Kategori: Puisi

  • Puisi – Ubi Amor Ibi Dolor

    Puisi Syafri Arifuddin Masser Ubi Amor Ibi Dolor Demi cinta: manusia pertama bersimpuh di hadapan Tuhan. merelakan tulang rusuknya diambil demi wanita sebagai anak panah iblis yang kecewa. Karenanya kita dibuang di sebuah bumi bulat atau datar. Tempat sebagai hukuman yang kita jadikan tempat penghambaan. Demi cinta: darah bercucuran—di mana saja. di malam tahun baru…

    selengkapnya…

  • Puisi – Aku Ingin Menajadi Kalimat di Doamu

    PUISI-PUISI RUDI SANTOSO TERPASUNG OLEH KENANGAN Apakah kau mendengar apa yang dikatakan hatiku Dedaunan yang jatuh Jatuh mengering Lalu terbakar Apakah kau mengerti dengan yang kurasakan Diam dalam gelisah Gelisah tanpa kata Kata-kata hilang diantara paras cantikmu Apakah kau mengerti dengan sunyi hatiku Membenci keadaan Keadaan yang memasungku dengan luka Sunyi itu luka Sunyi itu…

    selengkapnya…

  • Puisi – Wajah Petani

    Sajak  Agus Yulianto Wajah Petani Senja tak seindah dulu menjadi gersang dan dangkal. dari balik jendela matamu menentang sambil memandangi lahan-lahan yang dulu menjanjikan yang kini menjadi bangunan-bangunan di pertengahan sawah megah dan mewah. wajahmu mulai lesu kau bertanya Apakah aku akan memiliki bangunan-bangunan itu? Sedangkan lahan hijau ku sudah kau singgahi Jujur aku menyensali…

    selengkapnya…

  • Puisi – Aviory

    Sajak-Sajak Kakanda Redi Dek Via dek, sekarang gelasku pinter menggerutu    :pinggulmu biasa-biasa saja dangdut sudah pulang pada marwahnya biar kopiku saja yang kental, dek Via dangdutmu jangan ikut-ikut binal nyanyi saja, dengan suara yang bikin deg-degan lagu-lagu melankolia    sayang… opo kowe krungu    jerite atiku dek Via, duh suaramu aku sudah goyang sejak…

    selengkapnya…

  • Puisi – Balada Sunyi

    Puisi-Puisi Ivan Aulia Balada Sunyi Dikutuk angin membelah cinta Mempelai kursi panas dihabis rayap senja Sungguh membelenggu bulan purnama Rendaman api disembur sunyi Sepi menginjak tanah secara beramai-ramai Andaikan maut diterka ketepian Andaikan langit merah menguncang sakaratul maut Suatu saat neraka diseuntai benang kematian Surabaya, 2018 Mengakhiri Perjumpaan di Kota Solo Tak terasa wisata budaya…

    selengkapnya…

  • Puisi – Ratapan Sunyi

    /1/ Ratapan Sunyi Puisi-puisi yang berkisah, tentang malam. Terbelenggu pekat begitu laknat terlahir dari rahim-rahim suci batu-batu yang lindap Ia meratap, dalam sunyi hati berbalut penat dirundung resah hingga pedih, tersayat memendam hasrat yang tlah lama berkarat buncah, bersama debaran gairah yang tak pernah terucap! Di ketinggian puncak bebatuan, karang hitam kulihat sayap-sayap malaikat, terbang…

    selengkapnya…

  • Puisi – Januari yang Yatim Februari yang Piatu

    Puisi-puisi Nuriman N. Bayan Januari yang Yatim Februari yang Piatu Pada januari yang yatim tak seperti angin ia tertawa tanpa sebab. Pada februari yang piatu tak seperti daun ia menangis tanpa sebab. Ternate, 11 Februari 2018. Adakah Jalan Menunuju Rumahku Jika aku lepas dari aturan-aturan yang kau buat adakah jalan menuju rumahku? atau verba telah…

    selengkapnya…

  • Puisi – Bertanya Pada Minggu

    Puisi-Puisi Joe Hasan Bertanya Pada Minggu Aku bertanya pada Minggu esok Dengan malam yang menusuk sepi-sepiku Dingin yang berselonjor di atas kulit Seakan aku menyerah sepanjang masa Bukankah telah kulukis kematian Di atas putih dan bersihnya kenangan Bisa saja ia berpaling nanti Ketika semua usia bertemu Namun aku sedang ingin berubah Ingin melupakan segala kebaikan…

    selengkapnya…

  • Puisi – Sang Bayu

    Puisi-puisi Irma Muzaiyaroh Sang Bayu Ini tidak seperti biasanya Dia terdengar tak tenang Hembusannya semakin kuat Memaksa dedaunan yang rentah untuk luruh Suaranya bergemuruh tak sabar Meminta butiran-butiran halus beterbangan Sang Bayu sedang bergolak Mengundang papan kayu itu untuk berderik Merayu aur yang menjulang untuk menyanyi Embusannya Suaranya Akankah menandakan musim telah berganti? Tetes Pagi…

    selengkapnya…

  • Puisi – Masih Melawan Ketakutan di Rumah Tua

    Puisi-puisi M Ivan Aulia Rokhman Medan Berjuang Selepas Menantang Kota Kecil Kota yang sepi Kereta hampir lewat menurut jam tangan Tak terasa nasib siang telah tertinggal jauh Perasaanku makin lumrah Sebelum pulang mengajak ke kota sejarah Mengambil gambar sekaligus mengakhiri penjelalahanku di kota kecil Kini saatnya berjumpa dengan kawanku Dari kota kecil kembali ke kota…

    selengkapnya…