Kategori: Resensi

  • Loreng yang Mengikat: Empat Cerita Tentang Luka dan Ketabahan

    Loreng yang Mengikat: Empat Cerita Tentang Luka dan Ketabahan

    Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) macan dan harimau adalah dua jenis hewan karnivora besar yang berasal dari keluarga kucing namun makna keduanya berbeda. Macan digambarkan sebagai hewan yang kuat, liar dan agresif, memiliki sifat mandiri serta insting bertahan hidup yang tajam sehingga lebih menonjolkan kekuatan dan sifat garang secara umum. Di sisi lain, harimau

    selengkapnya…

  • Koloni: Fabel Sosial Ratih Kumala yang Menjepit Realitas Manusia

    Koloni: Fabel Sosial Ratih Kumala yang Menjepit Realitas Manusia

    Nama Ratih Kumala sudah akrab lewat Gadis Kretek. Namun, perkenalan serius datang belakangan, saat tugas kuliah semester tiga mewajibkan mencari buku terbitan tahun 2025. Dari situlah muncul novel terbarunya, Koloni. Jujur saja, awalnya ide cerita fabel soal semut itu terdengar biasa saja dan kurang menggugah. Ternyata, pandangan itu langsung terpatahkan, begitu membaca pengantarnya, rasa penasaran

    selengkapnya…

  • Resensi 3 Birds On a Wire

    Resensi 3 Birds On a Wire

    Novel bertajuk 3 Birds On a Wire ini ditulis oleh Diva, menceritakan tentang bagaimana Sabian menemukan Rigel dan Arka di penghujung napas mereka, mencoba memahami setiap luka lalu menawarkan bantuan untuk sembuh bersama. Dan tentang bagaimana Sabian yang selalu ingin menemani dan memberikan yang terbaik untuk sahabat perempuannya, Zeekara. Novel ini memiliki alur yang cukup

    selengkapnya…

  • Resensi: Parade Senyap

    Resensi: Parade Senyap

    SINOPSIS Seorang gadis populer menghilang tanpa jejak, tulang-tulangnya ditemukan tiga tahun kemudian di puing rumah yang terbakar. Polisi menemukan beberapa bukti yang menunjukkan keterlibatan seorang laki-laki, tapi tak bisa mendapatkan bukti yang membuktikan laki-laki itu sebagai si pembunuh. Laki-laki itu ditahan tapi kemudian dibebaskan karena kurangnya barang bukti. Ini bukanlah kali pertama laki-laki itu lolos

    selengkapnya…

  • Resensi: Ajâgâ Alas Ajâgâ Na’Poto

    Resensi: Ajâgâ Alas Ajâgâ Na’Poto

    Bâkto rowa, langè’ Kotta Kupang aropa tèra’na bulân bân komala sè abhârângè Royyan Julian. Resensi panèka aropaaghi catedhân kènè’ parjhâlânan Royyan Julian residensi ka Mollo, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timor.Parjhâlânan èmolaè tangghâl 20 Oktober 2019 jhâm satenga sapolo malem è labâng Bandar Udara El Tari. È kennengan jarèya Royyan ampon èyantos sareng Eric

    selengkapnya…

  • Resensi: My Magic Keys

    Resensi: My Magic Keys

    Mari Berpetualang ke Dunia Buku! Pernah terbayang membuat buku yang berisi cerita liburan, tetapi dikemas dengan begitu apik dan menarik? Penulis remaja kali ini telah berhasil melakukannya. Hanna Ameera, gadis kelahiran Bekasi tahun 2012 itu berbagi kecintaannya terhadap buku melalui liburannya di berbagai daerah. Buku berjudul My Magic Keys yang terbit pada tahun 2024 ini

    selengkapnya…

  • Resensi: Surat-surat Bukowski tentang Menulis

    Resensi: Surat-surat Bukowski tentang Menulis

    Charles Bukowski bukan orang Jawa. Ia lahir di Jerman pada 1920 dan kemudian migrasi jadi warga Amerika Serikat. Tapi kalau Bukowski adalah orang Jawa, maka ia tipikal Jawa yang blak-blakan, bloko suto, apa adanya. Ketika ia tidak menyukai seseorang, ia akan mengakuinya dengan terus terang. Ketika ia tidak menyukai kegiatan tertentu, ia tidak menutupinya. Ia tak peduli

    selengkapnya…

  • Resensi: Rumah Tanpa Cahaya

    Resensi: Rumah Tanpa Cahaya

    Saat Sosok yang Dibenci Justru Jadi yang Paling Dirindukan Oleh: Ardhiana Syifa Miftahul Jannah Cahaya satu-satunya dalam hidup keluarga Jdorkasa telah hilang. Rumah yang ditinggalkan seseorang yang dibenci bukannya menjadi damai, malah jadi makin berisik diisi keributan (Hal 214). Novel ini ditulis oleh penulis muda bernama Len Liu. Novel Rumah Tanpa Cahaya adalah lanjutan dari

    selengkapnya…

  • Resensi: Lelaki, Cinta, dan Masa Lalu

    Oleh: Cahyo Saputro Selepas melalui perjalanan jauh sepanjang 256 halaman yang diawali daftar isi singkat, saya dijumpai sebuah prolog yang sangat-sangat asoy, lima belas batang tubuh yang “terluka”, dan sebuah epilog sebagai penutup yang “sakit”. Prolog yang asoy mulanya membawa saya ke tempat perenungan menyoal hidup dan perkuliahan, “… kamu mematikan dering beker? Dengan malas

    selengkapnya…

  • Resensi: Aku Tak Membenci Hujan

    Oleh: Aprilia Dwi Nur Hartanti Novel berjudul Aku Tak Membenci Hujan yang ditulis oleh Sri Puji Hartini ini berhasil menarik perhatian para pembaca khususnya di kalangan remaja. Novel ini juga merupakan novel best seller dengan total pembaca yang begitu banyak. Hingga novel ini diangkat menjadi serial drama yang telah tayang baru-baru ini.  Novel Aku Tak

    selengkapnya…