Kategori: Cerpen
-
Cerpen – Fragmen Nalea
Aku mencarimu di desa Ensifera dan Wintersia, di lorong-lorong Parco Ducalo, di Bukit Citadella, di balik bangunan kota Karelia, di setiap keping reruntuhan Woolwich, di Sungai Serayu, Terminal Tawang Alun Jember dan terakhir di Stasiun Banyuwangi Baru. Selama perjalanan berhari-hari tersebut, aku hanya menemukan gerbong-gerbong kereta serta masinis yang terkantuk-kantuk di tengah kabut malam. Aku
-

Cerpen: Seorang Perempuan dan Tengkorak di Pelukannya
Sebaiknya, berapa lama sebuah pelukan harus bertahan?
-
Cerpen – Tajhin Palappa dan Segenap Dendam Amerta
Telah kubuang sisa dendam amerta, namun anggapan dosa di masa lalu selalu mengintai di akhir senja? Oleh: Gusti Trisno Sadiyani telah pergi dari desa Kilensari dengan dua koper besar. Tekadnya sudah bulat. Ia sudah tidak kuat hidup bersama masyarakat yang memendam rasa atas kesalahan orang tuanya di masa lalu. Tak ada salam perpisahan. Tak ada
-
Cerpen – Musim Kawin
Oleh : Yudik Wergiyanto N Barkah menaruh sejumput tembakau di kertas papir lalu menggulungnya perlahan. Setelah terbentuk Barkah mulai merapikan hasil gulungan dengan cara memilin menggunakan kedua telapak tangannya. Saat gulungan itu dirasa sudah memadat dan kuat, Barkah pun segera menyulut ujung depannya dengan korek api. Lalu dia hisap dalam-dalam lintingan tembakau yang baru dibuatnya
-
Langit Biru Cinta Searah
Oleh : Levana Azalika Pada hembusan angin ini, aku memberanikan diri menatap langit yang mulai mendung disertai dengan buliran air yang orang sebut dengan rintik hujan. Jika hujan saja berani turun ke bumi, tapi kenapa aku tidak berani mengungkapkan perasaanku padanya? Aku tidak punya keberanian seperti gadis Jepang dalam mencintai seseorang. Dan aku bukan Bella
-
Cerpen – Hari Libur
Apa yang lebih menyenangkan selain berlibur? Anggap saja tidak ada. Apa yang paling membuat tidak sabaran selain menunggu liburan? Anggap juga tidak ada. Apa yang membuat orang-orang mencoret kalender, mendaftar tempat-tempat wisata untuk dikunjungi, memesan tiket untuk melakukan perjalanan, berkunjung ke saudara, teman. Atau sekadar menikmati waktu di pantai, di tengah laut, di pegunungan, di
-
Cerpen; Clarissa
Clarissa… Kedatangan surat ini takkan mampu mengambil paksa waktu dan membawa kembali pada kenangan yang sedang kita coba lupakan. Tidak, Clarissa. Hal itu tidak akan pernah terjadi. Sebagaimana kau dan aku tahu, kita tidak mungkin memutar balik keadaan apalagi terbang melintasi lorong waktu seperti dalam cuplikan film-film yang sering kita tonton. Sama sekali mustahil. Kalau
-
Balu dan Cerita-Cerita Aneh
Kami sedang dalam perjalanan pulang dari membesuk Balu, malam itu. Hujan baru saja reda. Jalanan masih basah, memantulkan nyala lampu kendaraan juga lampu-lampu kota di sepanjang jalan yang lengang. Aroma tanah menebar sunyi, membuat pikiran kami melayang-layang. Serupa kunang-kunang, berkedip gamang. Jika saja Balu tidak hidup dalam kegilaannya itu, mungkin tidak begini jadinya. Ia tidak
-
Kitab Putih
Sudah menjadi kebiasaanku, awal bulan selalu aku sempatkan untuk berkunjung ke Surabaya ke tempat toko-toko buku. Menyisihkan uang bulanan untuk membeli buku adalah sebuah kewajiban sebagai seorang terpelajar. Selain kitab kuning aku juga harus mengimbangi agar membaca buku kitab putih. Hampir sebulan keinginan membeli buku tertahan karena permasalahan keuangan. Oleh : Imam Sofyan Bulan sebelumnya
-
Cerpen : Dua Anak Kecil yang Menyeberang
ytimg.com Oleh: Alif Febriyantoro Tujuh hari sebelum banjir melanda kota ini, saya bermimpi menemukan dua anak kecil sedang menyeberang ke arah utara, lalu menghilang. *** Tiga hari ini saya belum juga mengerti dengan cuaca yang begitu membingungkan. Langit masih mendung dengan air hujan yang terus berjatuhan setiap saat. Banjir sudah melanda kota Situbondo sejak sehari