Kategori: Puisi
-
Puisi : Dalam Kanvas dan Puisi Lainnya Karya T. Rahman Al Habsyi
Puisi-puisi T. Rahman Al Habsyi Tepi Bukit Panduman Ilari dibawah bulan yang tidak begitu terang sekitar tampak hitam legam dingin menusuk-nusuk tulang dan badan kau bercerita segala isi dalam dada arah pandang kita menatap lampu temaram kota kita sekarang di puncak Desa Panduman istimewa sebagai dua orang yang sama-sama terluka dipaksa untuk tertawa malam makin…
-
Puisi : Cerita Terompah Tua dan Puisi Lainnya Karya Bang Yof
Puisi-puisi Bang Yof Cerita Terompah Tua Nenekku dulu bercerita: perihal terompah tua yang selalu ia guna setiap ke ladang padi kini terompah tua berganti sepatu kulit buaya. Nenekku dulu bercerita: dahulu sungai ramah, ladang puyangku cari nafkah kini luapan murkanya dimana-mana. Nenekku dulu bercerita: dahulu hutan kita hunian harmoni para kera, gajah, rusa dan kenari…
-
Puisi : Aku Mengecup Hujan Karya Toni Kahar
PUISI-PUISI TONI KAHAR AKU MENGECUP HUJAN Tentang Malam Malam sudah pekat di mataku Rasanya pahit Aku tak bisa merebahkan di suntuknya Keheningan berubah mimpi Yang tak bertujuan Aku pasrah pada hujan saja Yang masih bersembunyi di langit pulau Di mana ibuku selalu menangis pada tuhan Malam, di mataku suatu waktu Yang belum terang Pekatnya seakan…
-
Puisi : Nafsu Pohon Surga dan Puisi Lainnya Karya Nurillah Achmad
Puisi-Puisi Nurillah Achmad Harga Penebus Ampunan Kuabadikan namamu dalam puisi sebagai cecunguk setan yang membelah diri menjadi bulu kerampang sebelah lagi menjelma begu bermain pedang tak lupa kurapalkan ajimat nenek moyang sebelas kali berulang-ulang lalu disemburkan ke pelepah pisang (ango’an potè tolang ètèmbhâng potè mata) lebih baik mati daripada menanggung malu malu aku bertalang-talang…
-
Secangkir Kopi dan Puisi Lainnya Karya AF. Qomarudin
Puisi – Puisi AF. Qomarudin MASA LALU Suara-suara yang lampau itu kembali terdengar Di antara rindang pohonan yang menyimpan Segala kenangan pada masa lalu. Jamuran ya gege thok Jamur apa ya gege thok. Lalu kau akan dapati kembali Diri kita pada masa kecil dulu Bernyanyi, berlari, menari Dan entah berasik riang bagaimana lagi. Tapi bukankah…
-
Puisi : Enigma dan Puisi Lainnya Karya Aji Sucipto
Enigma Kau tak pernah takut kehilanganku Sebab, kau tahu Aku tak akan meninggalkanmu Aku tak pernah takut kehilanganmu Sebab, aku telah persiapkan Segalanya, jika pun kau meninggalkanku Sepasang Sayap Sepasang sayap merpati dicipta dari kesedihanmu Saat kau menyaksikan seorang lelaki di depan Penghulu itu sempat melucuti pakaianmu “Harusnya, ali-ali itu Melingkar di jariku,” katamu Harusnya…
-
Puisi : Sore yang tak ingin Kuakhiri dan Puisi Lainnya Karya Andi Fajar Wangsa
Sore Yang Tak ingin Kuakhiri Pada hadapan Jendela Aku bayangkan hari libur yang panjang Perjalanan yang jauh Ada angin lembut Kursi yang hangat Sebuah lagu membawa ke masa kecil Ada sore yang tak ingin kuakhiri Walau burung terbang ke rumahnya Inginkan senja yang lama Di jalan sunyi bersama Apa Kabar Rumah Apa kabar rumah engkau…
-
Kosong dan Sajak-Sajak Lainnya Karya Alif Febriyantoro
Gadis dan Kota Ini kota, yang katamu punuh dengan jalan-jalan yang berliku. Lorong, tangga, tanah yang ditumbuhi gedung-gedung raksasa, semua sudah kutelusuri bersamamu. Tapi semua sama saja, ketika hujan membasahi, tak ada yang terlewati. Semua akan menjadi basah. Takdir menjadikanmu sebagai gadis kota, salah satu penghuni kota. Dengan serangkaian peristiwa yang sedikit melankolis. Dan sudah…
-
Puisi : Menjadi Udara dan Puisi-Puisi Lainnya Karya Rahmat Pangripto
Puisi Ala Kadarnya Aku tak punya puisi yang bagus Semua ( masih ) ala kadarnya Tak seindah burung merak Tak sesempurna pemilik sayap-sayap patah Pulanya terlalu jauh bila disandingkan sang binatang jalang Hanya saja, Aku hanya selalu ingin membagikannya Agar kau tahu perkembanganku. Sumber Datar, 15 Agustus 2018 Tak Butuh Yang kubutuhkan bukan gunung emas…