Kategori: Apacapa

  • Sebuah Usaha Menulis Surat Lamaran

    Oleh : Ahmad Zaidi Kepada Dik Raras yang kecantikanmu membuat lelaki jadi tidak waras. Apa kabar kamu, dik? Semuanya berawal dari status di fesbuk yang kamu unggah belum lama ini. Status yang menyebut-nyebut kata lamaran. La-ma-ran. L-a-m-a-r-a-n. Lamaran. Aku belum tahu bagaimana status itu. Aku hanya tahu, setelah membaca statusmu salah seorang temanku tampak sumringah.

    selengkapnya…

  • Wahyu Agus Barata dan Ipul Lestari ; Senior Kesepian

    Oleh : Moh. Imron Saya mempunyai dua sahabat.  Di tahun 2017 ini, keduanya mendapat anugrah  atau semacam titel dari saya pribadi: Senior Kesepian. Indikator penialaian utama dari saya tentunya soal asmara. Yang pertama sering dipanggil Wahyu Agus Barata, sedang berikutnya sering dipanggil Ipul Lestari. Persamaan kedua sahabat saya; merupakan pengurus Backpacker Situbondo yang berdiri pada

    selengkapnya…

  • Eeufemisme: Antara Maling dan yang Kurang Maling

    Oleh Marlutfi Yoandinas Eufemisme atau penghalusan kata menjadi hal lazim ketika kata telah dikategorikan dalam strata maksud. Seperti halnya ketaklaziman kita untuk menyebut koruptor sebagai maling atau perampok atau begal. Padahal kalau dicermati kata tersebut sama-sama berarti perilaku mengambil yang bukan haknya. Namun, apa daya, kita telah dijebak untuk selalu menggunakan kata-kata manis dibanding kata-kata

    selengkapnya…

  • Identitas Dangdut, Identitas Situbondo

    Oleh Marlutfi Yoandinas Membaca tesis Panakajaya berjudul “Musik dan Identitas: Kajian tentang Musik Dangdut Madura di Situbondo”, setali tiga uang, kita akan menemu identitas dangdut, sekaligus identitas Situbondo. Melalui kacamata musik dangdut, kita digiring untuk menelusur sejarah, bahasa, bunyi, dan sikap kebudayaan “manusia Situbondo”. Sesuai suatu adagium, tidak ada sesuatu yang lahir dari ruang kosong,

    selengkapnya…

  • Tirtho Adhi Soerjo, Detik.com dan Berita Hoax

    Ada keterkaitan apa sehinga judul di atas ditulis seperti itu? Keterkaitannya mengenai perkembangan pers/media di Indonesia. Ketiganya memiliki benang merah antara sejarah pers nasional, cikal-bakal media online dan konten berita yang mengkhawatirkan akhir-akhir ini, hoax. Oleh : Marlutfi Yoandinas Tirtho Adhi Soerjo (TAS) sebagai bapak pers nasional, sekaligus tokoh kebangkitan nasional. Seorang pencetus media pribumi pertama

    selengkapnya…

  • Begitulah Moh. Imron

    Oleh : Yudik Wergiayanto Jika ada seseorang di dunia yang hidupnya dihabiskan dengan berkelana dari baper satu ke baper yang lain, dari kenangan satu ke kenangan yang lain, dari mantan satu ke mantan yang lain, barangkali orang itu adalah Moh. Imron; seorang lelaki yang menularkan virus ‘mudah baper’ pada setiap orang yang dikenalnya. Tidak peduli

    selengkapnya…

  • Sudahkah Anda Konsisten?

    Oleh : Yudik Wergiyanto Jika saya melemparkan pertanyaan: seberapa pentingkah sebuah komitmen itu, maka saya yakin hampir sebagian besar akan menjawab bahwa komitmen itu sangatlah penting. Seseorang yang tidak berkomitmen terhadap apa yang dikerjakannya, saya pun yakin bahwa dia tidak akan menghasilkan apapun dari yang dikerjakannya itu. Kalaupun berhasil, hasilnya juga tak akan maksimal. Begitu

    selengkapnya…

  • Patung Letnan Nidin dan Letnan Soenardi, Hanya Pajangan Belaka (Bagian I)

    Oleh: Ahmad Sufiatur Rahman PATUNG di depan Primkopad Kodim 0823 di Jalan PB. Sudirman, Situbondo, itu berdiri gagah melawan panas matahari, hujan dan angin. Dari saking lamanya kadang catnya yang luntur dipoles ulang agar lebih mengilap. Apalagi saat Agustusan. Letnan Nidin hanya menatap kosong ke arah langit, dan Letnan Soenardi yang memakai kaca mata hanya

    selengkapnya…

  • Situbondo Dik, Patennang!

    Tak jelas kapan mulanya saya mendengar dan mengucapkan kata itu. Kalau tidak salah sejak saya masih kecil. Kesan awalnya biasa saja. Sampai baru-baru ini, saya mulai merasa ada sesuatu yang berarti pada kata itu. Oleh : MarlutfiYoandinas Patennang, jika diterjemahkan ke bahasa Indonesia kira-kira artinya tenanglah. Suatu kata yang diucapkan seseorang dengan maksud untuk memberi dukungan pada

    selengkapnya…

  • Cangkaro’ Camilan Murah

    Oleh : Uwan Urwan Dilema dalam berkeluarga saat tidak berselera makan biasanya menyisakan nasi di pemanas nasi. Meski nasi dalam pemanas nasi bisa awet, tapi bukan berarti enak dikonsumsi keesokan harinya. Pada zaman dulu, para perempuan kreatif memanfaatkan apa yang ada untuk dikonsumsi. Misalnya dengan memanen kangkung, genjer, dan beberapa gulma padi yang bisa dibuat

    selengkapnya…