Kategori: Cerpen

  • Cerpen : Joe di Persimpangan Jalan Karya Gusti Trisno

    Oleh : Gusti Trisno Joe memejamkan matanya, lalu membayang hal-hal indah yang tak semestinya, mulutnya komat-kamit menahan rasa yang tak bisa dilukiskan dengan beberapa juta kata. Beberapa menit kemudian, jiwa remaja itu terguncang. Ketika mengetahui ibu masuk tanpa permisi ke kamarnya. “Apa yang kamu lakukan Joe?” Ibu bernada khawatir langsung menanyakan perilaku Joe yang memasukkan

    selengkapnya…

  • Cerpen : Kemari, Akan Kubacakan Puisi Karya Robbyan Abel R

    Cerpen Robbyan Abel R Ini bukan perkara ketakutan kita yang tidak mampu menebak masa mendatang. Ini soal bagaimana kebahagiaanku saat diberikan kesempatan bersamamu. Dalam permasalahan yang intim sekalipun. Meski kelak kita berpisah, biarlah perpisahan tetap menjadi perpisahan belaka. Setidaknya, riwayat hidupku sudah tercatat sebagai bagian dari mereka yang berbahagia. Tak seorang pun berhak menghapusmu dari

    selengkapnya…

  • Cerpen : Euforia Seorang Pelancong Karya Banang Merah

    Gadis itu seperti kunang-kunang. Ia menyukai lampu dan muncul setiap temaram, di tempat yang dialiri air. Kali ini ia singgah diperahuku, sebuah bidak terbuat  dari kayu mahoni yang kulabuhkan di tepi telaga yang penuh dengan manusia rimba. Lalu ia perlahan datang ditemani sepekat rembang yang kantuk dikakinya. Aku akan tenggelam malam ini di lautan cahaya

    selengkapnya…

  • Cerpen : Kesucian Karya Agus Hiplunudin

    Oleh: Agus Hiplunudin Arakan awan menelusuri pegunungan, wajahnya yang memanjang dan melebar menutup segala permukaan, kemudian hujan merintik, setelahnya lengang, hingga yang tersisa gurat indah pelangi melengkung para bolis di langit. Tidakah kau ingat, saat kau berbisik padaku, bahwa aku seorang lugu, polos, sebab aku masih perjaka? Ah, dalam sadarku, aku memang terlalu naif, selalu

    selengkapnya…

  • Prosa Mini : Monolog Seorang Kekasih Karya Banang Merah

    Kekasihku jika saat ini langitmu runtuh dan aku sedang tak bersamamu, menangislah sepuasnya, habiskan hari ini jangan sisakan esok atau lusa. Ketahuilah tak ada yang namanya jarak dan kematian, ia hanya sesuatu yang terpisah dari bumi bukan dari hati. Atema kekasihku, aku bukanlah seorang penyair yang telah menyelami seratus kehidupan dalam kata-kata, aku bukanlah seorang

    selengkapnya…

  • Cerpen : Ganti Bapak Karya Nanda Insadani

    Oleh : Nanda Insadani Setelah penuh pertimbangan dan berpikir dari berbagai sudut pandang yang berbeda, maka saya tak perlu lagi ragu untuk mencanangkan aksi unjuk rasa saya esok hari di pelataran rumah dengan judul: “Waktunya Ganti Bapak.” Bukan tanpa alasan, justru sudah terlalu banyak alasan darinya untuk tetap menjadi seorang bapak bagi kami. Saya muak.

    selengkapnya…

  • Cerpen : Sejarah Gumam

    Oleh: Yuditeha “Arah tuju kota Z. Naik. Jalan. Percepat. Pelankan. Percepat. Pelankan. Percepat. Percepat lagi. Pelankan. Pelankan lagi. Belok kanan. Belok kiri. Turun. Buka pintu. Tutup pintu. Kunci pintu.” Begitu aku keluar, kendaraan yang kupakai mencari sendiri tempat parkir. Banyak kendaraan lalu-lalang, terbang rendah, menuruti maunya si pengendara. Kabarnya, kota Z banyak menyimpan kisah sejarah.

    selengkapnya…

  • Cerpen : Untuk Perempuan yang Sedang Lari

    Berharap adalah cara bunuh diri paling mujarab. Menunggu adalah cara mengubah hati menjadi batu. Agustus masih menyeruakkan udara dingin yang kering, kota kita masih saja berwarna merah langitnya, memudarkan bintang dengan seribu macam lampunya. Sesekali hujan  datang membawa aroma-aroma tangis yang mengiris telinga para orang yang melintas di persimpangan-persimpangan jalan. Kota ini kecil dengan pemukiman

    selengkapnya…

  • Cerpen : Nyata dan Maya

    Oleh: Arum Reda Prahesti Kembali terputar di otakku rekaman peristiwa demi peristiwa yang pernah terjadi dan melibatkanmu di dalamnya. Pita kaset yang terputar pertama ialah peristiwa saat kita pertama kali bertemu. Aku ingat persis kala itu kau memakai kaos berkerah warna biru terang dan duduk di sampingku. Hal itu kau lakukan karena dosen pengampu matakuliah

    selengkapnya…

  • Cerpen : Tukang Sarang

    Oleh: Rahman Kamal Warga desa kampung Kalimas sangat berbahagia. Dalam hitungan hari, salah satu gadis cantiknya akan dinikahi oleh seorang saudagar kaya dari kota. Sebagai mahar, sebuah perayaan besar-besar an tuju hari tujuh malam akan digelar. Artis-artis ibukota serta lokal dipastikan ikut memeriahkan acara tasakkuran nikah tersebut. Jelas warga desa kalimas berbahagia. Seperti diguyur hujan

    selengkapnya…