Tentang Penulis
-

Sesaji dan Puisi Lainnya
SESAJI Dinding belulang. Kau kikir kembalitokoh-tokoh luput dari tatap. Kalimat azimat dipaku,tiang rumah alergi berkat. Aku persembahkan endapan kopi dan abu;di meja ini, kau menitipkan sunya. Seekor gagak mengepak suara. Atap menyulap sajak gulita di sudut mata. ”Tiga mantra, enam penjuru angin.” Retak dinding kuhitung;tiga kenangan, enam pamit. Malam—pengabdian. Kisah bernapas dari tumpukan dada yang…