Kategori: Puisi
-
Teka Teki dan Puisi Lainnya Karya Andi Fajar Wangsa
Puisi-Puisi Andi Fajar Wangsa Membuat Puisi Hujan turun di hari rabu yang mulai sore. Menuju petang yang paling menginginkan rumah. Di sepanjang jalan aku berusaha mencari kata kata. Akan kubuat puisi tentang kau yang di mana-mana. Aku pikir. Ketika hujan semua orang sibuk memeluk kenangan. Mungkin sambil meminum kopi atau dengan tatap panjang ke luar
-
Puisi Anak Karya Muhammad Lutfi
Puisi anak-anak karya Muhammad Lutfi Semangat Pagi Pagi yang disapa mentari Membuatku semangat berkobar-kobar bagai api Menyapa ibu-guru di sekolahku yang kusanjung dalam hati Kulangkahkan kaki melewati kemalasan dan gengsi Dan di bangku sekolah ini Kunikmati ilmu-ilmu penuh berkah dan Ridha Ilahi Solo, 15 Maret 2018 Kelereng di Halaman Kelereng hijau berputar-putar tak jemu Menyapu
-
Patung Kekasih dan Puisi Lainnya Karya Futihah Qudrotin
Firman jatuh cinta Dengarlah! Jika boleh, aku tak ingin pensiun rindu Aku ingin menjadi angin yang mengelus-elus punggungmu Aku ingin memeluk tanpa mengenakan lengan juga tangan Namun kau juga harus mengerti (Aku benci kalimat ini) Pernah, malam menyimpan tubuhnya di punggungku, Yang bisa kutangkap hanya dingin yang menggigit sampai ke tulang Masih sebentar aku disini,
-
Maret yang Bimbang dan Puisi Lainnya Karya Mahfud RD
Puisi Puisi Mahfud RD TITIMANGSA bila malam menurunkan tirainya aku membuka kembali catatan besar yang kecil di retinamu membaca ulang kata demi kata dan mengabadikannya dalam penggalan waktu kita pernah saling mendakwa sebelum akhirnya saling tertawa dalam buaian udara dan belaian semu betapa kita begitu fana dalam kelapkelip kota yang merana sebelum akhirnya lelap kita
-
Mata Darah dan Puisi Lainnya Karya Nuriman N. Bayan
pxhere.com/ PUISI PUISI NURIMAN N.BAYAN DUA WAJAH HUJAN, 2 Hujan dari matamu kau tak jua tahu kapan jedanya padahal bibirmu makin terbiasa menelan rasa asin hujan dari matanya kau selalu tahu kapan jedanya meski kau tak jua memahami makna dari rintiknya Morotai, 28 Mei 2018. MATAKAU matamu mataku matakau hati hati matamu mataku Morotai, 28
-
Puisi Niaga Bersama Tuhan Karya Baiq Cynthia
Garis tangan manusia Lurus, gelombang, juga meliuk Gelap, putih, abu-abu Terlahir mewah, sederhana Cantik, Cadel, Tuli Tak ada perbedaan Peluk Tuhan saat kau rindu Ulurkan tangan lebih panjang Tuangkan senyuman Yang kauberi setimpang yang kauterima (1) Dia terbungkus sarung robek Ringkuk tong sampah Telanjang dada Mata terkatup erat Lupa, malam habis dihisap Baluk tak bersandar
-
Di Bangku Daun dan Puisi Lainnya Karya Muhammad Lutfi
Puisi-Pusi Muhammad Lutfi Emansipasi Waktu Dibalik tirai yang mengancam kemelut hari esok Fajar tetap berotasi menghiasi bumi Dengan sawah, hutan, dan samudra. Ikan-ikan menjadi tembok kokoh di pagar Nusantara Dengan bumbu masak yang menyemaikan bau bawang Ada sosok wanita yang menjadi ibu, menjadi istri, dan menjadi pekerja Buku menjadi sahabat karib di rongga waktu dapur
-
Tanah Garam dan Puisi Lainnya Karya Faris Al Faisal
Puisi Faris Al Faisal Sang Penyair ~ Yohanto A Nugraha cimanuk yang mengalir di darahmu menggerakkan sampan sajakmu ke semenanjung indramayu menyatu dalam laut biru di ranah moyang arya wiralodra orasi sunyimu serupa cakra udaksana jati diri tanah pesisir jawa dwipa mengenalkan kota dengan kata pada cerobong pipa yang liat berminyak kau nyalakan api puisi
-
Puisi Sya’ban
Taman Kota Di sebuah taman kota berlampu pendar kita duduk menunggu pada sebuah bangku yang tersihir udara. Malam beku terkikis, memeram sepotong rembulan di rahimnya. Kota dengan musim dingin yang riang ini membingkai senyummu seabadi surga. Lalu, adakah keluh cemas yang tak terhapus oleh embunnya? Kota ini adalah kota penabur rindu pada pucuk-pucuk cemara, pada
-
Pantai yang Menyerah dan Puisi Lainnya
PUISI PUISI NURIMAN N. BAYAN PANTAI YANG MENYERAH I/ Kau adalah pantai yang menyerah sesudah ombak, dan mimpi mimpi mengibarkan sayapnya. Aku adalah ombakmu yang letih sebelum pecah, dan mimpi mimpi melunasi hutangnya. II/ Kau adalah pantai yang menyerah sesudah ombak, dan mimpi melahirkan anak anak masa depan. Aku adalah ombakmu yang resah sebelum pecah,