Kategori: Apacapa

  • Diskusi Penyelamatan Cagar Budaya: Sebuah Ikhtiar Membuka Mata Pemerintah Situbondo

    dokumentasi PICB     “Persoalan kita, teman-teman pegiat cagar budaya sekarang ini adalah berlawanan pada orang-orang yang belum tahu, kadang kala tidak mau tahu juga,” Marlutfi Yoandinas melontarkan mukadimahnya dalam sebuah diskusi bersama pegiat sejarah Situbondo pada Rabu pagi.  Oleh: Mohammad Farhan Diskusi berselang di halaman rumah Irwan Rakhday, Gang Sorakerta 11 Asembagus, di  bawah naungan

    selengkapnya…

  • Kuliner Malam Situbondo : Nasi Jagung

    Kuliner Malam Situbondo : Nasi Jagung

    Dari PG Olean, berjalanlah anda ke arah utara. Anda akan melihat plang ATM sebuah bank, lalu mesjid di pojokan pertigaan. Dari sana, teruslah anda ke arah utara. Nanti, di kanan jalan anda akan melihat warung kecil yang tidak tercantum dalam gugel map. Di sanalah saya biasa menyelamatkan perut dari lapar pada jam-jam kelelawar. Saya baru

    selengkapnya…

  • Mencari Teman Hidup

    pixabay Oleh : Nanik Puji Astutik Kita Sekarang Sedang Mencari Teman Hidup, Bukan Teman Tidur. Menikah Itu Bersenyawa, Bukan Sekedar Bersetubuh. Apa sih yang ada di dalam fikiran kita tentang arti sebuah pernikahan? Pasti banyak yang menjawab tentang komitmen, kasih sayang, cinta dan kebahagiaan. Semua orang berharap bahwa pernikahannya bisa menjadikan kebahagiaan. Tapi, tak semua

    selengkapnya…

  • Situbondo Dik, Bukan Jalan Situbondo

    Situbondo Dik, Bukan Jalan Situbondo

    Situbondo, dulu punya beberapa nama yang terkenal. Sekarang namanya banyak disebut oleh media, tapi dengan embel-embel “jalan” di depannya: Jalan Situbondo. Itulah satu ruas jalan di Menteng, Jakarta Pusat. Ini tentang Situbondo, kota paling ujung timur di Jawa, sebelum Banyuwangi. Dulu, ketika saya masih bersekolah di sana, kota itu punya beberapa nama yang membanggakan bagi

    selengkapnya…

  • Menjadikan Buku sebagai Suluh

    pixabay Oleh: Muhammad Ghufron* Sekelumit Sosok Suatu hari di waktu pagi yang cerah, sosok berjanggut tebal itu pernah mempunyai kebiasaan mulia. Duduk mematung di kursi sembari memangku buku ditemani secangkir kopi dan rokok sambil menghadap sinar matahari. Kebiasaan itu dilakukan sehabis bangun dari tidurnya di waktu pagi. Tak banyak yang dilakukan olehnya selain bersetia mencumbui

    selengkapnya…

  • Selamat Molang Are Takanta.id

    Oleh : Ahmad Maghroby Rahman Takanta.id telah menginjak dua tahun perjalanannya. Untuk memperingatinya diangkatlah tema “merawat kenangan”, satu tema yang melankolis yang mungkin berasal dari orang yang banyak mengalami manis pahit percintaan. Namun, tentu kenangan dalam konteks asmara kurang mashok jika dihubungkan dengan ulang tahun sebuah platform lokal Situbondo ini. Saya lebih memilih memaknai kenangan sebagai

    selengkapnya…

  • Bagaimana Jika Situbondo Menjadi Kota yang Ramah Bahasa Indonesia?

    pixabay Pikiran semacam itu memang beberapa kali sempat mampir di kepala saya. Barangkali sebuah pikiran yang sedikit aneh. Mungkin jarang sekali orang – khususunya di Situbondo – yang punya pikiran serupa itu. Tapi, pikiran itu benar-benar sering datang menghampiri kepala saya. Bermula ketika saya melihat bacaan berupa pengumuman atau iklan di ruang publik yang ada

    selengkapnya…

  • Takanta Para’ Ongghuen

    Omorra takanta.id pon depa’ dutaon. Mon manossa, omor dutaon gherua bur leburre nakkanak keni’. Pepena malembhung, ngarte ka oreng se biasa ngembhen. Mon egheje’i lekkas aghelle’, Ekopa’e perak. Ka eppa’ Ben emmakna pon molae ngarte.  Maske nakkanak omor dutaon neko lebur, tape oreng tua se ta’ latenan bisa abhellisen. Polana nakkanak keni’ se omor dutaon

    selengkapnya…

  • Takanta: Dua Tahun (Semoga) Menjadi Diri Sendiri

    Oleh: Mohammad Farhan* Apakah setiap hal perlu dirayakan? Bagaimana cara merayakannya? Setiap bulan Juli tiba, saya berusaha menikmatinya dengan biasa. Melewati setiap pergantian tanggalnya tanpa menyiapkan sesuatu yang spesial. Padahal, satu hari di bulan itu, saya menerimanya sebagai hari saya dilahirkan. Sebagaimana yang tercatat pada akta kelahiran dan ijazah, tanggal 8 Juli ini: meski tanpa

    selengkapnya…

  • Rèng Lakè’ Pernah Alebhele

    pixabay Oleh : Syaif Zhibond Renk Qobhien[1] Ongghuân bulâ posang nyarè judul sè pas ka tolèsan nèko. Sakèng dâri posangnga, bulâ ngalèlèng nyarè judul sè pas sesuai bi’ sè èmaksod bulâ. Tapè gagal ta’ nemmu judul sè teppa’. Ta’ ambu eghedie, bulâ nyarè e buku tolèsanna Tarètan Muhri, S.Pd, MA se ngarang buku a Judul

    selengkapnya…