Kategori: Apacapa
-
Politik Layangan Situbondo
Strategi Politik dan Perumpamaannya Oleh: Muhammad Muhsin Di langit Situbondo, dua layangan baru saja diterbangkan. Sebuah layangan berwarna biru terbang lebih dulu, sementara layangan lain, yang berwarna oranye terbang kemudian. Menyusul. Menyaksilan dua layangan itu, orang-orang kemudian berkumpul dan terbagi dalam dua kelompok: biru dan oranye. Lucu rasanya jika kubu biru mengatakan: pilih yang sudah
-

Nonton Film di Bioskop Lama Situbondo
Kali pertama saya masuk ke gedung bioskop adalah saat menonton “Ratapan Anak Tiri.” Minggu siang, bapak mengajak saya dan kakak menontonnya di gedung bioskop Dahlia yang bangunannya hanya berjarak 10 meter dari bangunan masjid jamik yang berada di sisi barat alun-alun Situbondo. Kami duduk di kursi panjang yang terbuat dari rotan penuh tungau di barisan
-
Demam Tangan Disilang, Kaesang Pun Patennang; Komitmen PSI Lawan Korupsi
Oleh: Rully Efendi* Sama-sama berusia muda. Kaesang Pangarep tampak begitu akrab dengan Mas Rio. Seolah tidak ada pembatas, antara putra bungsu Presiden Joko Widodo, dengan Calon Bupati Muda Situbondo tersebut. Mereka pun kompak menyilangkan kedua tangannya, Selasa, 1 Oktober 2024. Simbol tangan rejection, mengartikan sebuah penolakan atas keburukan birokrasi yang tidak berpihak
-
Mas Rio-Mbak Ulfi; Calon Pemimpin Situbondo yang Anti Mainstream
Oleh: Rully Efendi* Semalam, di salah satu rumah makan wilayah Kecamatan Besuki, Situbondo, Pasangan Calon Bupati Mas Rio-Mbak Ulfi datang dalam diskusi bertajuk Ngopi Politik. Paslon no urut 1 itu berdiskusi bersama warga dan jaringan Pilar 08, sebuah organ gerakan pemenangan Prabowo-Gibran di Pilpres kemarin. Sewajarnya Mas Rio dan Mbak Ulfi berkampanye.
-
Refleksi September Hitam
Sumber foto: Panitia Aliansi Situbondo Memanggil Oleh: Marlutfi Yoandinas KESADARAN Saya membayangkan, jika kita memilih cuek atau diam pada suatu kondisi atau keadaan sekarang, akankah masa depan tetap begini-begini saja atau berubah sesuai yang kita pikirkan. Bayangan itu sungguh menghantui. Sampai muncul dalam benak, apakah yang saya lakukan ini bisa berdampak atau tidak. Ingin rasanya
-
Melihat Masa Depan Situbondo dari Lomba Flashmob Panarukan
Oleh: ImamSofyan Tepat tanggal 11 September 2024, media sosial KPU Situbondo (facebook dan instagram) memposting satu-persatu video lomba flashmob jingle pilkada serentak tahun 2024. Musik dan gerakan 17 kecamatan se-Situbondo hampir sama. Yang membedakan hanya lokasi pengambilan video serta seragam yang dikenakan. Saya tidak memiliki kuasa untuk menilai mana yang terbaik. Dari 17 kecamatan yang
-
Fashion dan Berbagai Dampaknya
Oleh: Sururi Nurullah Membahas tentang fashion, mungkin saya tak begitu piawai layaknya santri lain yang selalu memikirkan outfit. Sebab mengikuti tren busana, bukan ranahnya para santri, tapi bagi selebriti. Mereka memang berupaya menjadi sorotan, bukanlah panutan. Beda halnya dengan santri, kesehariannya mengaji dan mengabdi. Ia hidup dalam kesederhanaan, bukan jadi buah perbincangan. Keseharian kita ngalap
-
Arèsan Kompolan: Pergumulan yang Bukan Sekedar Rasan-Rasan
Oleh: Panakajaya Hidayatullah* Badannya memang terlihat kurus, dengan kerutan-kerutan di seluruh sudut wajahnya. Saat duduk, jari-jari tangannya tak pernah lepas dari lintingan rokok tembakau. Dua-tiga linting dihisapnya dalam-dalam dan diembuskan ke langit sembari menyimak lantunan syair-syair merdu. Penampilannya memang mencolok dan selalu mencuri perhatian orang, di antara jamaah berkopyah, hanya dia yang memakai blangkon. Siapa
-

Membentuk Ruang Penyadaran Melalui Lingkar Belajar Feminisme Situbondo
Merintis sesuatu memang butuh perjuangan dan niat yang besar. Setidaknya ini yang kami alami ketika Lingkar Belajar Feminisme Situbondo dirilis, hingga telah memasuki minggu ke tiga. Dengan mengatasnamakan sebuah wadah bernama Ruang Teduh, kami membuat sebuah lingkar belajar kecil-kecilan, yang tentu saja, anggotanya kami batasi (supaya keren) sehingga vibes diskusinya terasa intim. Lingkar belajar yang berfokus pada
-
Mbak Una Ultah, Dirayakan dengan Gembira Bersama Warga Trebungan
Kamis (15/8), suasana meriah menyelimuti Rumah Mas Rio di Desa Trebungan. Mbak Una, istri Mas Rio, yang baru saja berulang tahun, memilih untuk merayakannya bersama warga setempat. Ia ikut serta dalam berbagai permainan tradisional yang telah disiapkan oleh tim patennang. “Saya sangat senang bisa merayakan ulang tahun bersama warga Trebungan,” ungkap Mbak Una. “Acara