Kategori: Puisi

  • Puisi: Di Luar Rencana

      freepik  Di Luar Rencana               -safrina Aku membawakanmu mawar yang separuh terbakar dan kusematkan mawar itu di telinga kirimu, aku berbisik lirih menyerupai suara angin “kita adalah dendam dan rindu menebak siapa yang sampai lebih dulu”.   Sambil tersenyum kau terus meraba tangis manusia-manusia yang kehilangan rumah, sebuah halte yang dibakar massa dan…

    selengkapnya…

  • Puisi: Bisikan

    Bisikan Angin menjatuhkan dedaun Mereka berbisik tentang : Aku yang terpenjara Pada kisah-kisah kita Yang entah di halaman berapa. Angin menggoyangkan dedaun Lantas aku berbisik : Apa aku perlu api Untuk membebaskanku? Dedaun menggeleng Sebelum di antara celah batu Menyerahkan takdirku dan takdirnya Bogor, Juni 2020 Di Hadapan Kopi yang Mendingin : Nida Hari kemarin…

    selengkapnya…

  • Puisi: Payung Hitam 13 Tahun

    Ilustrasi oleh Zaidi Payung Hitam 13 Tahun Penghabisan kali itu, kau datang, membawakan lilin putih, berpakaian hitam dua belas, dua belas, tiga belaskah berdentang? kala dunia berpesta; moga hujan Jakarta tentram. Dua kosong kosong tujuh, tiga belas tahun; seorang Ibu mengusap peluh, seorang yatim mencari Ayah, seorang janda bertanya di manakah mirah? Oh, Jakarta yang…

    selengkapnya…

  • Puisi: Untukmu, Eyang!

    Ilustrasi oleh Aulias Silmi UNTUKMU, EYANG! Kemarin saat kubuka beranda akun media, Kumelihat beberapa informasi tentangmu, eyang! Banyak ucapan selamat tinggal, Banyak pula ucapan kekaguman, Di sela-sela itu, Aku teringat dengan puisimu, Hujan di bulan Juni, Hingga tepat di bulan Juli, Jelang satu bulan dengan judul puisimu itu, Turut menjadi bulan terkenang, Aku masih tak…

    selengkapnya…

  • Puisi: Sapardi, Selamat Jalan Menuju Keabadian

    Melepas Sapardi di sepenggal sisa kenangan ada mantra yang tak cukup diuntaikan ada ritual basah di retina yang berkerah kemarau tak cukup panas mengeringkan doa Sapardi yang bijak, berbaringlah di ranah jiwa biar kurapal doa-doa, mengantarmu menuju surga di sepanjang bidak waktu sudah tersesap lumpur pada sumbu lidahmu menyekal derita sakal lalu luruh dalam pengantar…

    selengkapnya…

  • Puisi: Tamadun Semu

    Tamaddun Semu Dunia menjelma kubus kubus besar serupa permainan teka teki raksasa. tidak ada musim cuma ada prasangka dan kerlap kerlip lampu kota sesaat naik ke atas, mengambang, lalu mencair Cuaca telah membuat berpasang mata saling curiga. Hujan yang kemarau Kemarau yang hujan Terjadi saling tuduh, kiranya bayangan siapa menanamkan bencana. 1) Aku tetap dan…

    selengkapnya…

  • Puisi: Rutinitas Berkenalan dengan Diri Sendiri

    Optimisme Dua Remaja 25 april, listrik padam di malioboro seorang perempuan, hijau, jadi bayang hitam, duduk di dekat tiang. “tuhan,” lirihnya. dan kalimat selanjutnya tak terdengar. tapi laki-laki yang ia sebut namanya ― dua tahun kemudian, di tempat lain, pada malam yang lain: dapat mendengar! dengan baik, sebaik mimpi menyimak sekarung gabah membaca sajak di lubang…

    selengkapnya…

  • Puisi Madura: Sanja’

    Karya: Fahrus Refendi Sakѐlan Só Patѐ Mara kódhu bârâmma Sѐ manyekkenna atѐ Sópajâ tetep ѐnga’ ka pangѐranna Sabâlluna sakѐ’ bân patѐ Abâ’ mólar Kѐngeng kalerressan Manóssa ampón dâpa’ Ka jhâman se bânya’ abârri’ calaka’ Lѐbar du’a’ bulâ Kaangguy ngarep pastѐ Malar móghâ ѐparѐngѐ saѐ Sanajjân bâdân rómpal sakѐlan só patѐ. Coma Ate Sósóp Só mata…

    selengkapnya…

  • Puisi: Sejarah Maaf

    3 Rasa #Rasa Sepi aku ingin menjadi pasar yang mendengar suara-suara, menghirup aroma tong sampah, dan menyaksikan kawanan burung merpati mematuk-matuk harapan dan bermeditasi di sepanjang kabel listrik saat rasa sepi menjelma sebotol air mineral mengalir ke dalam tubuhku. #Rasa Sayang menyayangimu aku seperti air gunung yang dengan nekat melintasi kesunyian hutan belantara hanya untuk…

    selengkapnya…

  • Puisi: Angon

    Puisi-Puisi Indarka Putra Pratama* Merenungi Hidup Saat senja mataku tersingkap Di antara riuh angin menyelinap Juga kisah hidupku yang nisbi Menanti giliran agar direnungi Antara angin dan hidup berkelindan Mensinyalkan harmoni di ujung pesakitan Solo, Mei 2020 Polusi Ekologi Aspal raya berkepung menara Debu kepanasan merobek kulit manusia Besi-besi berbaris berkeliaran Udara dan air ringsuk…

    selengkapnya…