Kategori: Apacapa
-
Apacapa: Ngobrolin Gus Dur: “Gus Dur, Sastra dan Wanita”
Tepat 30 Desember 2020 kemaren, telah genap 11 tahun, seorang Kyai, guru bangsa dan salah salah satu mantan Presiden RI berpulang. Meski jasadnya pergi, namun tidak dengan idealismenya, juga slogan leluconnya ” Gitu aja kok repot ”. Siapapun yang menjadi murid, terinspirasi atau sekadar mengenalnya ikut mengenangnya. Begitu pula beberapa komunitas di Situbondo, yaitu Takanta.id,
-
Ode untuk Orde Pak Dadang
Oleh Denny Ardiansyah* “Mengetahui bahwa Kiai Sepuh marah kepada saya, tentu saya tidak tenang ketika memberikan sambutan saat itu,” ucap Dadang Wigiarto sembari menggeleng-gelengkan kepalanya. “Rasanya hati ini serba salah,” imbuh Dadang yang menjabat sebagai Bupati Situbondo pertama kali sejak tanggal 6 September 2010. Peristiwa yang terjadi sekitar satu bulan setelah ia menjadi Bupati Situbondo memang
-
Sepotong Surat Suara untuk Mantanku
Oleh Ahmad Maghroby R Sayang, kukirimkan surat suara ini padamu dengan harapan ia masuk ke dalam hatimu, seperti surat suara di TPS yang masuk ke dalam kotak alumunium itu, plung. Kutuliskan surat suara ini dengan jarum yang memperlebar sebuah lubang yang menghitam ini. Kutuliskan ia dengan prinsip LUBERJUPIL (luntur, berat, julit dan pilu) agar ia
-
Beberapa Alasan untuk Kaum Dâd-ngodâdhân Nyocco di TPS
Oleh Ahmad Maghroby R Wahai kaula muda, besok datanglah ke TPS untuk memilih. Eitsss, jangan banyak ngeles. Jangan bilang bahwa tidak ada gunanya memilih, dengan menganggap dalam pemilihan bupati kali ini tak ada sama sekali kepentingan kalian. Jangan mengatakan bahwa pemilu yang mencerminkan kita sebagai bangsa yang demokratis itu terlalu lebbhak bagi anda yang cuma ngopi
-
Wisata Kampung, Kampungan?
Oleh Raisa Izzhaty* Medio 2014, ketika saya masih berkuliah di Malang, saya begitu penasaran dengan wisata budaya Kampung Cempluk yang diadakan di Desa Kalisongo setiap tahun. Menariknya lagi, salah satu founder Kampung Cempluk ternyata berasal dari kota yang sama dengan saya. Saat itu, wisata budaya Kampung Cempluk cukup membuat hati dan perasaan saya menghangat,
-
Terima Kasih, Pak Dadang! Jasamu Abadi
Oleh : Syaif Zhibond* Sejak masih menjadi mahasiswa, aktivis kampus hingga menjadi kepala keluarga, saya merasakan betul apa saja kebijakan yang sudah pak bupati ambil untuk kepentingan masyarakat Situbondo. Program Situbondo unggul salah satu gagasan para pegiat sosial yang waktu itu diamini secara cepat oleh pak bupati yang hingga kini manfaatnya dirasakan langsung oleh
-
Dadang Wigiarto; Bupati Religius itu Berpulang
Oleh Mohammad Farhan* Azan isya baru saja selesai berkumandang ketika sirine ambulan berbunyi di kejauhan. Bunyi sirine itu, pelan-pelan merayap semakin dekat. Saya dan istri berlari kecil menuju Jalan Kenanga. Di tepian jalan, orang-orang berjejer terpisah berseberangan jalan. Sebagian membuka gawai dan menyorotkannya ke tengah jalan. Sekian detik kemudian iring-iringan mobil jenazah, polisi, dan beberapa
-
Menjelajah Selawat Nariyah di Situbondo
Oleh: Denny Ardiansyah* Lampu-lampu jalan telah menyala ketika kami melewati salah satu batas wilayah Kabupaten Bondowoso dengan Kabupaten Situbondo, yaitu Jembatan Kali Bagor yang membentang di atas Sungai Sampean. Jalanan yang cukup ramai selepas Magrib membuat kami baru tiba di Alun-Alun Situbondo 30 menit kemudian. Penjelajahan praktik pembacaan selawat nariyah di Situbondo langsung kami
-
Hari Santri: Ajang Realisasi Jati Diri
freepik Oleh: Nuriel Haramain* Tanggal 22 Oktober merupakan hari besar bagi seluruh santri di Indonesia. Pasalnya hari tersubut adalah sebuah perayaan yang biasa kita sebut “Hari Santri Nasional”. Pada awal mulanya, perayaan Hari Santri adalah wujud apresiasi pemerintah dalam memperingati Deklarasi Resolusi Jihad yang dimotori langsung oleh pembesar Nahdatul Ulama(NU) yaitu Hadratussyaikh KH. Hasyim
-
Aksi, Puisi, Puisi Aksi
Puisi yang lahir dari realita akan abadi tidak lekang dimakan masa. Oleh: Dani Alifian Ketika negara tengah gonjang ganjing, sementara penyair sebagian menjelma penyair salon, yang pernah ditulis WS Rendra terpisah dari kenyataan, sementara ketidakadilan berada di sampingnya. Omnibus law memang tidak mengatur soal puisi, dan penyair. Tetapi, sebagai bagian satu kesatuan dari masyarakat yang