Bulan: Januari 2019
-
Cerpen : Agama dan Prasangka Karya Muhammad Lutfi
Oleh : Muhammad Lutfi Sejak beberapa hari yang lalu warga Desa Karang Anyar dihebohkan dengan kabar kedekatan Faiz dan Mita, Faiz yang merupakan anak sulung dari Cak Sutris salah seorang tokoh agama di Desa Karang Anyar dikenal sebagai pemuda yang baik dan saleh, bahkan tidak sedikit warga desa yang ingin menjadikannya sebagai menantu, sedangkan Mita
-
Cerbung : Raisha Karya Ipul Lestari
Oleh : Ipul Lestrari Satu malam suntuk aku menulis surat untuknya. Satu persatu aku tuangkan kata terbaikku lewat selembar kertas ini, dengan semangat yang menggebu, besok pagi aku akan menemui Raisha. Aku bayangkan sedang mengetuk pintu kelasnya, lalu dia membukanya dan mempersilahkan aku duduk di sampingnya. Aku angsurkan selembar kertas ini melayang di tangannya “Aku
-
Puisi : Dalam Kanvas dan Puisi Lainnya Karya T. Rahman Al Habsyi
Puisi-puisi T. Rahman Al Habsyi Tepi Bukit Panduman Ilari dibawah bulan yang tidak begitu terang sekitar tampak hitam legam dingin menusuk-nusuk tulang dan badan kau bercerita segala isi dalam dada arah pandang kita menatap lampu temaram kota kita sekarang di puncak Desa Panduman istimewa sebagai dua orang yang sama-sama terluka dipaksa untuk tertawa malam makin
-
Situbondo : City of Sellow
Oleh : Ahmad Maghroby Rahman* City of Sellow, itulah term yang saya sematkan untuk kota saya tercinta, yang luar biasa saya syukuri penemuannya, yang setelah saya temukan, saya senyum-senyum sendiri sambil mengendarai sepeda motor sehabis mengantar adik bersekolah. Bagaimana saya tak bersyukur? Term itu sudah sejak lama saya ingin temui, setelah sekian lama juga saya
-

Sejarah, Tubuh, Dosa dan Diri dalam Merupa Tanah di Ujung Timur Jawa
Merupa Tanah di Ujung Timur (Antologi Penyair 7 Kota) berisi puisi-puisi yang ditulis oleh penyair yang telah punya rekam jejak kepenulisan di dunia sastra. Seperti yang dinyatakan kurator dalam pengantarnya, antologi ini hendak merayakan pengalaman psikologis yang sekaligus hendak menegaskan identitas melalui lokalitasnya. Berangkat dari judul antologi ini, maka saya menyoroti ‘tanah yang dibawakan puisi-puisi di dalamnya. Berawal
-
Cerpen : Tentang Kota dalam Pikiran
Oleh : Alif Febriyantoro “Jadi, beginikah perasaan seseorang sebelum mengalami perpisahan?” tanya wanita itu kepada kekasihnya, di sebuah bangku taman yang melingkar, di bawah sinar bulan yang keperak-perakan, bersama angin, bersama dingin. Angin meminta mereka untuk saling menggenggam tangan. Dan dingin meminta mereka untuk jangan sampai saling melepaskan. “Tenang saja, pada setiap malam akan selalu
-
Puisi : Cerita Terompah Tua dan Puisi Lainnya Karya Bang Yof
Puisi-puisi Bang Yof Cerita Terompah Tua Nenekku dulu bercerita: perihal terompah tua yang selalu ia guna setiap ke ladang padi kini terompah tua berganti sepatu kulit buaya. Nenekku dulu bercerita: dahulu sungai ramah, ladang puyangku cari nafkah kini luapan murkanya dimana-mana. Nenekku dulu bercerita: dahulu hutan kita hunian harmoni para kera, gajah, rusa dan kenari
-
Cerpen : Geger Karang Gegger Karya Yudik Wergiyanto
Oleh : Yudik Wergiyanto Mayat laki-laki itu tergeletak mengenaskan di atas pematang dengan leher dan selangkangan yang bersimbah darah. Ia telah mati dengan cara digorok dan kemaluannya dipotong. Warga kampung Karang Gegger seketika menjadi geger. Hampir seluruh warga memenuhi sekitar tempat kejadian. Banyak warga yang ingin tahu, tetapi polisi sudah memasang garis di sekitar area
-
Puisi : Aku Mengecup Hujan Karya Toni Kahar
PUISI-PUISI TONI KAHAR AKU MENGECUP HUJAN Tentang Malam Malam sudah pekat di mataku Rasanya pahit Aku tak bisa merebahkan di suntuknya Keheningan berubah mimpi Yang tak bertujuan Aku pasrah pada hujan saja Yang masih bersembunyi di langit pulau Di mana ibuku selalu menangis pada tuhan Malam, di mataku suatu waktu Yang belum terang Pekatnya seakan