Kategori: Apacapa

  • Komunitas Biola Situbondo: Sebuah Capaian dan Tantangan

    Oleh: Mei Artanto Lantunan lagu-lagu nasional terdengar begitu lugas di antara suara lalu lalang truk dan kendaran lain di Jalan Pemuda, Situbondo. Bisingnya suara lalu lalang truk dan kendaraan, tidak menurunkan khidmatnya lantunan dua lagu yang dimainkan oleh Komunitas Biola Situbondo di areah Taman Makam Pahlawan Situbondo. Komunitas yang beranggotakan warga Situbondo lintas usia ini…

    selengkapnya…

  • Situbondo Penuh Cerita

    Oleh : Ahmad Zaidi Hal yang membuat saya ingin menertawai seseorang adalah ketika dia sibuk membanding-bandingkan. Saya menganggap itu konyol. Repot banget. Meski kadang saya juga begitu, sering membandingkan kota ini dengan kota lain. Untuk itu, mari tertawakan saya. Terimakasih. Kamu boleh mengeluh di sini minim lapangan pekerjaan. Nggak ada bioskop dan tempat hiburan bahkan…

    selengkapnya…

  • Kenapa Gerakan Situbondo Membaca Lahir?

    Oleh: Imam Sofyan Tepatnya ketika zaman Dinasti Abbasiyah, yang sebelumnya di masa Bani Umayyah. Seni, pikiran dan kebudayaan serta peradaban menjadikan umat muslim berkembang kemakmurannya. Dinasti Abbasiyah melanjutkan secara maksimal apa yang menjadi sebab kemakmuran umat muslim era Umayyah. Pada zaman tersebut mendirikan perpustakaan besar-besaran yang disebut dengan Perpustakaan Baitul Hikmah. Tugas perpustakaan ini menerjemahkan…

    selengkapnya…

  • Menanggapi Hari Jadi Kabupaten Situbondo

    Oleh : Agus Karyanantio, dkk. (Tim Evaluasi Kajian Harjakasi Opsi Tahun 1818) Diduga kuat ada penggiringan opini publik oleh panitia sarasehan HARJAKASI 5 Desember 2012 dengan bukti sebagai berikut : Pemateri tunggal tentu tidak memberi ruang pilihan narasumber sejarah pada audiens sarasehan. Cukup dengan moderator yang sarjana saja mudah digiring opini publik jadi satu warna…

    selengkapnya…

  • HARJAKASI: Hari Jadi Kabupaten Situbondo

    HARJAKASI: Hari Jadi Kabupaten Situbondo

    PENGANTAR Kebersejarahan memiliki arti penting dalam konteks kehidupan bermasyarakat. Hal tersebut dapat dipahami jika momen historis masa lalu mampu memberikan kontribusi yang signifikan dalam proses pembentukan karakter sosial serta peningkatan kualitas hidup bagi generasi yang akan datang. Pemahaman sejarah merupakan “kaca benggala” dimana segala ingatan dan pengetahuan kolektif masa lalu dapat ditelusur kembali guna memahami…

    selengkapnya…

  • Pak Kepala Desa, Belajarlah dari Film Dunia Terbalik!

    Oleh : Imam Sofyan Jika ada film sinetron yang disukai oleh kalangan pemuda, entah itu wanita maupun pria, maka ada dua film menurut pendapat saya. Preman Pensiun dan Dunia Terbalik. Dua film ini tidak hanya menawarkan tentang sinetron-sinetron yang bertele-tele bahkan berjilid-jilid seperti sinetron yang para ibu-ibu rela duduk berlama-lama di depan televisi, tetapi lebih…

    selengkapnya…

  • Memeluk Bayangmu di 1250 MDPL

    Oleh : Ipul Lestari Aku, Ruby dan Rufin. Kami bermaksud mendaki salah satu gunung yang berada di Situbondo, namanya Gunung Ringgit atau Putri tidur Situbondo. Mungkin kalian bertanya, mengapa disebut putri tidur? Karena, kalau dilihat dari sisi timur dan barat Situbondo, akan terlihat seperti seorang putri cantik sedang tidur menghadap ke langit. Dengan rambut terurai…

    selengkapnya…

  • Sebuah Usaha Menulis Surat Lamaran

    Oleh : Ahmad Zaidi Kepada Dik Raras yang kecantikanmu membuat lelaki jadi tidak waras. Apa kabar kamu, dik? Semuanya berawal dari status di fesbuk yang kamu unggah belum lama ini. Status yang menyebut-nyebut kata lamaran. La-ma-ran. L-a-m-a-r-a-n. Lamaran. Aku belum tahu bagaimana status itu. Aku hanya tahu, setelah membaca statusmu salah seorang temanku tampak sumringah.…

    selengkapnya…

  • Wahyu Agus Barata dan Ipul Lestari ; Senior Kesepian

    Oleh : Moh. Imron Saya mempunyai dua sahabat.  Di tahun 2017 ini, keduanya mendapat anugrah  atau semacam titel dari saya pribadi: Senior Kesepian. Indikator penialaian utama dari saya tentunya soal asmara. Yang pertama sering dipanggil Wahyu Agus Barata, sedang berikutnya sering dipanggil Ipul Lestari. Persamaan kedua sahabat saya; merupakan pengurus Backpacker Situbondo yang berdiri pada…

    selengkapnya…

  • Eeufemisme: Antara Maling dan yang Kurang Maling

    Oleh Marlutfi Yoandinas Eufemisme atau penghalusan kata menjadi hal lazim ketika kata telah dikategorikan dalam strata maksud. Seperti halnya ketaklaziman kita untuk menyebut koruptor sebagai maling atau perampok atau begal. Padahal kalau dicermati kata tersebut sama-sama berarti perilaku mengambil yang bukan haknya. Namun, apa daya, kita telah dijebak untuk selalu menggunakan kata-kata manis dibanding kata-kata…

    selengkapnya…