Kategori: Puisi

  • Puisi: Doa-Doa Semak Belukar

      Puisi-Puisi Ratna Kuatiningsari*   AKULAH PENGEMBARA HARAPAN BEKU   Menjejakkan bekas kaki di lumpur Berpakaian sederhana berbalut perban Ku gendong tas yang meringkukkan raga Hanya bermodal pisau kecerdikan Memangkas semak berduri iktikad pejabat   Akulah sang pengembara Dalam pengembaraan hutan harapan beku Yang dibekukan oleh pihak berselubung dusta   Aku memikul keluh kesah rakyat…

    selengkapnya…

  • Puisi: Waw

      Pohon Randu   beban berat di kayumu kerja keras di akarmu angin rebah dari paru daunnya gugur satu persatu   kalau sudah macam begitu dengan cara apa pula bisa kutopang dirimu, ma?         Pasir Berbisik   angin meniup pasir padang menghantam kuda bersijalan derai kabut meruap gunung tampak kabur tampak samar…

    selengkapnya…

  • Puisi: Hujan Pukul 12.30

     Puis-Puisi M.Z. Billal Hujan Pukul 12.30   hujan jatuh deras sekali tepat pukul 12.30. aku menunggu di luar. di teras sebuah toko pakaian. sementara sebagian besar orang berebut masuk ke dalam rumah minum. tidak untuk mencari sesuatu. mereka tidak menginginkan apa-apa selain sampai tujuan. bahkan kehangatan sekalipun.   dan kini jalanan dan halaman batu seperti…

    selengkapnya…

  • Puisi: Kapsul Cinta

      Kapsul Cinta   kuminum kapsul cinta seteguk saja di malam pelita kupanggil-panggil namamu membabi buta   hidup adalah penantian kapan kau akan datang? aku ingin memandang dua belah bulan di matamu       Alam Kesadaran   aku berpikir dalam mimpi malamku ada sungai mengalir dari baktimu kepada rindu   aku berpikir dalam jagaku…

    selengkapnya…

  • Puisi: Kayu Layu

      freepik KERETA DARI KOTA   Aku mengenang kejadian empat tahun lalu sebelum kita pernah berkunjung pada ingatan   di hutan kita saling berpapasan aku membawa sekoper kepanikan berkejaran— dengan bayang-bayang malam sembunyi dari macetnya pagi buta   sebagian hidup telah hancur menjadi sobekan kertas kecil lampu-lampu menarik selimutnya tulang-tulang rel patah segerombol manusia membunuh…

    selengkapnya…

  • Puisi: Menaksir Zikir

      Menaksir zikir Ihda Asyrofi Di persimpangan jalan Dua katup mata nyalang memandang Lekat menatap ke atas tajam Kepada langit, ia meminta lindung Menyesap isak terasing dari renjana Di atas biduk terhampar Dua katup mata lelah meruah bergulu-gulut Terambang pasrah alur merajut Terbisik dalam dekap Sunyi gemericik Di selasar ruang mengiba Dua katup mata mengalun…

    selengkapnya…

  • Puisi: Harap 25 Sumsum

      Four Skeletons, One Photograph as well   A channel heart dechipers life codes of 4 photographs, 1 skeleton as well. Two skeletons deal with armful of affections, attachments, passions. Two photographs circumnavigate to embrace. Girl questions logical-mathematical intelligence tacked on 8518’s Instagram account. Acts as if lead to go for broke. Unshowered plants, broken…

    selengkapnya…

  • Puisi: Di Belakang Pondokan Teringat Du-Fu

      Di Belakang Pondokan Teringat Du-Fu   Ah! ditiup angin atap Tuan Du-Fu entah ke mana; sedang atap rumah sahaya gugur-ambruk di makan usia. Jadilah teladan bagi sahaya yang masihlah muda, yang masihlah dapat cari rumah untuk tulis lakon-cerita.   (2019)       Di Dekat Kolam Tua   Seorang pangeran tampan dikutuk menjadi seekor…

    selengkapnya…

  • Puisi: Kisah dalam Buku dan Puisi Lainnya

    Puisi Joe Hasan  Di Sofa Hijau   seperti pelangi yang kosong tanpa warna hari-hari berlanjut begitu saja mengikuti alur musim pandemi beberapa orang peduli beberapa lagi memanfaatkan gaji dan bantuan-bantuan yang masuk sebagai pengganjal nasib   di sofa hijau itu saksi kekosongan yang terus berjalan setiap malam menyaksikan kebejatan di tivi itulah pembicaraan setiap saat…

    selengkapnya…

  • Puisi: Kembara Rindu

    Puisi-puisi Mundzir Nadzir Anak Ombak   Asa kembali bernarasi pada legam di keluasan Sebelum kau sempat berbaring di ranjang Mengingat semalam ada pertaruhan hebat dengan badai membawa segumpal nyali  Berbekal keyakinan kau arungi jalan maut Tak lupa sebotol kopi kau timang dengan sarung Penaku meronta melihat tinggkahmu. Dengan langkah Perkasa  Di atas dermaga kau keliatan…

    selengkapnya…