Kategori: Puisi
-
Puisi: Kembara Rindu
Puisi-puisi Mundzir Nadzir Anak Ombak Asa kembali bernarasi pada legam di keluasan Sebelum kau sempat berbaring di ranjang Mengingat semalam ada pertaruhan hebat dengan badai membawa segumpal nyali Berbekal keyakinan kau arungi jalan maut Tak lupa sebotol kopi kau timang dengan sarung Penaku meronta melihat tinggkahmu. Dengan langkah Perkasa Di atas dermaga kau keliatan…
-
Puisi: Ibu Tani dan Puisi Lainnya
Puisi-puisi Nila Afila IBU TANI Hari ini hujan menyapa Hingga waktu menjelang senja Membawa kenangan tentang iba Mengingatkan kisah pada suatu masa Masa ketika aku masih remaja Kala itu kulihat lorong dari dalam surau Tak ada satu kendaraan yang berlalu lalang Hanya ibu-ibu tani yang tengah bersenda gurau Saat mereka berjalan pulang dari…
-
Puisi: Inkarnasi dan Puisi Lainnya
Puisi-puisi Dani Alifian Inkarnasi sebelum lahir, telah dipersiapkan setumpuk takdir untukmu: malam kelam, udara kacau, dan musim gugur “tiada kesempatan kedua,” ucapmu pada Tuhan yang saat itu hendak meniupkan ruh kesempatan kedua selalu hadir usai kesempatan pertama, bertumpuk begitu terus dan seterusnya dan seterusnya sebagai pengendali takdir , kamu berhak menciptakan jalan sendiri,…
-
Puisi: Pilihan Ganda
Puisi-puisi Diego Alpadani Pilihan Ganda Bagaimana caraku membunuhmu? A) Dengan sukur dan puji sebelum kapak selebar sandal jepit tancap di keningmu. B) Menggunakan MSG seember cucian kain Emak masuk ke dalam mi goreng santapanmu. C) Memberikan catatan perjalanan seorang politikus mati di dalam kardus akibat lupa cara menyogok wanita-wanita yang merobek rabu dirimu.…
-
Puisi: Sonet Api
Puisi-puisi Rion Albukhari Sonet Api Perlambang yang kukuh, tercermin dalam rangkamu, di dalamnya kobar kecemasan, mengintai bayang-bayangku. Dari dalam dirimu, meruyak kabut, melengking titah, menggelinjang amarah. Pada saat yang lain, kau merasuk ke mataku, berloncatan dari mulutku. Barangkali setelah ini aku benar-benar akan menjelma dirimu, oh bunga-bunga panas yang terbang, nantikan…
-
Puisi: Sajak Kenangan Kota Tua
Puisi-puisi Syukur Budiharjo Sajak Kenangan Kota Tua /1/ Jejak kakiku tersimpan di sini. Jalan Kopi. Ditembak tajamnya tatapan mata pengojek sepeda. Diburu lenguh mikrolet dan bus kota. /2/ Jalan Kali Besar Timur Jalan Kali Besar Barat. Dibelah kanal menghitam kian sekarat. Dikepung Gedung Merah juga gedung tua kayu jati. /3/ Jalan Asemka…
-
Puisi: Catatan Malam
Puisi-puisi Mohammad Cholis Catatan Malam Lampu-lampu berkejaran mendaki bulan Angin menyusui malam dalam temaram Lalu bintang pun jatuh seperti letupan rindu Memanggil sesuatu yang terkubur seratus tahun lalu Terbentanglah langit menerangi jejak duka Dan aku menemukan sisa kisah kita Di bawah rerimbun pohon yang kita tanam dengan doa-doa Dan kau masih saja ingin…
-
Puisi: Di Stasiun Sebelum Peluit
Puisi-puisi Ahmad Maghroby R Kiriman “Cong, ini kiriman dari ibu. Barangkali bisa kau jadikan puisi.” Sebuah paket tiba dengan Segala yang berakhir di Panarukan Dengan rel-rel dan stasiun tabah Menunggu siang kemaren masinis Bersiul pada pabrik manis muram, “ini,” Serbuk kafein Kayumas menyisir lereng Malam yang berat berkabut di pelupuk Nafas tembakau…
-
Puisi: Kesaksian Burung Trinil
Puisi-puisi Syukron MS Kesaksian Burung Trinil Di pagi hari: tiga burung trinil bertengger di atas deretan pagar ketika fajar matahari diam-diam semakin membara di ufuk sana. trinillah itu yang tertawa-tawa menyaksikan tumbuhan menggeliat di pelataran, sambil melompat-lompat dari dahan ke dahan kala, sambil berkelepak dari ranting ke ranting kelepai. trinil bersaksi bahwa tiada hari baik…
-
Puisi: Hikayat Sebuah Maut
Puisi-puisi Ayis A. Nafis Hikayat Sebuah Maut Setelah bulan berperak-perak menyembul dari cangkir kopi Sepasang kuda dalam balutan amarah berlari dari meja sebelah Kabut pekat mengepung, lalu gerak bibirmu mencipta bilah rindu Pohon-pohon janda yang mangkir dari pot pojok ruang Berusaha menahan embun sejauh mata kita memilih rabun Lalu jarak bergegas…