak ia hanya menjadikan langkahmu sebagai tempuh seperti hari kemarin yang kau tumis di hari ini   perjumpaan doa dan tangan semoga mulai ada selawat tasbih di bulan

    selengkapnya…

  • Cerpen: Gelas, Pion dan Lukisan Picasso

    Oleh: Dody Widianto Dengan bekas luka yang membusuk dan bernanah di dada, kukira aku akan cepat mati. Nyatanya tidak. Dari lubang koreng itu, belatung-belatung seolah gesit menggeliat, merambat cepat ke kepala. Mereka mengingatkan, setahun lalu, di depan pintu, kamu pergi dengan meninggalkan bekas sayatan pisau di dada. Bibirmu merah biji saga. Tubuhmu terbungkus blus sekuning daging

    selengkapnya…

  • Puisi-puisi Safari Maulidi: Pasar Malam yang Hilang

      Pasar Malam Yang Hilang   Aku tak akan lagi mengirimimu pesan pagi ini Sebab sudah terlalu gelap awan di langit   Mungkin dengan ini Burung depan rumahmu akan tenang Sebab tukang koran yang biasa hinggap hilang   Bunga di tamanmu sekarang telah lebih riang Ketika mentari menjalar di pagi hari Sebab selang yang biasa

    selengkapnya…

  • Cerpen: Kunang-kunang di Atas Perahu

    Oleh: Rahman –Teruntuk Kawanku– “Adin, bangun nak! Sudah subuh,” suara halus Ibunya membangunkan Adin yang sedang terlelap dalam mimpi Indah. Dalam mimpinya, Ia sedang berlayar menelusuri lautan ganas penuh dengan ombak besar dengan begitu gagah. Tidak jauh berbeda dengan Columbus sang pelaut terkenal, mirip seperti Luffy sang bajak laut bertopi jerami. Sedikit malas, Adin perlahan

    selengkapnya…

  • Ramadan: Korban Keisengan Saat Tidur di Langgar

      Oleh: Rusdi Mathari Hampir setiap akhir pekan, kami selalu tidur bersama di langgar kakek. Kami akan mulai berkumpul di langgar sekitar sejam selepas tadarusan dengan membawa sarung. Itu adalah waktu yang selalu kami tunggu-tunggu setiap Ramadan, menjadi sebuah kegembiraan tersendiri karena sebelum tidur, ada-ada saja yang kami lakukan. Ada yang main gaple dengan hukuman

    selengkapnya…

  • Tarawih: Pakai Sarung tanpa Celana Dalam

      Setiap kali Ramadan, saya sering terkenang saat-saat bersalat tarawih di langgar (musala di kampung halaman bersama teman-teman sewaktu kami masih anak-anak. Ada dua langgar di kampung kami. Satu langgar didirikan Haji Rivai (kami memanggilnya Ji Ripai) dan satu langgar yang didirikan kakek. Oleh: Rusdi Mathari Langgar Ji Ripai yang terletak di barat kampung di

    selengkapnya…

  • Analisis dan Lirik Lagu Kala Benyak: Waktu yang Tepat untuk Bersedih

    Pertama kali mendengar lagu ini pada acara pernikahan (parlo) di desa saya di akhir tahun 2022. Waktu itu, saya tidak tahu judulnya. Saya juga tidak fokus menikmati lagu karena sedang bertugas sebagai juru tulis keter. Tapi saya tahu bahwa lagu tersebut merupakan lagu adaptasi dari lagu India, Hum To Dil Se Haare, ost film Josh

    selengkapnya…

  • Suka Duka Menjadi Anak Pejabat

    freepik Oleh: Hafizh Rafizal Adnan Kasus penganiayaan oleh anak pejabat kantor pajak belakangan ini sangat menghebohkan. Tidak hanya tentang betapa sadis penganiayaan yang dilakukan, tapi juga sudah merembet ke sumber kekayaan pejabat yang fantastis dan cenderung kurang wajar. Tak heran, para netizen mulai berpikiran dan menggeneralisasi bahwa semua anak pejabat memang tidak ada yang berkelakuan

    selengkapnya…

  • Resensi: Cinta, Ritual dan Balas Dendam

    Oleh: Indarka P.P. Pernahkah kita terbangun dari mimpi yang mengerikan? Dikejar sekawanan pasukan, berperang, bahkan bercinta. Secara mengejutkan, Menukam Tambo menawarkan pembacaan ke semesta antah-berantah, ganjil, juga mistik. Alurnya yang melompat-lompat sempat membuat kepala saya diserang pusing. Terus terang, demi mencari pada fragmen mana kisah ini berpangkal, saya harus membacanya sebanyak empat kali, sembari menyusun

    selengkapnya…