Tahun: 2023

  • Puisi-puisi Ilham Wiji Pradana: Rumah Pak RT

      RUMAH PAK RT   1// Dekat pohon-pohon bambu Angin melamban pelan menyusuri gang-gang rumah. Dekat pohon bambu itu Rumah Pak RT berdiri sederhana. 2// Suatu ketika, rumah Pak RT dikerumuni warga. Warga yang datang penuh persoalan. Persoalan perselingkuhan, persoalan surat cerai sekaligus persoalan hak waris. 3// Di rumah Pak RT Ada satu yang hanya

    selengkapnya…

  • Cerpen: Di Langit, Sore Masih Jingga

    Oleh: Aldi Rijansah Putra Semua hal di sekelilingnya berantakan, tercerai-berai, dan berbau kematian. Bus terbalik dan terbakar. Mayat-mayat penumpang yang tergeletak, serta banjir darah merah gelap. Hal pertama yang dia lihat ketika membuka mata adalah langit sore yang jingga, dengan kepulan asap hitam yang membumbung tinggi ke cakrawala. Samar-samar dia juga mencium aroma daging hangus.

    selengkapnya…

  • Cerpen Mored: Secangkir Kopi

      Oleh: Nurmumtaz Sekar Ramadhan Pertama kalinya, kau meminta dibuatkan kopi. AKu bilang, kalau aku tak mau membuat kopi selain untukku sendiri, meski sebenarnya aku tak ingin jika orang lain meminum kopi buatanku. “Memangnya kenapa? Kenapa tidak mau membuat kopi untuk orang lain?” Kau bertanya penuh penasaran. Sementara aku diam tak menjawab tanpa memberi alasan.

    selengkapnya…

  • Cerpen Mored: Kesatria Berbantal Ombak, Berselimut Angin

    Ngapotè Wa’ lajârâ ètangalè Rèng majậng Tantonah la paḍâ molè Oleh: Ahmad Aqil Al Adha Dia pulang dengan gagah, setelah meyelesaikan tugas kesatrianya. Naiknya Matahari ialah perantara sang Maha untuk diperbolehkannya mereka pulang dari tugas suci. Dia pulang disambut senyum keluarga yang menjadi terompet istana bagi kesatria alpha. Tak ada banyak hal pada pagi itu.

    selengkapnya…

  • Resensi Ada Apa dengan China?

    Pesan Bijak Santri di Tahun Politik melalui Filosofi China Klasik Penulis: Achmad Faizal* Judul Buku : Ada Apa dengan China? Penulis : Novi Basuki Tahun Terbit : September, 2019 Halaman : xvi + 134 Penerbit : Buku Mojok, Yogayakarta ISBN : 978-623-7284-10-9 Harga : Rp58.000,00   Jelang pemilu tahun 2024 mendatang, riuh rendah debat kusir

    selengkapnya…

  • Resensi Ronggeng Dukuh Paruk

      Judul Buku : Ronggeng Dukuh Paruk Pengarang : Ahmad Tohari Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit : 2015 Halaman : 406 halaman Resensi oleh : Kriselda Dwi Ghisela   Ini merupakan kisah tentang Srintil, seorang wanita yang tumbuh dan dinobatkan sebagai ronggeng di Dukuh Paruk. Sebuah dukuh yang melestarikan kemelaratan dan kebodohan serta

    selengkapnya…

  • Cerpen: Waktu yang Pecah di Balik Pintu

      Oleh: Hana Yuki Tassha Aira Pukul lima sore. Pintu terbuka dengan kencang dari luar. Bagian dalamnya membentur tembok dengan keras. Bersama bayang pohon yang turut hadir dalam kamar itu, kamu berjalan tergesa ke arahku. “Capek, benar-benar lelah aku berasa diperas setiap hari. Kerjaan sana sini, mengaku sudah selesai dengan pekerjaan sebelumnya langsung dikasih kerjaan baru.

    selengkapnya…

  • Puisi-puisi Kurliyadi: Yang Kita Ingat

      YANG KITA INGAT   jalan sedikit menikung, pagar-pagar kebun pohon berduri dengan mata telanjang kau akan melihat luas segara terkadang kami anak-anak kuat memanjat dan  berteriak menyebut nama-nama ikan dan lokan ataupun nama pahlawan, berteriak lagi pada pesawat-pesawat yang terbang di atas bubungan rumah meminta uang “kapaaaal menta’a pessenaaaa”   di tepian pantai pasir-pasir

    selengkapnya…

  • Hal-hal yang Dibicarakan Sepasang Suami Istri Setiap Hari

    Oleh: Raisa Izzhaty Sebagai pasangan suami istri yang baru menikah empat tahun, saya tentu tidak memiliki kapasitas untuk membicarakan tips dan trik menjaga pernikahan tetap membara, atau bagaimana menghadapi pertengkaran tanpa melempar barang atau bermuka masam. Barangkali saya hanya dapat menuliskan daftar hal-hal yang biasa dibicarakan sepasang suami istri setiap harinya, sepanjang usia pernikahannya, supaya

    selengkapnya…

  • Cerbung: Fikri dan Kisah-Kasih di Sekolah (Part 6)

    Oleh: Fikri Tubuhku telungkup kedinginan, samar-samar terdengar suara azan Subuh. Aku belum sepenuhnya sadar. Seolah mata menyuruhku untuk melanjutkan tidur tapi hati memaksa untuk bangun. Aku bangun untuk menunaikan salat Subuh meskipun tubuh terasa berat dan mata terasa makin terpejam rapat. Aku tak mau kalah. Aku lawan rasa malas sekuat tenaga dengan harapan hari ini

    selengkapnya…