Kategori: Apacapa

  • Jejak Dua Pemuda: Rio Prayogo dan Mohammad Farhan

    Rintik hujan belum usai. Di siang itu sempat terpikirkan pada seorang gadis, tapi itu bertahan sebentar. Saya lelaki yang tidak mudah terbawa arus lamunan seperti kawan saya, Luay.   Pikiran saya segera terganti dengan sebuah pertanyaan yang memaksa sejenak untuk memikirkan. Apakah seseorang bisa bernasib sama dengan orang lain atau sedikit bisa menyerupai proses dan…

    selengkapnya…

  • Dilema Perpanjangan Masa Jabatan Kepala Desa

      Oleh: Mustain Romli Setelah wacana perpanjangan masa jabatan presiden menyerbu khalayak publik, terutama masyarakat Indonesia. Kehidupan demokrasi seakan berada di ujung tanduk. Kekhawatiran meramu di mana-mana. Apalagi, media tanpa ampun terus gencar memberitakannya. Tak ayal, sebab sampai hari ini pun Indonesia masih memiliki trauma sejarah−kisah orde baru−yang menyebabkan luka teramat mendalam. Namun, sesudah wacana perpanjangan…

    selengkapnya…

  • Mengenang Sumur, Menatap Luka yang Curam

    Mengenang Sumur, Menatap Luka yang Curam

    Sumur merupakan fasilitas semesta buatan manusia terdahulu, darinyalah manusia di zaman itu mengharap anugerah Tuhan berupa sumber mata air untuk kelangsungan hidup. Namun, seiring kemajuan teknologi yang serba praktis, buatan manusia lain di era modern menyebabkan sumur telah memasuki kategori “pernah jaya pada masanya.” Pemasangan mesin air, pembangunan tandon air serta berdirinya perusahaan air, telah mengambil alih kedudukan…

    selengkapnya…

  • Wahana Trampolin, Catatan Pameran Exposition

    Lewat sebuah pesan WhatsApp, seorang teman mengirim katalog elektronik sebuah pameran seni rupa. “Plis!!!” katanya dengan tiga tanda seru. Saya mendesis seperti ular, bukan karena kesal. Melainkan karena senang, merasa lebih berguna sebagai mahasiswa tingkat akhir Seni Rupa yang berminat lulus tapi enggan mengerjakan skripsi. Dan untuk itu saya menulis ini. *** Jika Anda sedang…

    selengkapnya…

  • Simalakama Pemanasan Global

    Oleh: Nur Husna* Global warming is real. Perubahan suhu bumi secara signifikan memberi dampak yang sangat serius bagi kehidupan umat manusia. Berbagai bentuk demonstrasi tentang pemanasan global yang selalu digembar-gemborkan, tidak cukup untuk menyadarkan manusia bahwa bumi sedang mengalami krisis. Manusia seolah bersikap acuh pada efek dari pemanasan global yang nyata. Padahal efek dari pemanasan…

    selengkapnya…

  • Ali Gardy, Jefri Bagus, dan Kritik Sosial dalam Karyanya

    Oleh:  Nafisah Misgiarti Kritik sosial memang tidak pernah terlepas dari kehidupan bermasyarakat. Ia menjadi salah satu cara paling halus untuk menegur ketidakseimbangan di peradaban, tentunya bukan dengan berdiam diri saja. Ada banyak sekali cara yang bisa dilakukan agar protes dan kritik itu tersampaikan, salah satunya melalui karya. Inilah yang dilakukan dua musisi Situbondo, Ali Gardy…

    selengkapnya…

  • Abâli Polè Ka Kampung Langai

    Oleh : Marlutfi Yoandinas* ‘Kembali Lagi Ke Kampung Langai’ adalah tema pertunjukan Festival Kampung Langai ke-7. Penyelenggaraannya tetap 2 hari, Jumat malam Sabtu dan Sabtu malam Minggu, tanggal 7-8 Oktober 2022. Festival Kampung Langai sempat tidak terselenggara selama 2 tahun karena pandemi Covid-19. Seharusnya saat ini sudah penyelenggaraan yang ke-9. Meski sempat terhenti, ternyata tak…

    selengkapnya…

  • Refleksi Hari Kesaktian Pancasila

    freepik Oleh: Nur Husna Refleksi Pancasila di Era Modernisasi Sosial media telah menjadi bagian dari kehidupan manusia modern. Di era yang serba digital ini memiliki smartphone bukan lagi sebagai kebutuhan sekunder melainkan telah menjadi kebutuhan primer. Apalagi semenjak pandemi Covid-19 memporak-porandakan tatanan sosial di masyarakat mulai dari perekonomian hingga pendidikan. Dimana seluruh kegiatan berlangsung secara…

    selengkapnya…

  • Tajhin Sora

    Oleh: Shaniyahtull Fitri Menjelang sore, sehabis pulang bermain, iseng saja saya membuka kurung makanan di ruang makan. Saya mencicipi makanan itu. Makanan berupa tajhin, rasanya enak  sekali. Kata ibu namanya tajhin sora. Tajhin dalam  bahasa madura ialah bubur, sedangakan Sora dalam kalender hijriyah ialah Muharam. Jadi, Tajhin Sora merupakan sebuah tradisi. Membuat Tajhin yang disajikan…

    selengkapnya…

  • Bâbitthèl

    Aḍḍo bâbitthèl polè!. Jantung sè romasana ghâgghârâ tambâ bhârâ sè sek–sek mossa’è ḍâḍâ. Taḍâ’ rassa kasta, oca’ èyaḍâ’ rowa ghun takerjhâddhâ abâ’ nèka. Pagghun èsokkorè jhâ pon paparèngnga Ghustè. Maskèya bârâmma èngghi pagghun buwâna cinta. Tekka’ lopot ḍâri terro sakèng ghânèka jhâlân sè pastè tanto. Tangghâl ghânèka, bâjâ sorè sar-asar mabâ. Kadhiyâ sè pon ètangghâli…

    selengkapnya…