Bulan: Januari 2018
-
Curhat Si Buku
Dalam kegelapan malam, si Buku sedang duduk bermuram muka. alisnya datar, bibirnya cemberut. Kata anak muda, sedang galau. Oleh : Muhaimin Dari kejauhan, si Radio memperhatikan kegalauan si Buku. Karena tak tega dengan kesedihannya, dia berniat menemaninya untuk mengurangi rasa galau yang sedang menerpa. “Hei, Buku! Kulihat kau sedang murung. Apa yang sedang mengganggu pikiranmu?”
-
Ulas Buku – Islam dan Sosialisme karya H.O.S. Tjokroaminoto
Tjokroaminoto dilahirkan pada 16 Agustus1882. Nama kecilnya adalah Oemar Said . Lahir di sebuah kampung di Madiun, bertepatan dengan meletusnya Gunung Krakatau di Selat Sunda. Dari keluarga raden mas Tjokromiseno. Cikal bakal keluarganya berasal dari Ponorogo, desa Tegal Sari. Kakeknya raden mas adipati Tjokronegoro adalah Bupati Ponorogo. Sedangkan Ibunya adalah anak seorang ulama kenamaan pada
-
Puisi – Nostalgia Bangunan Tua karya Ahmad Syauqil Ulum
Nostalgia Bangunan Tua Ketika hujan tiba… Ribuan titik airnya menggenangi Ruas jalan yang aku tapaki bahkan Kain katun yang aku kenakan, Kini sehelai pun sulit mengeringnya Waktu terus berjalan mengikuti Detik jam yang berputar ratusan kali Hujan mulai mereda, tanda terang Namun air itu masih saja menelan mata kakiku Di tepi jalan, terpatri gerombolan semut
-

Cerpen: Seorang Perempuan dan Tengkorak di Pelukannya
Sebaiknya, berapa lama sebuah pelukan harus bertahan?
-
Pantun Madura Situbondo (Edisi 3)
Beberapa waktu lalu ada pengamen, kebetulan salah satu lagu yang dibawakan adalah pantun Madura. Videonya sudah di-upload di chanel kami, Takanta ID. Berikut papparekan atau Pantun Madura Situbondo edisi ke 3. Semoga terhibur. Ta’ pèra’ jhuko’ ajâm sè lemma’ Ghângan tarnya’ nyaman kia Ta’ pèra’ sè paraben sè lemma’ Ka sè andi’ anak nyaman kia
-
Daya Kritis yang Hilang
Dik, dulu kau lantang bersuara untuk mengkritik tajam pemerintah, menjadi garda terdepan perubahan masyarakat. Ketika engkau menghilang, masyarakat mencarimu. Karena sudah melihat kondisi desa sudah hampir kacau balau. Kita harus bergerak, dik, sekarang tak bisa ditunda lagi. Kita harus berbuat sesuatu. Semua yang harus dihilangkan, harus kita hilangkan, semua yang harus kita dibalik, harus kita
-
Surat Cinta untuk Anakku Kelak
Assalamualaikum warrahmatullahi wabbarakatuh Anakku, ini Bunda. Bunda menulis surat untukmu, Bunda menulis saat Bunda masih lajang dan belum menikah, hehhe. Anakku, Bunda sangat mencintaimu. Bunda ingin suatu saat nanti bisa melihatmu menjadi manusia yang bermanfaat bagi orang lain. Bunda menyiapkannya sejak engkau belum di rahim Bunda, maka dari itu Bunda melakukannya dengan menjadi wanita saleh,