Kategori: Puisi
-
Lugina dan Sajak-Sajak Lainnya Karya Adithia Syahbana
Oleh: Adithia Syahbana Lugina S, dengarlah senandikanya Tetaplah di situ, jangan merajuk rengkuh Di tengah pokok-pokok anggur Daku aromanya meleleh Aliran sarafku bergejolak Darah didih meriak-riak Kepala pekat berkarat Segalanya sejak tetap Engkau yang meminum arak Mengapa pula aku yang lemah tergeletak? Empuan, mengapa Luginamu untukku? Cirebon, 2018 Aku hanya Satu Lautan Aku hanya satu…
-
Pesawat Kata dan Puisi-Puisi Lainnya Karya Dani Alifian
Oleh: Dani Alifian Aku Gila Maka Aku Bahagia Sementara para orang yang dianggap terpelajar di lingkungannya semakin sibuk dengan mata pelajaran pokok “biologi fisika matematika, ilmu membaca, hingga ilmu yang membawanya tak percaya pada sangkuasa,” gumanku, sembari sendiri bahagia dipojokan mempelajari komik “si juki” dan humor dengan sampul delapan belas plus Yah, mereka si…
-
Puisi : Kepada Perempuan Karya Nuriman N. Bayan
Oleh: Nuriman N. Bayan KEPADA PEREMPUAN Di suatu waktu kau pasti temui seorang lelaki di sebuah kamar yang hening dan khusyuk kau dengar Al-fatihah begitu syahdu dan di belakang seseorang mengaminkan. Di suatu waktu kau pasti temui seorang lelaki menggenggam tangan anak-anak dengan erat menuju ke setapak yang pernah ayah dan ibu tunjukkan. kau lihat…
-
Travesti dan Puisi Lainnya Karya Ahmad Radhitya Alam
Puisi-Puisi Ahmad Radhitya Alam Sepelan engkau berucap aku bercakap memainkan laku tirakatan agar kalis segala lajur pertunjukan Blitar, 2018 Gedripan papan kecil tampak jelas di krombongan hitam legam seperti baris batuan ini nama papan gedripan buat bestir tulis tedean istilah untuk sebuah catatan anyam anyaman sebelum pertunjukan yang membawa kita pada garis kehidupan Blitar, 2018…
-
Di Wajah Rintik Hujan dan Puisi Lainnya Karya Dewi Sukmawati
Oleh: Dewi Sukmawati DESAKAN GERIMIS Inginku masih di sini, menikmati Secangkir kata, dan Seporsi sajak, berdua Di teras rumah ibumu Tapi sayang, sungguh sayang Mengapa pagi tadi, aku Bertengkar dengan awan Yang sedang bercumbu dengan langit Dan kini awan mengirim gerimis Membuatku berlari, pulang Menjauh dari puisi, yang Telah kita nikmati, berdua Purwokerto, 22…
-
Bekal Kepulangan dan Puisi Lainnya Karya Daffa Randai
Puisi Daffa Randai Bekal Kepulangan : N. Evani M. untuk kepulanganmu, telah kukemas sekotak puisi sebagai bekal selagi kau di jalan ─seandai kau sendiri puisi-puisiku dapatlah kau jelmakan sebagai teman. Yogyakarta, 8 Juni 2018 [Kafe Basabasi, Pukul 23.00 WIB] Gerimis Telanjang Gerimis telanjang di sepanjang jalan, dan rusuk parit yang keruh meluapkan kenangan.…
-
Teka Teki dan Puisi Lainnya Karya Andi Fajar Wangsa
Puisi-Puisi Andi Fajar Wangsa Membuat Puisi Hujan turun di hari rabu yang mulai sore. Menuju petang yang paling menginginkan rumah. Di sepanjang jalan aku berusaha mencari kata kata. Akan kubuat puisi tentang kau yang di mana-mana. Aku pikir. Ketika hujan semua orang sibuk memeluk kenangan. Mungkin sambil meminum kopi atau dengan tatap panjang ke luar…
-
Puisi Anak Karya Muhammad Lutfi
Puisi anak-anak karya Muhammad Lutfi Semangat Pagi Pagi yang disapa mentari Membuatku semangat berkobar-kobar bagai api Menyapa ibu-guru di sekolahku yang kusanjung dalam hati Kulangkahkan kaki melewati kemalasan dan gengsi Dan di bangku sekolah ini Kunikmati ilmu-ilmu penuh berkah dan Ridha Ilahi Solo, 15 Maret 2018 Kelereng di Halaman Kelereng hijau berputar-putar tak jemu Menyapu…
-
Patung Kekasih dan Puisi Lainnya Karya Futihah Qudrotin
Firman jatuh cinta Dengarlah! Jika boleh, aku tak ingin pensiun rindu Aku ingin menjadi angin yang mengelus-elus punggungmu Aku ingin memeluk tanpa mengenakan lengan juga tangan Namun kau juga harus mengerti (Aku benci kalimat ini) Pernah, malam menyimpan tubuhnya di punggungku, Yang bisa kutangkap hanya dingin yang menggigit sampai ke tulang Masih sebentar aku disini,…
-
Maret yang Bimbang dan Puisi Lainnya Karya Mahfud RD
Puisi Puisi Mahfud RD TITIMANGSA bila malam menurunkan tirainya aku membuka kembali catatan besar yang kecil di retinamu membaca ulang kata demi kata dan mengabadikannya dalam penggalan waktu kita pernah saling mendakwa sebelum akhirnya saling tertawa dalam buaian udara dan belaian semu betapa kita begitu fana dalam kelapkelip kota yang merana sebelum akhirnya lelap kita…