Bulan: September 2019
-
Festival Kampung Langai 6: Pertemuan dengan Sosok yang Lain
Oleh : Wilda Zakiyah Malam itu, 30 Agustus 2019, acara tahunan yang diadakan beberapa komunitas kreatif di kota saya dihelat. Itu sudah kali keenam. Acara bertajuk Festival Kampung Langai 6 itu, terasa mewah dan meriah. Terlihat dari beberapa dekorasi yang membuat suasana semakin luar biasa. Tema kali itu adalah burombu yang artinya sampah. Semboyannya: dibuang
-
Puisi: Merakit Tidur
Puisi-puisi T. Rahman Al Habsyi Kepada Sumur Tua musim kemarau dari putih warna rambut di kepala luka-luka itu menganga air menyusur di udara kau lupa menitip rindu kepada angsa yang berenang-berenang lalu tenggelam tertanam sebuah nama pada hamparan do’a Singaraja, 2019 Menuai Rindu /1/ kau menuai rindu pagi ini aku biarkan saja sebab seluruhnya tumbuh
-
Cerpen: Perempuan yang Suka Melihat Hujan
Oleh: Muhtadi ZL Perempuan itu duduk termangu di beranda rumah. Meramu kenangan pahit di masa silam. Dulu, terlalu banyak tangan-tangan hitam yang menjamah tubuhnya, sampai ia tak mampu menarik senyum di bibir ranumnya, hatinya perih, matanya pedih. Ingin sekali ia melebur ke dalam hujan di sore itu, agar suaminya tidak tahu kalau matanya mengembun. Gemericik
-
Biola dalam Kenangan
Oleh: Wilda Zakiyah Saat pagi mengintip di celah mata yang terbuka, saya mendengar suara biola dimainkan dari arah matahari terbenam, bunyinya seperti kepak burung camar, gemericik air dan suara matahari menggerat subuh. Harusnya saya tidak sepuitis itu, semua mengalir begitu saja saat mendengarkan alunan senar yang digesek itu. Saya suka alat musik, pernah beberapa kali
-
Muharrom sè Moljâ
Oleh: DhafirAbdullah* Malem samangkèn dhisa –dhisa rammi Acara pawai dâri santrè ngajhi è masjid bân langgher bennya’ orèng ngajhi Anak yatim dhuafa è santuni Tahun baru Islam kodhu è parajâ sabâb muharrom bulân sè muljâ A ghendhu’ peristiwa sè raje Wâjib ètafakkuri muslim sadhâjâ Bulân nèka Allah nyipta langgi’ bân bhumi Rahmatta Allah toron pertama
-

Operasi Carthago: Mengenal Sejarah Pertempuran di Asembagus
Untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah gugur dalam peristiwa tersebut, dan sekaligus untuk mengingatkan kita agar tidak lupa tentang sejarah perjuangan pahlawan lokal khususnya di daerah Asembagus, maka kisah ini saya ceritakan kembali meskipun dengan sumber sejarah yang terbatas. Pada tanggal 05 September 1947, pasukan tempur Belanda di bawah Komando Marinir C. G.
-
Dik, Mengapa Kau Tak Mau Menemaniku ke Kampung Langai Malam Itu?
Oleh: Rahman Kamal* Dik, entah kenapa kamu tiba tiba menolak ajakanku pergi ke Kampung Langai malam itu. Dengan berat hati akupun melangkahkan kaki. Perlahan tapi pasti, aku tetap meninggalkan jejak. Menyimpan harap engkau datang menyusul sehabis menemukan jejak perjalananku menuju Langai malam itu. Dik, Langai begitu dingin malam itu. Andai kau tahu betapa dinginnya suasana
-
Syi’iran Madura: Caretana Ajjhi Saleh
Oleh: Dhafir Abdullah* Nèka carèta, carèta takanta Tapè hikmana kenning abâs è mata Pèrengngaghi mallè toron rahmatta Moghe manfaat dunnya kantos ahèratta Ajjhi solèh orèng sè palèng kaya Lakona ghun pèra’ a foya-foya Bânnya’ dunnyana bânnya’ kèya binina Ongghâ haji pon tak è temmu kalèna Kakananna nyaman bân kobâssa Roma bân sabâna jhâ’ luassa Kalambhina