Kategori: Resensi
-

Resensi: Di Bawah Mata yang Mengawasi
Bagaimana rasanya hidup sebagai perempuan ketika tubuhnya terus-menerus berada dalam situasi yang tidak aman? Pertanyaan ini tidak hanya menjadi pembuka resensi, tetapi juga menjadi benang merah yang menjahit keseluruhan pengalaman membaca kumpulan cerpen karya Raisa Kamila. Melalui cerpen-cerpen yang disusun dengan nada tenang dan reflektif, pembaca diajak menyelami pengalaman perempuan yang hidup di tengah ruang
-

Terjemah Syarah al-Waraqat: Memahami Kaidah Hukum Islam dengan Mudah
Ilmu Ushul Fiqh termasuk ilmu syariat yang tinggi posisinya di antara deretan ilmu agama. Sebab, perannya yang sangat krusial di dalam istinbath hukum. Tanpa ilmu tersebut, hukum tidak akan lahir dari sumbernya, yaitu al-Qur’an dan Hadith. Terutama di zaman pasca Rasulullah wafat. Dalam kitab Tanbihul Muta’allimin karya, hlm, disebutkan bahwa ushul fiqh termasuk salah satu
-

Pelayaran Terakhir: Menyusuri Kehilangan dan Pergolakan Batin dalam Cerpen Anggit Rizkianto
Setiap perjalanan punya saat di mana pelayaran tak menjanjikan pulang, melainkan mengajarkan arti melepaskan. Kumpulan cerpen Pelayaran Terakhir menampilkan tokoh dalam menghadapi rumah rapuh, hubungan retak dan perjalanan penuh ketidakpastian. Bangka Belitung menjadi ruang asal penuh ingatan dan luka sementara Jawa adalah tujuan yang melambangkan harapan sekaligus kenyataan baru yang tak selalu ramah. Benang merah
-

Loreng yang Mengikat: Empat Cerita Tentang Luka dan Ketabahan
Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) macan dan harimau adalah dua jenis hewan karnivora besar yang berasal dari keluarga kucing namun makna keduanya berbeda. Macan digambarkan sebagai hewan yang kuat, liar dan agresif, memiliki sifat mandiri serta insting bertahan hidup yang tajam sehingga lebih menonjolkan kekuatan dan sifat garang secara umum. Di sisi lain, harimau
-

Koloni: Fabel Sosial Ratih Kumala yang Menjepit Realitas Manusia
Nama Ratih Kumala sudah akrab lewat Gadis Kretek. Namun, perkenalan serius datang belakangan, saat tugas kuliah semester tiga mewajibkan mencari buku terbitan tahun 2025. Dari situlah muncul novel terbarunya, Koloni. Jujur saja, awalnya ide cerita fabel soal semut itu terdengar biasa saja dan kurang menggugah. Ternyata, pandangan itu langsung terpatahkan, begitu membaca pengantarnya, rasa penasaran
-

Resensi 3 Birds On a Wire
Novel bertajuk 3 Birds On a Wire ini ditulis oleh Diva, menceritakan tentang bagaimana Sabian menemukan Rigel dan Arka di penghujung napas mereka, mencoba memahami setiap luka lalu menawarkan bantuan untuk sembuh bersama. Dan tentang bagaimana Sabian yang selalu ingin menemani dan memberikan yang terbaik untuk sahabat perempuannya, Zeekara. Novel ini memiliki alur yang cukup
-

Resensi: Parade Senyap
SINOPSIS Seorang gadis populer menghilang tanpa jejak, tulang-tulangnya ditemukan tiga tahun kemudian di puing rumah yang terbakar. Polisi menemukan beberapa bukti yang menunjukkan keterlibatan seorang laki-laki, tapi tak bisa mendapatkan bukti yang membuktikan laki-laki itu sebagai si pembunuh. Laki-laki itu ditahan tapi kemudian dibebaskan karena kurangnya barang bukti. Ini bukanlah kali pertama laki-laki itu lolos
-

Resensi: Ajâgâ Alas Ajâgâ Na’Poto
Bâkto rowa, langè’ Kotta Kupang aropa tèra’na bulân bân komala sè abhârângè Royyan Julian. Resensi panèka aropaaghi catedhân kènè’ parjhâlânan Royyan Julian residensi ka Mollo, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timor.Parjhâlânan èmolaè tangghâl 20 Oktober 2019 jhâm satenga sapolo malem è labâng Bandar Udara El Tari. È kennengan jarèya Royyan ampon èyantos sareng Eric
-

Resensi: My Magic Keys
Mari Berpetualang ke Dunia Buku! Pernah terbayang membuat buku yang berisi cerita liburan, tetapi dikemas dengan begitu apik dan menarik? Penulis remaja kali ini telah berhasil melakukannya. Hanna Ameera, gadis kelahiran Bekasi tahun 2012 itu berbagi kecintaannya terhadap buku melalui liburannya di berbagai daerah. Buku berjudul My Magic Keys yang terbit pada tahun 2024 ini
-

Resensi: Surat-surat Bukowski tentang Menulis
Charles Bukowski bukan orang Jawa. Ia lahir di Jerman pada 1920 dan kemudian migrasi jadi warga Amerika Serikat. Tapi kalau Bukowski adalah orang Jawa, maka ia tipikal Jawa yang blak-blakan, bloko suto, apa adanya. Ketika ia tidak menyukai seseorang, ia akan mengakuinya dengan terus terang. Ketika ia tidak menyukai kegiatan tertentu, ia tidak menutupinya. Ia tak peduli