Kategori: Puisi

  • Mata Darah dan Puisi Lainnya Karya Nuriman N. Bayan

    pxhere.com/ PUISI PUISI NURIMAN N.BAYAN DUA WAJAH HUJAN, 2 Hujan dari matamu kau tak jua tahu kapan jedanya padahal bibirmu makin terbiasa menelan rasa asin hujan dari matanya kau selalu tahu kapan jedanya meski kau tak jua memahami makna dari rintiknya Morotai, 28 Mei 2018. MATAKAU matamu mataku matakau hati hati matamu mataku Morotai, 28…

    selengkapnya…

  • Puisi Niaga Bersama Tuhan Karya Baiq Cynthia

    Garis tangan manusia Lurus, gelombang, juga meliuk Gelap, putih, abu-abu Terlahir mewah, sederhana Cantik, Cadel, Tuli Tak ada perbedaan Peluk Tuhan saat kau rindu Ulurkan tangan lebih panjang Tuangkan senyuman Yang kauberi setimpang yang kauterima (1) Dia terbungkus sarung robek Ringkuk tong sampah Telanjang dada Mata terkatup erat Lupa, malam habis dihisap Baluk tak bersandar…

    selengkapnya…

  • Di Bangku Daun dan Puisi Lainnya Karya Muhammad Lutfi

    Puisi-Pusi Muhammad Lutfi Emansipasi Waktu Dibalik tirai yang mengancam kemelut hari esok Fajar tetap berotasi menghiasi bumi Dengan sawah, hutan, dan samudra. Ikan-ikan menjadi tembok kokoh di pagar Nusantara Dengan bumbu masak yang menyemaikan bau bawang Ada sosok wanita yang menjadi ibu, menjadi istri, dan menjadi pekerja Buku menjadi sahabat karib di rongga waktu dapur…

    selengkapnya…

  • Tanah Garam dan Puisi Lainnya Karya Faris Al Faisal

    Puisi Faris Al Faisal Sang Penyair  ~ Yohanto A Nugraha cimanuk yang mengalir di darahmu menggerakkan sampan sajakmu ke semenanjung indramayu menyatu dalam laut biru di ranah moyang arya wiralodra orasi sunyimu serupa cakra udaksana jati diri tanah pesisir jawa dwipa mengenalkan kota dengan kata pada cerobong pipa yang liat berminyak kau nyalakan api puisi…

    selengkapnya…

  • Puisi Sya’ban

    Taman Kota Di sebuah taman kota berlampu pendar kita duduk menunggu pada sebuah bangku yang tersihir udara. Malam beku terkikis, memeram sepotong rembulan di rahimnya. Kota dengan musim dingin yang riang ini membingkai senyummu seabadi surga. Lalu, adakah keluh cemas yang tak terhapus oleh embunnya? Kota ini adalah kota penabur rindu pada pucuk-pucuk cemara, pada…

    selengkapnya…

  • Pantai yang Menyerah dan Puisi Lainnya

    PUISI PUISI NURIMAN N. BAYAN PANTAI YANG MENYERAH I/ Kau adalah pantai yang menyerah sesudah ombak, dan mimpi mimpi mengibarkan sayapnya. Aku adalah ombakmu yang letih sebelum pecah, dan mimpi mimpi melunasi hutangnya. II/ Kau adalah pantai yang menyerah sesudah ombak, dan mimpi melahirkan anak anak masa depan. Aku adalah ombakmu yang resah sebelum pecah,…

    selengkapnya…

  • Pendulum Rindu dan Puisi Lainnya Karya Agus Hiplunudin

    ie-wallpapers.com Puisi Agus Hiplunudin Dengki Setelah hari kiamat Manusia digolongkan menjadi dua Golongan pertama kaum pendosa mereka bermuka keruh dan dihalau ke dalam neraka Golongan kedua kaum shaleh mereka bermuka jernih berseri-seri digiring ke dalam surga Tuhan tersenyum di atas singgasananya Melihat hamba-hambanya dalam surga Hidup berkecukupan dan berbahagia Tiada dengki tiada kebencian yang bersarang…

    selengkapnya…

  • Memburu Angin Surga dan Puisi Lainnya Karya Estu Ismoyo Aji

    Puisi – Puisi Estu Ismoyo Aji Bakti yang Tertunda Maaf Nek, mungkin aku telah terlambat Nek, ini kuberikan untukmu ketan hijau pesanan terakhir darimu kuletakkan di atas pembaringan sepimu agar kau tenang dalam mimpi panjangmu Purworejo, Maret 2018 Kamar Kosong Aku ingin mengukur kecepatan rindumu marilah berlari hingga lelah nafasmu telah kusiapkan kamar kosong untukmu…

    selengkapnya…

  • Sekelopak Mata dan Puisi Lainnya Karya Nuriman N. Bayan

    Puisi-puisi Nuriman N. Bayan Suatu Musim yang Piatu Kurasa, jauh sebelum arah angin berpaling. aku sudah kelelahan mendaki punggungmu yang rimba. jalan licin yang tak tentu arahnya. sungai yang tak kenal musim menepikan akar dan batang-batang. api yang terus menyala menerbangkan asap ke banyak bukit. ke banyak langit. ke banyak pendakian dan pada akhirnya aku…

    selengkapnya…

  • Puisi – Romantika Hujan

    Sajak-sajak Khairul Anam Sengatan Senyum : Rani Listyaningrum Sederhana membungkus akar hidupmu Tiang serta temali hari meninggi makna Beri arti akan hidup sejati Seperti listrik, senyummu alirkan sengatan semangat Bagi pencandu dan penikmat letih Terlebih guman syahdu mewarnai Bilik-bilik lusuh akibat pilu Kenyamanan membesuk hati yang dirundung kelesah Solo, 2018 Hujan Mebasuh Kita : Melanie…

    selengkapnya…