Resensi Buku Ramadan Undercover


Ramadhan Kemuliaan melalui Cerita Pendek
Oleh : M Ivan Aulia Rokhman
Bulan Ramadhan menjadi rangkaian sebulan dalam berpuasa
untuk melawan lapar dan dahaga dari terbitlah fajar sampai terbenamnya
matahari. Inilah sebuah cobaan yang dinilai amal jariyah terhadap
Allah sebagai merebut kebaikan kita yang ditempuhi selama
ini. Di situ banyak keceriaan yang amat dalam terhadap sebuah ibadah melalui salat
dan zakat. Memperbanyaklah ibadah sebagai cobaan yang ada sampai maghrib
datang.
Buku ini berisi sembilan belas cerita pendek yang
diwarnai dengan Ramadhan yang dirasakan dan seimbang sesuai dengan porsi
penulis tentu menghasilkan pengalaman begitu bereksotis dan membawa berkah.
Cerita ini ditulis dengan sudut pandang unik dan kritis. Dari suka duka berburu
tiket mudik, fenomena belanja baju baru, berbagi bersama anak yatim piatu,
kisah penutupan lokalisasi, hingga cerita tentang seorang pemburu setan
dituliskan. Inilah yang menjadi rangkaian cerpen begitu bergairah dan membawa
semangat bagi pembaca. Bahasa dalam cerpen ini santai, dan renyah dibaca,
sehingga layak ditelaah dan dimaknai sendiri. tujuan dari buku ini adalah
mengisi momentum berharga di bulan Ramadhan akan memberikan edukasi serta
pembelajaran yang berharga bagi penulis dan pembaca sesuai tuntutan nabi dan
rasul.
Kondisi bus cukup sesak pagi itu. Mau tidak mau kami harus rela
bergelantungan di dalam bus yang meski sudah ber-AC namun tetap saja kami
kepanasan di dalamnya. Kondektur bus berteriak-teriak galak menyuruh penumpang
bergeser ke tengah agar penumpang yang mau masuk masih bis masu
k. Susah payah aku masuk terlebih dahulu… (Hal 2).
Cerpen Pejuang
Pencari Tiket
berisi perjalanan ke sebuah tempat untuk membeli tiket dengan
sepenggal antrian yang sekian panjang. Tak heran naik transportasi merasa tak
betah dengan suasana panas atau dingin yang menderap di dalamnya. Apalagi
penumpang yang berpuasa juga menahan hawa nafsu bisa mengendalikan kesabaran
demi sebuah kebaikan. Sebenarnya tujuan untuk mengisi mudik heboh dengan pulang
kampung bersama keluarga yang tercinta sambil meriahkan malam takbir penuh
pesona. Ia perlu mengukuhkan kekuatan kita demi mendapatkan tiket yang dipegang
serta diberangkatkan sesuai waktu perjalanan.
Saat di mana seorang anak yang masih polos bertanya pada ayahnya tentu
makna puasa. Sebuah pertanyaan sederhana soal hakikat puasa. Hal ini memang
seringkali menohok kota. Kita, para umat muslim di Indonesia seringkali lupa
pada hakikat, lupa pada arti, lupa pada tujuan, dan lupa makna sehingga
seringkali sesuatu yang kita kerjakan terasa sia-sia belaka. Banyak pula dari
kita yang rajin beribadah tapi tak pernah paham hakikat ibadah. Ibadah yang
kita kerjakan adalah sekadar penggugur kewajiban. Suatu hal yang masih menjadi
PR besar bagi diriku pribadi
(hal 75).
Cerita ini berpedoman tentang puasa dan ibadah.
Seandainya manusia bisa mengontrol ibadah kita yang telah diraih tetapi
hasilnya masih menuai pernyataan. Sia-sia ibadah makin gugur dan dilalaikan
sebagian hal. Tidak sepenuhnya kewajiban ibadah di Ramadhan hanya sebatas ujian
saja tetapi menorehkan jawaban yang belum dijalankan disesuaikan dengan diri
sendiri dan tiada satu pun yang dilalaikan selain mengemukakan ibadah dan saalat.
Maka dari itu logika terus digunakan serta jangan salah paham atas ajaran Allah
yang telah disampaikan dalam penceramah agama.
Jadi cerpen yang telah diartikan satu persatu tersebut
mempunyai perjalanan sehari yang dilaksanakan pada bulan Ramadhan penuh
kemuliaan. Perlu diingat seusai Ramadhan semata-mata mendiami masjid untuk
melengkapkan ibadah dan ditorehkan melalui sebuah kesunyian yang mengarungi lailatul qodar hingga mengumandangkan
takbir di hari fitri. Oleh karena itu memperbanyak puasa dan menuntaskan zakat,
supaya bisa meningkatkan keimanan kepada Allah sebelum menoreh pada idul fitri.
Info Buku
Judul
Buku :
Ramadan Undercover
Penulis
:
Akademi Menulis 5 Menara
Penerbit
:
Gramedia Pustaka Utama
Cetakan  : I, Juli 2014
Tebal
:
ix + 198 Halaman
ISBN
:
978-602-03-0604-9
Biodata Penulis
M
Ivan Aulia Rokhman,
Mahasiswa
Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Dr Soetomo Surabaya
.
Lahir di Jember, 21 April 1996.
Lelaki berkebutuhan khusus ini meraih anugerah “Resensi / Kritik Karya
Terpuji” pada Pena Awards FLP Sedunia. Saat ini menjabat di Devisi Kaderisasi
FLP Surabaya dan Anggota UKKI Unitomo.
Nomor Telp/WA : 083854809292
Email
: rokhmansyahdika@gmail.com
Facebook
: M Ivan Aulia Rokhman
Alamat
Korespondensi : Jalan Klampis Ngasem VI/06-B, Sukolilo, Surabaya, Jawa Timur,
60117

Penulis


Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Moh. Imron Ngaleleng

Kendit Harmoni : Ketika Seni Menemani

Cerpen Eko Setyawan

Cerpen: Carlina dan Dangdut yang Mencelakainya

M.Z. Billal Puisi

Puisi: Sejarah Maaf

Muhammad Lutfi Puisi

Di Bangku Daun dan Puisi Lainnya Karya Muhammad Lutfi

Buday AD Puisi Sastra Minggu

Puisi: Melepas Air Mata

Fathur Rahman Prosa Mini

Menanti Sebuah Tulisan

Resensi Ulas

Tanah Surga Merah: Menikmati Kritikan yang Bertebaran

Madura Raden Ajeng Afifah Maharani Totor

Manisan Cupcup: Manis Rassana Ate

Apacapa Esai

Merawat Spiritualitas, Menghidupkan Politik Kebudayaan: Catatan Seorang Anak Muda untuk Mas Rio

Lelaki Sungai Puisi

Puisi: Diorama Talang Siring

Cerpen Imam Khoironi

Cerpen : Suara Nurani

Apacapa fulitik ichsan kenalmasrio

Mas Rio di Mata Anak Muda Situbondo

Ahmad Zaidi Apacapa

Merindukan Pariopo, Merindukan Hujan

Puisi

Luka Perempuan dan Puisi Lainnya

Apacapa Marlutfi Yoandinas

Situbondo Makin Dingin Akhir-Akhir Ini, Tapi Tidak Bagi Imron

Ahmad Maghroby Rahman Apacapa

Sepotong Surat Suara untuk Mantanku

prosa

Tamu Kenangan

Alexong Arianto Adipurwanto Cerpen

Cerpen: Malam Panjang Naq Kerinying

Apacapa

Ketika Media Sosial jadi Racun Sunyi

Apresiasi

Puisi – Tentang Situbondo