Kategori: Puisi
-
Kasidah Petani dan Puisi Lainnya Karya Moh. Rofqil Bazikh
Sajak-Sajak Moh. Rofqil Bazikh Ziarah sebelum benar-benar kutabur kembang firman di perutmu setangkai mawar berdarah lebih dulu tumbuh dan semaraknya menjelma kesakitan-kesakitan yang lupa kunamai aku tak akan memintamu kembali, kubiarkan hilir kenangan menata jalannya sendiri rasanya aku begitu asing di sini menghakimi sepi dengan puisi satu-satunya yang terasa adalah getar-getar aneh yang mengutukku sayatan rindu…
-
Puisi : Revallina Karya Arian Pangestu
Puisi-puisi Arian Pangestu Revallina Adakah kata yang paling bening yang bila kukecup mampu menyegarkan batin jikalau selain kata cinta, maka itu ialah nama manismu sebagai cermin yang memantulkan wujud dirimu sebagai musim semi dalam kemarau hari-hariku betapa aku sungguh merindukan rintik-rintik hujanmu dan dalam lipatan jarak wajahmu berkelindan dalam angan; kenapa aku begitu gemar menyaksikan…
-
Puisi : Guntur itu tak Pernah Ada Karya Muhammad Rifki
Bocah Hujan /I/ seperempat napasnya terdiri dari rintik-rintik hujan. setelah besar di rahim ibunya, janin itu bersuka ria. mengendap dari dua belah sudut lahir, hutan hitam lebat, empat pertanyaan ia jawab belagu. ia ingin hidup sendiri, mendunia tanpa perlu ditemani, tambuni-tambuni yang jadi antah berantah. kini nasibnya, sepinggang ibu. mengeram kuat, besok-besok, ia mewarisi watak…
-
Ayat-Ayat Luka dan Puisi Lainnya Karya BJ. Akid
PUISI-PUISI: BJ. AKID* Falsafah Rindu Dari batang lamunan yang aku diskusikan pada diam, wajahmu menguncup dalam ingatan, mencipta ketunggalan jalan perumpamaan, sebelum nama-nama tuhan aku pahat sebagai bayangan, barangkali hanya cinta yang kita takuti, ketika malam lebih menyerupai cahaya dan siang pun lebih bermukim pada kata-kata. Maka dari itu pula rindu telah kita bekukan, meraba…
-
Kesedihan Nahela dan Puisi Lainnya Karya Ibna Asnawi
Puisi-puisi Ibna Asnawi Kesedihan Nahela nahela yang gadis berbaring di halaman rumah kakinya mempermainkan kerikil menendang kesal sebutir-dua butir sepi walau hatinya bising oleh perih padahal halaman rumah nahela sempit dirinya melulu dihimpit sakit tetapi wajahnya, bagai kaca jendela yang tegar bersama debu mata nahela memejam kemudian dalam pejamnya ia dapati ibunya secantik purnama tersenyum…
-
Ayat Nostalgia dan Puisi Lainnya Karya Tjahjono Widarmanto
Puisi- Puisi Tjahjono Widarmanto PEREMPUAN BULAN *)buat: Jackson Pollock wajah tersenyum dalam ingatan jejak dan senyummu tertinggal dalam lorong-lorong waktu lengang seperti bulan yang termenung sendiri perempuan menunggu aroma kopi menawarkan kisah-kisah pilu yang terulang : ciuman yang berakhir pada kematian atau tentang kisah-kisah baru : perjumpaan, perpisahan, pertemuan kembali dan cium paling sunyi…
-
Setan Rindu dan Puisi Lainnya Karya Rudi Santoso
PUISI RUDI SANTOSO* TASBIH CINTA Biarkan aku berkelana dalam hitungan tasbihmu Menjadi seorang yang diharapkan Dengan doa-doa yang ingin kau semogakan Sehingga kita bisa menjadi sepasang kekasih Yang sah dengan sanksi kedua orang tua 2019 SEBUT AKU DALAM DOAMU Dari gelisah dan detak jantungmu Sebut aku dalam doa Karena aku percaya Doa adalah mantra yang…
-
Puisi : Tikungan Berdebu Karya Ayif Saifir R.
Puisi-Puisi Saifir Rohman Kenangan Sang Bapak Bapak duduk menghadap pintu di ruang tamu. Lengannya bersendekap, punggungnya menempel ke sandaran kayu. Katanya, ia sedang memeriksa bekas tusukan paku, seraya meraba-raba benjol ungu pukulan sang palu. Ya, di masa mudanya, Bapak adalah seorang perantau dan tukang kayu. Sebagai kenangan yang dihadiahkan masa muda, keduanya, bagi Bapak, terlalu…
-
Puisi : Hujan yang Merenung dan Puisi Lainnya Karya Rizal Fathurrohman
Puisi-puisi Rizal Fathurrohman Di Tebing senja orang-orang Breksi berjalan di jalan yang sedikit bermata matahari senja. Orang-orang mulai gusar dengan berhenti di rambu-rambu warna hijau banyak matahari sore yang baru tahun ini seperti senja(ta)mu kemarin yang mengoyak hari-hari terkahir sukmaku. Yang nampak indah di matamu dibanding senja yang dulu pernah kita lihat bersama di batu batu,…
-
Puisi : Kisah Angsa Jantan Karya Fahris A.W.
Puisi-Puisi Fahris A.W. KISAH ANGSA JANTAN Suatu senja di musim kemarau nan gersang Ketika butir debu menyeka air mata Dari tangis rumput kecil di tanah tandus Yang menjadi saksi jejak kaki sang angsa Melangkah lunglai dengan mata buta Mencari sang betina yang lama terpisah Berjalan…terusberjalan… Hanya arah angin sebagai penunjuk jalan Dengkik sayap di tengah…