Kategori: Cerpen
-
Cerpen : Hari yang Baik untuk Menikah
Oleh : Yudik Wergiyanto Gadis itu tersenyum kepadaku setelah meletakkan secangkir teh hangat di depanku. “Harusnya kau tak perlu repot-repot, aku cuma sebentar.” “Kau kan sudah lama tidak ke sini. Apa salahnya?” jawabnya sembari melemparkan senyum padaku. Inilah yang aku benci. Mestinya aku tak menuruti kemauan calon istriku untuk mengundangnya. Kalaupun aku terpaksa menurutinya, mestinya
-
Cerpen : Akibat Dari Salon Kecantikan
Oleh: Nisa Ayumida Perempuan itu tentu saja sudah lupa waktu, keduanya saling sambung cerita lewat sebuah tatap- pandang. Saling memperlihatkan deretan gigi yang berjejer rapi. Bintik-bintik hitam yang bertabur di daratan mukanya seolah sebuah ejekan baginya. Cepat-cepat perempuan itu mengoleskan krim wajah ke permukaan kulitnya, melalui jari telunjuknya yang tak manis lagi. Padahal ia tidak
-
Cerpen : Luka
Oleh: Agus Yulians Kisah ini berawal di sebuah Pantai Sari Ringgung, inilah yang mempertemukan aku dengan kau. Pertemuan itu memberikan kesan mendalam untukku. Petikan gitarmu mengalunkan melodi kerinduan. Suaramu yang merdu memikat hati. Aku mendekati dan berkenalan denganmu. Kau ternyata seorang musisi pelantun lagu-lagu cinta. Seiring waktu hubungan kita semakin mesra. Bukan hanya sebagai teman,
-
Cerpen : Sepotong Kue Kekuasaan
Oleh: Agus Hiplunudin Dari catatan kuno yang berhasil kutemukan, tercatat di sana; pernah berdiri sebuah negeri. Namun, catatatan usang tersebut tidak menyebutkan nama negerinya. Tetapi, aku dapat mengilustrasikan tipologi para warga dan para penguasanya; penduduk negri itu memiliki kebiasaan yang unik—yakni suka ikut-ikutan atau gemar mengikuti trend, kuambil misal, bila negeri sebelah memiliki budaya pop
-
Cerpen : Perihal Tabah Karya Nasrul M. Rizal
Oleh: Nasrul M. Rizal Dalam hati aku memaki Bu Tini. Tanpa ampun ia mencorat-coret skripsi yang susah payah aku revisi. Entah hobi atau sekadar menguji, yang pasti Bu Tini selalu melakukan hal itu ketika membimbingku. Entah karena Bu Tini yang terlalu pintar atau aku yang terlampau bodoh, hampir dua semester tiket sarjanaku belum beres juga.
-
Cerpen : Cinta Semusim Karya Agus Yulians
Oleh Agus Yulians* Arga, lelaki yang selama ini membuat aku jatuh hati. Aku dan Arga satu kantor di sebuah perusahaan Manufacture yang bergerak di bidang kimia. Kita patner kerja yang sudah cukup lama. Kita selalu dipertemukan dalam setiap acara yang diadakan kantor. Mulai dari meeting hingga membuat proyek jangka panjang untuk perusahaan. Sejak saat itulah
-
Cerpen : Kehilangan Tas di Kota Pasundan Karya M Ivan Aulia Rokhman
Oleh : M Ivan Aulia Rokhman Menyambut pagi cerah di Surabaya aku berada di Stasiun Wonokromo. Di tengah keramaian penumpang yang hendak menuju ke tempat tujuan hampir numpuk di ruang tunggu. Tak selang lama kereta telah berhenti di stasiun. Berbagai persiapan yang dibawa seperti tas besar, tas slempang, hingga barang bawaan lainnya. Ketika memasuki gerbong
-
Cerpen : Azab Pemuda yang Menyukai Postingannya Sendiri Karya Nanda Insadani
Oleh : Nanda Insadani Seseorang mengirim pesan suara via Messenger padaku waktu matahari sepenggalan naik, “Bung, apakah kau gila? Kenapa kau menyukai postinganmu sendiri?” Aku terkejut. Proses penggilingan nasi dan secuil daging ayam di mulutku terhenti. Bukan, bukan karena pesan suara itu, tapi karena suara pintu diketuk oleh seseorang. Aku mencoba menerka siapa sosok yang
-
Cerpen : Kisah Cinta Adam Hawa Karya Agus Hiplunudin
Oleh: Agus Hiplunudin PROLOG Suatu hari nanti engkau pasti akan mati. Dimana ruh pergi meninggalkan jasad, dan ruh itu pergi ke alam abadi. Sesampainya di sana engkau pasti kan terkesima sebab mata telanjang engkau melihat tempat yang tak pernah kau sua di dunia. Ruh engkau berdiri di sebuah taman, lalu mata telanjang engkau melihat aliran
-
Cerpen : Generasi Tik Tok Karya Gusti Trisno
Oleh: Gusti Trisno Mufa memandang ponsel yang baru dibelinya beberapa waktu lalu. Ia tersenyum akan pencapaian menulisnya yang kian menanjak dengan bukti ponsel pintar itu. Apalagi beberapa waktu lalu, ia memendam keinginan ganti ponsel demi menunjang aktivitas menulisnya. Maka ketika mendapat ponsel itu, ia langsung tancap gas mengunduh beberapa buku elektronik dan aplikasi yang menunjang