Tentang Penulis
-

Cerpen: Asa di Bawah Langit Ibu Kota
Sari duduk termenung di depan bilik kecil di tepi sungai. Dindingnya terbuat dari papan, sementara atap sengnya telah berkarat di beberapa bagian. Di atasnya, langit nyaris tak terlihat, tertutup deretan bangunan yang menjulang tinggi. “Aku berangkat dulu. Aku tinggal lagi, ya. Gak apa-apa, kan?” ujar Dito sambil merapikan tas lusuh di pundaknya. “Iya, gak apa-apa,”…