Kategori: Puisi

  • Puisi – Lagu Masa lalu

    Puisi-puisi Fahris a. w. Lagu Masa Lalu Lembayung syahdu, senandung rindu Sayup terdengar begitu merdu Melenggang elok melambai ayu Dalam peluk embus angin Bersama gulungan awan musim dingin Memecah sunyi Mencuri sepi Dimanakah asal Indah suara sang dara Membelai lembut ruang telinga Merangsang saraf-saraf bahagia Alirkan darah bercuaca gembira Amat menyentuh syair nona Mampu tentramkan…

    selengkapnya…

  • Puisi – Nostalgia Bangunan Tua karya Ahmad Syauqil Ulum

    Nostalgia Bangunan Tua Ketika hujan tiba… Ribuan titik airnya menggenangi Ruas jalan yang aku tapaki bahkan Kain katun yang aku kenakan, Kini sehelai pun sulit mengeringnya Waktu terus berjalan mengikuti Detik jam yang berputar ratusan kali Hujan mulai mereda, tanda terang Namun air itu masih saja menelan mata kakiku Di tepi jalan, terpatri gerombolan semut…

    selengkapnya…

  • Puisi – Penantian yang tak Berujung

    Puisi-Puisi Riski Bintang Venus Penantian yang tak Berujung Sadarkah kau di sini aku menunggu ? Aku menunggu dengan penuh rerintihan Aku menunggu seseorang yang kan menemani ruang hampaku ini Tidakkah kau dengar, setiap saat aku memanggilmu Ya, aku adalah tempat keabadiaan yang selalu menantimu Aku adalah rumah orang yang sendirian, yang penuh dengan kesusahan Aku…

    selengkapnya…

  • Puisi – Subuh yang Terjarah

    Puisi Imam Suwandi Pada Subuh yang Terjarah Pada subuh yang terjarah Akulah rasa yang dulu pernah ada Lewat ingatan ingatan yang menjelma Dari tetesan yang terjamah Punggung malam belum usai terbaca Pada titik tempat aku mengadu luka Sayang, engkau selalu ada, di sudut ruang yang menghampa Pada subuh yang terjarah Akulah tubuh yang engkau pinta…

    selengkapnya…

  • Yang Muda Berkarya

    Muda Berkarya, Muda Berprestasi Muda itu, berkarya bukan banyak gaya Muda itu, berprestasi bukan kebanyakan main ilusi Muda itu, banyak karya bukan banyak berbelanja Muda itu, banyak memberi bukan meminta Muda itu, selalu optimis dan berkreasi Menghasilkan karya agar bisa jadi inspirasi Muda itu selalu belajar bukan hura-hura Saat tua tidak lagi menyesal Karena masa…

    selengkapnya…

  • Ironinya Negeri Ini

    Bergema teriak rakyat bergumam seribu amanat Semarak menyerbu kursi pangkat Masuk, duduki bangku dewan Menerjang suatu puncak jaminan Tergugah terjun konflik rakyat Dibalik terangkat makna tersirat Nyata hasrat tahta, harta menghayat dalam bayang pekat Tak murni sepenuh hati, kerap jadi ironi Sebab timbul sana sini kasus dewan terduga korupsi Sunggu ngeri negeri ini, harta milik…

    selengkapnya…

  • Kita Telah Mati

    Aku kira kita sudah mati Anak-anak kecil bermain telanjang Bersama darah dan nanah Makan batu, aksara, juga keabadian Perempuan-perempuan mulai kehilangan badan Tinggal kaki setangkup dan yang lain saling makan daging saudaranya Pria-pria bersama kelamin mereka bangga di atas matahari Jenaka dan rindang melenggak-lenggok Dan goyang kakinya bertetes peluh Aku congkak Sudah lama kutinggalkan Tuhan…

    selengkapnya…

  • Seuntai Pengorbanan

    Oleh : Zainul Anshori Hari semakin siang, matahari tepat di sekitar tengah tengah kepala. Rasa panas kulit tak sepanas saat hati terasa sakit, saat diabaikan semua rasa yang saya pikul, entah kepada siapa aku mengeluh,mengadukan nasib seberat semut memikul buah durian. Ya ……! Apakah patut, rasa yang ingin diperjuangkan bisa dikatakan pengorbanan …? Dan rasa…

    selengkapnya…

  • Langai; Selimut Duri

    Oleh : Moh Imron Tubuhmu berduri Apa kau tak ingin melukai? Aku tahu Air matamu rontok dari rantingnya Kesedihanmu berguguran Apa lagi yang kau rindukan? Hujan? Hujan telah bersembunyi Di balik kantong orang-orang berdasi Kampungmu gersang Kampungmu dimiskinkan Kampungmu ditindas Kampungmu diterlantarkan Tak ada keadilan di Kampungmu Kau hanyalah perusahan kesedihan Kau hanyalah pabrik kesengsaraan…

    selengkapnya…

  • Alisa, Kamulah Puisiku

    Oleh : Ipul Lestari Angin dan daun-daun gugur Entah kenapa suasana di ketinggian selalu menarik mataku Ribuan pepohonan yang rindang Hijaunya hutan belantara mewakili suasana hati yang rindu kala itu Dengan alasan yang tidak masuk akal kau pergi meninggalkan kota kecil ini, Alisa Malam datang lagi seperti bagian dari kehidupanku Malam selalu membawa gelap dan…

    selengkapnya…