Bulan: Februari 2018

  • Cerpen Gulistan

    Cerpen Gulistan

    Jikalau air matamu lebih berharga dari sebuah kehidupan, maka sungguh cinta bertakhta di atas segala. “Menghitung mundur usiamu bersamaku, yang ringkas dan lekas. Sepagi ini kau pergi, sehijau ini kau layu. Sudah tiga bulan April aku mengunjungimu, menengok ke belekang hari-hari lalu, sepi kupetik sunyi untuk diri sendiri,” kata pemuda itu dalam hati setelah menaburkan…

    selengkapnya…

  • Puisi – Januari yang Yatim Februari yang Piatu

    Puisi-puisi Nuriman N. Bayan Januari yang Yatim Februari yang Piatu Pada januari yang yatim tak seperti angin ia tertawa tanpa sebab. Pada februari yang piatu tak seperti daun ia menangis tanpa sebab. Ternate, 11 Februari 2018. Adakah Jalan Menunuju Rumahku Jika aku lepas dari aturan-aturan yang kau buat adakah jalan menuju rumahku? atau verba telah…

    selengkapnya…

  • Ulas Buku – Memaknai Segitiga Cinta

    Judul Buku : Cinta dalam Semangkuk Sop Kaki Kambing Penulis : Ifa Avianty Penerbit : Indiva Media Kreasi Cetakan : I, Oktober 2016 Tebal : 176 Halaman ISBN : 978-602-6334-03-9 Sisi cinta tidak lepas memandukan pasangan seperti melekatnya hati dan uluran pikiran terhadap meluluhnya jiwa laki dan perempuan. Setiap malam minggu kadang pula menemui cinta…

    selengkapnya…

  • Laksana Putih Salju

    Kebahagiaan yang dicari terkadang tak ditemukan. Ia begitu misteri. Gelap. Tak berwarna. Begitulah kebahagiaan itu. Tidak ada kebahagiaan yang hakiki di dunia ini. Hanya sebentar. Paling lama 5 menit, selebihnya hanya kesenjangan yang dirasakannnya. Kedua anak kecil itu menatap penuh harap kepada Ayah mereka. Mereka tersenyum seraya berkata “Pulanglah dengan membawa ikan yang banyak, Pak.”…

    selengkapnya…

  • Cerpen – Ada Sesuatu yang Telah Dicuri dari Tubuhku, Entah yang Mana

    Jika kau merasakan apa yang telah dirasakan Sumi, maka kuanggap kalian memang telah merasakan kehilangan suatu hal yang begitu hebat. Begitulah pikirku. Atau mungkin juga ada dipikiran kalian. Tentang isi kepala yang semakin penuh, tetapi tak ada yang bisa kau hasilkan. Rasa berkabung dan kehilangan dalam tubuh Sumi telah muncul ketika ia masih jabang bayi.…

    selengkapnya…

  • Puisi – Elegi Nasib Kami

    Puisi-puisi Ahmad Radhitya Alam Elegi Nasib Kami relung gedung yang termenung mulai merapuh luruh di antara nasib kami yang tidak pasti ketam legam masa silam menggoreskan sebuah nanar elegi yang mendalam nasib kami,  orang rantau dari nusa seberang sungguhlah sulit untuk dikerat dan diambil hasil panennya pada masa mendatang tak maksud hati kami datang kemari…

    selengkapnya…

  • Perjalanan Tiga Pendaki untuk Memaknai Kehidupan

    Judul Buku – Altitude 3676 Penulis- Azzura Dayana Penerbit – Indiva Media Kreasi Cetakan – II, Mei 2014 Tebal – 424 Halaman ISBN – 978-602-8277-92-1 Oleh : M Ivan Aulia Rokhman Berawal dari pertemuan dengan Mareta di kompleks Candi Borobudur, kemudian menelusuri jejak Raja Ikhsan di Tanjung Bira hingga Semeru. Ketiga tokoh tersebut menjadi sudut pandang cerita yang…

    selengkapnya…

  • Ulas Buku – Politik Gender karya Agus Hiplunudin

    Judul Buku Penulis Penerbit Cetakan Tebal ISBN : Politik Gender : Agus Hiplunudin : Calpulis : I, 2017 : III + 104 Halaman : 978-602-6576-06-4 Gender Manusia terlahir ke dunia baik sebagai laki-laki maupun sebagai perempuan bukanlah pilihan dirinya sendiri, bukan pula pilihan secara rasional, atau pun takdir biologis. Namun, entahlah? Nampaknya telah terjadi kesalah-pahaman…

    selengkapnya…

  • Cerpen – Dunia Silver

    Sarimin merasa dirinya berada di cermin. Anehnya, dia melihat tubuhnya sendiri berbaring di tempat tidur yang letaknya persis di depan cermin. Bagaimana dia ada di dalam cermin kamarnya, serta bagaimana bisa melihat tubuhnya sendiri padahal merasa tidak tidur, ia tidak tahu. Sarimin mengira ini pasti mimpi. “Aku harus keluar. Kalau tidak, nanti telat,” pikirnya mengingat-ingat…

    selengkapnya…

  • Puisi – Bertanya Pada Minggu

    Puisi-Puisi Joe Hasan Bertanya Pada Minggu Aku bertanya pada Minggu esok Dengan malam yang menusuk sepi-sepiku Dingin yang berselonjor di atas kulit Seakan aku menyerah sepanjang masa Bukankah telah kulukis kematian Di atas putih dan bersihnya kenangan Bisa saja ia berpaling nanti Ketika semua usia bertemu Namun aku sedang ingin berubah Ingin melupakan segala kebaikan…

    selengkapnya…