Kategori: Apacapa

  • Aksi, Puisi, Puisi Aksi

    Puisi yang lahir dari realita akan abadi tidak lekang dimakan masa. Oleh: Dani Alifian Ketika negara tengah gonjang ganjing, sementara penyair sebagian menjelma penyair salon, yang pernah ditulis WS Rendra terpisah dari kenyataan, sementara ketidakadilan berada di sampingnya. Omnibus law memang tidak mengatur soal puisi, dan penyair. Tetapi, sebagai bagian satu kesatuan dari masyarakat yang…

    selengkapnya…

  • Ji Yoyok Peduli Disabilitas

      Lelaki itu tuna netra—kalau istilah di rumah ta’ abâs—ingin melamar seorang perempuan. Ia dikenalkan oleh temannya. Usaha untuk mendapatkan calon perempuan ditolak oleh pihak keluarga perempuan. Sederhananya; mengurus dirinya sendiri tidak bisa, apalagi mengurus keluarga. Mau kerja apa? Bagaimana kehidupan di masa depan? Perempuan itu rupanya benar-benar menaruh cintanya pada hati lelaki tuna netra.…

    selengkapnya…

  • Pertunjukan Teater, Setelah Sekian Lama

      Oleh Marlutfi Yoandinas*  Malam ini, 9 Oktober 2020, saya menjadi penyaksi, tongkat estafet komunitas teater di Situbondo telah berpindah. Berada di tangan kawan-kawan yang masih segar jiwa raganya. Kawan-kawan yang lebih panjang dan lebih dalam tarikan napasnya. Mereka  telah mempertunjukkan kemampuannya, menempa diri dan beradu peran dalam teater. Hasil dari “proses sendiri” yang saya…

    selengkapnya…

  • “CACAT” DI UU CIPTA KERJA

      Oleh Marlutfi Yoandinas* Mengapa dalam naskah UU Cipta Kerja masih ada kata “cacat” untuk menyebut penyandang disabilitas? Bukankah paradigma “cacat” dalam UU 4 Tahun 1997 tentang Penyandang Cacat sudah tidak sesuai lagi, sehingga harus diganti UU 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas? Akankah hal ini semakin menunjukkan bahwa UU Cipta Kerja memang malaproses, karena…

    selengkapnya…

  • Sebuah Kado di Hari Pernikahanmu

    Liana yang manis, Liana yang sendu. Apa kamu masih menyukai senja ? Kamu selalu berkata sangat menyukai senja padaku, menikmatinya dengan duduk di bawah pohon cemara sambil bercakap-cakap dan melihat matahari yang perlahan tenggelam ke balik cakrawala. Dan tahukah kamu dimana aku berada saat ini ? Ya, aku berada di tempat dimana kita selalu mengahabiskan…

    selengkapnya…

  • Pilkada Situbondo dalam ‘Perang’ Musik Anak Muda

       Oleh: Panakajaya Hidayatullah  Pilkada Situbondo sudah semakin dekat. Ruang-ruang publik kini semakin disesaki banner-banner paslon yang sedang berkontestasi di tahun ini. Pembicaraan di warung-warung kopi semakin tidak asyik lagi karena didominasi dengan narasi-narasi politik daerah. Sementara pembicaraan tentang gibah tetangga dan kawan kini jarang saya dengar. Ada yang memuji, tidak sedikit yang menyerang.  Hampir…

    selengkapnya…

  • Self-Validate: Cara Ampuh Menjaga Kewarasan

      Oleh: Raisa Izzhaty Sejak kecil, saya terbiasa untuk tidak mengakui perasaan-perasaan yang muncul. Alih-alih berpikir soal perasaan, saya lebih sering mengelak perasaan marah, sedih, atau kecewa yang muncul. Ternyata, kebiasaan merepresi perasaan berpengaruh pada cara saya mengelola emosi. Saat ini, saya jadi kehilangan kemampuan untuk mengungkapkan apa yang sebenarnya saya rasakan. Saya hanya mampu…

    selengkapnya…

  • Pilkada Situbondo: Kamu Pilih Siapa, Bro?

      Oleh: Sainur Rasyid Beberapa minggu kemarin, ada seorang teman yang berkunjung ke rumah, sebut saja namanya Iink. Saya mempersilahkan masuk dan mempersilahkan Iink duduk. Sebelum duduk seperti biasa dia menanyakan kabar saya dan keluarga.  “Alhamdulillah baik, bro”, Saya jawab singkat dan mempersilahkan Iink untuk duduk. Kita baru saja duduk, Iink langsung melontarkan pertanyaan. “Bro……

    selengkapnya…

  • Apakah Menjadi Ibu Dilarang Sambat?

      Oleh: Raisa Izzhaty Apakah menjadi ibu dilarang sambat? Pertanyaan demikian belakangan ini selalu menghantui saya. Sebagai seorang Ibu baru, saya kerap kali mendapatkan kalimat-kalimat seperti, “Jadi Ibu dilarang sakit,” “Ibu harus melakukan semua pekerjaan rumah untuk suami dan anak,”, “Ibu tidak boleh sambat,”. Untuk yang terakhir, sangat mencederai ideologi saya sebagai seorang sobat sambat. Benarkah…

    selengkapnya…

  • Nostalgia Masa Kecil

    Oleh : Moh. Imron Suatu malam, Jeje bertamu ke rumah saya. Tentu saja, saya tidak akan ngobrol urusan asmara, tentang kedekatan Jeje dengan seorang gadis yang kandas dengan alasan yang sulit dilukiskan oleh kata-kata, apalagi melalui sebuah lagu. Barangkali itu sebabnya, lagu-lagu Jeje tentang asmara, nyaris tidak ada. Lagu-lagu yang diangkat tentang sosial, nelayan, orang-orang…

    selengkapnya…