Situbondo Berbenah: Dari Gelap Menuju Terang

Apresiasi Kompas TV Kategori Daerah Peduli Pengembangan UMKM dan Potensi Sumber Daya Lokal.

Situbondo kini sedang berbenah. Semangat perubahan makin terasa, baik di kalangan pemerintah maupun masyarakat. Dari pelayanan publik yang diperbaiki, pemberdayaan warga yang diperluas, hingga transparansi tata kelola pemerintahan, semua diarahkan pada satu tujuan: Situbondo Naik Kelas.

Ungkapan “Habislah gelap terbitlah terang”, seakan pas menggambarkan kondisi daerah ini. Setelah sempat terpuruk akibat kasus korupsi yang menjerat bupati dan pejabat sebelumnya, Situbondo pernah kehilangan kepercayaan masyarakat. Citra pemerintah sempat tercoreng. Namun, di balik masa gelap itu, cahaya harapan kini kembali menyala.

Bupati Rio Wahyu Prayogo membawa energi baru. Bersama jajarannya, ia mencoba memulihkan kepercayaan rakyat dengan membuka ruang partisipasi, memperbaiki sistem, dan menegakkan transparansi. Harapannya, masyarakat tidak lagi pesimis, tetapi ikut bersemangat membangun tanah kelahirannya.

Pemerintahan Bersih, Rakyat Percaya

Masyarakat Situbondo butuh bukti nyata, bukan janji manis. Transparansi adalah langkah pertama. Itulah sebabnya langkah Bupati Rio mendatangi KPK mendapat banyak apresiasi. Tindakan itu menunjukkan komitmen serius untuk menjalankan pemerintahan yang bersih dan terbuka.

Transparansi ini penting karena rakyat ingin tahu ke mana uang daerah dialirkan, bagaimana pembangunan dijalankan, dan apakah pelayanan publik benar-benar berpihak pada mereka. Jika semuanya dilakukan secara terbuka, ruang penyalahgunaan wewenang bisa ditekan. Pada saat yang sama, rakyat juga bisa ikut mengawasi jalannya roda pemerintahan.

Singkatnya, pemerintah bersih akan melahirkan rakyat yang percaya. Kepercayaan inilah modal utama untuk membawa Situbondo ke arah yang lebih baik.  Eh, ternyata Mas Rio masih ingat komitmen “tak congocoa, tak cok ngeco’a”.

UMKM, Mesin Ekonomi Baru

Selain soal pemerintahan, sektor ekonomi juga jadi fokus utama. Situbondo tidak mau hanya bergantung pada sektor formal. Maka muncullah gagasan “Situbondo Kabupaten UMKM”, dan kemarin Alhamdulillah, dideklarasikan!

Di setiap kecamatan, kini bermunculan pelaku usaha kecil yang kreatif. Dari batik Marogghi khas Situbondo, kerajinan bambu, hiasan dari cangkang kerang, sampai kuliner tradisional yang menggugah selera. Semua menjadi bukti bahwa Situbondo punya potensi besar.

UMKM bukan hanya soal dagang, tapi juga soal pemberdayaan. Jika UMKM berkembang, banyak keluarga terbantu, lapangan kerja terbuka, dan perekonomian jadi lebih hidup. Dengan dukungan pemerintah yang serius, produk lokal Situbondo bisa tembus pasar nasional, bahkan internasional.

Deklarasi “Kabupaten UMKM” semacam kolaborasi dan ajakan nyata agar seluruh warga ikut serta. Pemerintah menyediakan fasilitas, pelaku usaha bergerak, masyarakat mendukung, hasilnya Situbondo punya ekonomi yang tangguh.

Perubahan Butuh Gotong Royong

Namun, perubahan tidak bisa hanya dibebankan pada pemerintah. Partisipasi masyarakat adalah kuncinya. Sejak dulu, budaya gotong royong sudah mengakar di Situbondo. Kini, semangat itu harus kembali digelorakan.

Rakyat bisa ikut serta dengan banyak cara: mengawasi program pemerintah, mendukung UMKM, atau menjaga fasilitas umum. Semua langkah kecil itu jika dilakukan bersama akan menjadi kekuatan besar.

Pemerintah boleh punya visi, tetapi tanpa rakyat, visi itu hanya tinggal wacana. Begitu juga sebaliknya, masyarakat butuh pemerintah yang memfasilitasi. Perubahan sejati hanya bisa lahir jika keduanya berjalan beriringan. Ups. Tadi malam Situbondo dapat penghargaan Daerah Peduli Pengembangan UMKM dan Potensi Sumber Daya Lokal” dari Kompas TV. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Ekonomi Kreatif kepada Bupati Muda.

Ayo Bangkit Bersama

Situbondo sudah terlalu lama berada dalam bayang-bayang masa lalu. Kini saatnya menatap masa depan dengan penuh keyakinan. Pemerintahan yang transparan, ekonomi rakyat yang hidup lewat UMKM, serta partisipasi masyarakat yang solid. Semuanya menjadi pondasi kuat untuk mewujudkan Situbondo Naik Kelas.

Dari gelap menuju terang, dari pesimis menjadi optimis, Situbondo membuktikan bahwa perubahan itu mungkin. Namun, semua itu hanya bisa terwujud jika kita membangunnya bersama-sama.

Ayo bangun Situbondo! Mari kita jaga, kita rawat, dan kita besarkan tanah kelahiran ini agar semakin maju, sejahtera, dan naik kelas.

Penulis


Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertorial

Cara Cepat dan Mudah Agar Pakaian Tetap Harum Sepanjang Hari

Alexong Arianto Adipurwanto Cerpen

Cerpen: Malam Panjang Naq Kerinying

Daffa Randai Puisi

Bekal Kepulangan dan Puisi Lainnya Karya Daffa Randai

Buku Ulas

Sunyaruri; Hantu-Hantu Kesunyian

Apacapa

Gemalaguna: Laut Tak Pernah Salah

Cerpen Gusti Trisno

Cerpen : Generasi Tik Tok Karya Gusti Trisno

Advertorial

Memiliki Banyak Rekening Bank, Memangnya Perlu?

Moret Taradita Yandira Laksmi

Cerpen Mored: Lukisan Kenangan

Faris Al Faisal Puisi

Puisi: Merangkak Patuh

Politik sukandi

Bukan Kolosal Karmapala: Habis Gelap, Terbitlah Perubahan

Advertorial

Perkembangan Tipe-tipe Kamar Mandi

Puisi Surya Gemilang

Puisi: Setelah Kau Pergi dari Kamarku

Agus Hiplunudin Cerpen

Cerpen: Janda

Puisi Tribute Sapardi

Puisi: Untukmu, Eyang!

Apacapa Ferdiansyah fulitik

Rakyat Rebutan Minyak Goreng, Partai Moncong Putih dan Partai Mercy Rebutan Kursi

Apacapa Esai Marlutfi Yoandinas

Jika Jurnalisme Bukan Monopoli Wartawan*

Puisi Saifir Rohman

Puisi : Tikungan Berdebu Karya Ayif Saifir R.

Covid Irene Dewy Lorenza Puisi

Puisi: Pandemi

Prosa Mini Sastra Yudhianto Mazdean

Surat untuk Bapak

Buku Ulas

Cinta Tak Pernah Tepat Waktu dan Badai Kenangan