Kategori: Puisi

  • Pendulum Rindu dan Puisi Lainnya Karya Agus Hiplunudin

    ie-wallpapers.com Puisi Agus Hiplunudin Dengki Setelah hari kiamat Manusia digolongkan menjadi dua Golongan pertama kaum pendosa mereka bermuka keruh dan dihalau ke dalam neraka Golongan kedua kaum shaleh mereka bermuka jernih berseri-seri digiring ke dalam surga Tuhan tersenyum di atas singgasananya Melihat hamba-hambanya dalam surga Hidup berkecukupan dan berbahagia Tiada dengki tiada kebencian yang bersarang

    selengkapnya…

  • Memburu Angin Surga dan Puisi Lainnya Karya Estu Ismoyo Aji

    Puisi – Puisi Estu Ismoyo Aji Bakti yang Tertunda Maaf Nek, mungkin aku telah terlambat Nek, ini kuberikan untukmu ketan hijau pesanan terakhir darimu kuletakkan di atas pembaringan sepimu agar kau tenang dalam mimpi panjangmu Purworejo, Maret 2018 Kamar Kosong Aku ingin mengukur kecepatan rindumu marilah berlari hingga lelah nafasmu telah kusiapkan kamar kosong untukmu

    selengkapnya…

  • Sekelopak Mata dan Puisi Lainnya Karya Nuriman N. Bayan

    Puisi-puisi Nuriman N. Bayan Suatu Musim yang Piatu Kurasa, jauh sebelum arah angin berpaling. aku sudah kelelahan mendaki punggungmu yang rimba. jalan licin yang tak tentu arahnya. sungai yang tak kenal musim menepikan akar dan batang-batang. api yang terus menyala menerbangkan asap ke banyak bukit. ke banyak langit. ke banyak pendakian dan pada akhirnya aku

    selengkapnya…

  • Puisi – Romantika Hujan

    Sajak-sajak Khairul Anam Sengatan Senyum : Rani Listyaningrum Sederhana membungkus akar hidupmu Tiang serta temali hari meninggi makna Beri arti akan hidup sejati Seperti listrik, senyummu alirkan sengatan semangat Bagi pencandu dan penikmat letih Terlebih guman syahdu mewarnai Bilik-bilik lusuh akibat pilu Kenyamanan membesuk hati yang dirundung kelesah Solo, 2018 Hujan Mebasuh Kita : Melanie

    selengkapnya…

  • Puisi – Ubi Amor Ibi Dolor

    Puisi Syafri Arifuddin Masser Ubi Amor Ibi Dolor Demi cinta: manusia pertama bersimpuh di hadapan Tuhan. merelakan tulang rusuknya diambil demi wanita sebagai anak panah iblis yang kecewa. Karenanya kita dibuang di sebuah bumi bulat atau datar. Tempat sebagai hukuman yang kita jadikan tempat penghambaan. Demi cinta: darah bercucuran—di mana saja. di malam tahun baru

    selengkapnya…

  • Puisi – Aku Ingin Menajadi Kalimat di Doamu

    PUISI-PUISI RUDI SANTOSO TERPASUNG OLEH KENANGAN Apakah kau mendengar apa yang dikatakan hatiku Dedaunan yang jatuh Jatuh mengering Lalu terbakar Apakah kau mengerti dengan yang kurasakan Diam dalam gelisah Gelisah tanpa kata Kata-kata hilang diantara paras cantikmu Apakah kau mengerti dengan sunyi hatiku Membenci keadaan Keadaan yang memasungku dengan luka Sunyi itu luka Sunyi itu

    selengkapnya…

  • Puisi – Wajah Petani

    Sajak  Agus Yulianto Wajah Petani Senja tak seindah dulu menjadi gersang dan dangkal. dari balik jendela matamu menentang sambil memandangi lahan-lahan yang dulu menjanjikan yang kini menjadi bangunan-bangunan di pertengahan sawah megah dan mewah. wajahmu mulai lesu kau bertanya Apakah aku akan memiliki bangunan-bangunan itu? Sedangkan lahan hijau ku sudah kau singgahi Jujur aku menyensali

    selengkapnya…

  • Puisi – Aviory

    Sajak-Sajak Kakanda Redi Dek Via dek, sekarang gelasku pinter menggerutu    :pinggulmu biasa-biasa saja dangdut sudah pulang pada marwahnya biar kopiku saja yang kental, dek Via dangdutmu jangan ikut-ikut binal nyanyi saja, dengan suara yang bikin deg-degan lagu-lagu melankolia    sayang… opo kowe krungu    jerite atiku dek Via, duh suaramu aku sudah goyang sejak

    selengkapnya…

  • Puisi – Balada Sunyi

    Puisi-Puisi Ivan Aulia Balada Sunyi Dikutuk angin membelah cinta Mempelai kursi panas dihabis rayap senja Sungguh membelenggu bulan purnama Rendaman api disembur sunyi Sepi menginjak tanah secara beramai-ramai Andaikan maut diterka ketepian Andaikan langit merah menguncang sakaratul maut Suatu saat neraka diseuntai benang kematian Surabaya, 2018 Mengakhiri Perjumpaan di Kota Solo Tak terasa wisata budaya

    selengkapnya…

  • Puisi – Ratapan Sunyi

    /1/ Ratapan Sunyi Puisi-puisi yang berkisah, tentang malam. Terbelenggu pekat begitu laknat terlahir dari rahim-rahim suci batu-batu yang lindap Ia meratap, dalam sunyi hati berbalut penat dirundung resah hingga pedih, tersayat memendam hasrat yang tlah lama berkarat buncah, bersama debaran gairah yang tak pernah terucap! Di ketinggian puncak bebatuan, karang hitam kulihat sayap-sayap malaikat, terbang

    selengkapnya…