Kategori: Puisi
-
Kendari Selepas Hujan dan Puisi Lainnya Karya Andi Fajar Wangsa
Kendari Selepas Hujan Kendari selepas hujan Itu pukul delapan malam Cahaya remang dari kejauhan Lelaki sunyi di basah jalanan Yang jauh masihkah menunggu Mendendang lagu suka Atau menyelam arti lupa Pada pulang kumasih setia Bawa cerita dan esok hari Padamu semua bermula dan kembali – Kendari, 2018 Menyaksi Kau Pada Lautan Malam Telah jauh Aku…
-
Puisi : Sungai dan Puisi Lainnya Karya Zen KR. Halil
Add caption Puisi Zen KR. Halil* Jalan-jalan ke Kota Harapan Jalan-jalan ke kota harapan Dimana di pinggir jalan Terpajang gambar kita Sebagai sepasang suami-istri di pelaminan Dan tugu kotanya adalah Tangan kita yang setia erat berpegangan. Jalan-jalan ke kota harapan Di pagi hari, kicau burung ramai Menyuarakan nama kita bergantian Di malam harinya, lampu-lampu Seluruhnya…
-
Doa Petani Tembakau dan Puisi Lainnya Karya M. Syamilul Hikam
pixabay Di Lautmu Laut ini tampak indah dipandangi Orang orang boleh saja menyelaminya sesuka hati Seribu pintu tersedia Cuma-cuma Tapi, harus punya kunci paling rahasia Banyak sekali nelayan yang silih berganti datang Untuk memanen ikan ikan Bahkan, ada yang hanya bermain kejar kejaran di tepi pantai Atau, sebatas memandanginya dari kejauhan Selepas itu mereka bergegas…
-
Puisi : Orang Bukit Karya Moh. Rofqil Bazikh
pixabay Puisi-Puisi Moh. Rofqil Bazikh Stanza Ada doaku yang berdebu dan berdebum Sekadar membersihkan kemarung yang membusung Tiap gemuruhnya melubangi ketakutan masa silam Kini kudekap erat, masih sangat erat ;Jurus ampuh setelah puisi Di kejauhan kau sunggingkan senyum Sedang aku telah lama larut Meski cemburu kerap bertaut Cukup! Setelah kau adalah jalan pulang Menembus sebentang…
-
Puisi : Jendela dan Selaksa Bayang Karya Imam Ar-Ruqi
Puisi-puisi Imam Ar-Ruqi Euforia Sunyi Sempurnalah kesunyian ini, setelah tragedi panjang menyamarkan kegaduhan Segaduh isi dada meneriakkan namamu dalam setiap larik sajak-sajakku Selaksa mawar merekah atas putik yang seharusnya mengalpa tanpa adanya kumbang. Sementara malam membunga dengan purnama ke empat belas Serta iringan gonggongan serigala memarade tanpa adanya undangan Mencipta gelombang suara yang di dalamnya…
-
Puisi : Moksa dan Puisi Lainnya Karya Zen Kr
Pada Akhirnya, Engkau Kujumpai Di Sebuah Ruang Bernama Ilusi Pagi ini Hujan kembali bertandang Dingin kurasa dari suatu ingin Lalu kau menari dalam kepalaku Kudekap erat engkau Dengan tangan-tangan angan Agar gigil bukan lagi kawan Bagi rintik hujan di pelataran Dan khayalan tak henti mengirimiku Sebuah kenikmatan hingga candu. 2019 Sia-sia Sudah nyata di hatimu…
-
Puisi : Tanah Luka Karya BJ. Akid
PUISI-PUISI: BJ. AKID* Nerasi Kopi Biji-biji musim Menghitamkan kemungkinan Seperti mutiara hitam Pekat di jalan kegelapan Tapi waktu sungguh bijaksana Memisahkan segala harapan Merakit malam dalam ucapan Ucapan sabar bagi penungguan Seperti kenangan Saringan selalu setia bertahan Dari lukisan dam cobaan Yang kental dari kesunyian Biar genangan awet dalam cinta Manis dan janji selalu tumbuh…
-
Ludruk dan Puisi Lainnya Karya Ahmad Radhitya Alam
Ludruk dunia ini memang seperti roda yang terus saja berputar pada porosnya yang telah mencipta niscaya maka menjadi besar bukanlah sebuah jaminan kita bakal menjadi penguasa selamanya ada kalanya kita akan berada di bawah, kemudian dilindas oleh penguasa baru kehidupan itulah nasib ludruk kita saat ini yang kian hari mulai hilang dalam mesin pencari orang-orang…
-
Puisi : Levhicausta Karya Nurillah Achmad
Keliru Menyamakan Cemburu dan Diam Aku malu-malu menyatakan betapa keliru menyamakan cemburu dan diam bagiku, murung bertemu bingung adalah keriuhan yang tak mesti dimulai aku malu-malu mengungkapkan jika cemburu mesti pura-pura diam padahal saat punggungmu bersandar di pepohonan dadaku bergetar-getar ingin menebang dongeng yang dimulakan kini, aku takkan malu memasang tampang sekali saja dedaun itu…
-
Puisi : Pesona Keheningan Karya Fani Haryadi
Puisi-Puisi Fani Haryadi KEAKRABAN MEMBAKAR Suka duka selalu berbagi dengan penuh hati Tak pernah sesekali saling membohongi Namun berusaha saling mengerti Disana disini disitu selalu ada, memahami Berbedanya persepsi bukan tak mau mengalah Tapi selalu ada yang mengalah Bahkan merasa saling bersalah Demi keutuhan tak ingin terbelah Berkata dengan gambalng Itulah perasaan sayang Bukan Bulan…